Dosen Unand Ini Doktor Neurolinguistik Pertama di Indonesia


Sabtu,11 November 2017 - 00:40:09 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Dosen Unand Ini Doktor Neurolinguistik Pertama di Indonesia Gusdi Sastra

Selalu ada yang pertama dan yang pertama akan selalu dikenang.
 
Dari banyak bidang dalam Linguistik, Neuorolinguistik adalah bidang yang paling sedikit doktornya di Indonesia karena bidang ini baru berkembang di negara ini. Hingga kini, hanya ada beberapa doktor Neurolinguistik di Indonesia. Gusdi Sastra, Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand), adalah salah satunya, bahkan yang pertama.


Laporan: Holy Adib
 
Gusdi ditetapkan sebagai doktor Neurolinguistik setelah lulus dari Putra Universiti pada 2005 dengan disertasi berjudul Ekspresi Verbal Penderita Stroke: Tinjauan Neurolinguistik. Pada disertasi itu, ia meneliti penutur bahasa Minangkabau dan penutur bahasa Melayu yang menderita strok.  
 
“Saat mengambil program doktoral di Malaysia, bidang promotor saya adalah psikolinguistik. Namun, salah satu kopromotor dan penguji eksternal saya merupakan seorang dokter syaraf karena Neurolinguistik adalah interdisipliner antara ilmu bahasa dan ilmu syaraf atau neurologi,” ujar pria kelahiran Batusangkar pada 18 Agustus 1964 itu di Padang, Jumat (10/11).
 
Ketika meraih gelar doktoral pada bidang Neurolinguistik, Gusdi menyatakan, waktu itu, di Indonesia belum ada doktor Neurolinguistik. Sepengetahuannya, saat ini ada beberapa doktor Neurolinguistik, yakni Ikhwan M. Said (Universitas Hasanuddin) dan akan menyusul seorang lagi doktor Neurolinguistik dari Universitas Udayana. Adapun menurut Totok Suhardiyanto (guru besar Linguistik Universitas Indonesia), ada dua orang lagi doktor Neurolinguistik, yakni Harwinta Salyo (UI) dan Tengku Silvana Sinar (Universitas Sumatra Utara). Sementara itu, lulusan magister Neurolinguistik sudah banyak di Indonesia, baik yang meneliti aspek gangguan otak kiri maupun otak kanan, termasuk gangguan pragmatik dalam berkomunikasi.

Sejak menjadi doktor Neurolinguistik, Gusdi, hingga kini, konsisten meneliti Neurolinguistik, khususnya mengenai gangguan berbahasa, gangguan berbicara, gangguan berpikir, dan terapi wicara dari aspek linguistik melalui analisis kasus gangguan, juga bioakustik, untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi penderita gangguan wicara.

”Riset saya selalu dalam roadmap penelitian di bawah payung Neurolinguistik dan Psikolinguistik karena keduanya tidak terpisahkan: yang satu masalah pemerolehan dan pembelajaran berbahasa, sedangkan yang satu lagi masalah gangguan dalam berbahasa,” ujar ketua Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) Cabang Unand itu, satu-satunya cabang MLI di Sumatra Barat.
 
Awal mengenal Neurolinguistik


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat,07 Juli 2017 - 23:07:36 WIB

    Dosen Wajib Terdaftar di SINTA

    Dosen Wajib Terdaftar di SINTA PADANG PANJANG, HARIANHALUAN.COM-Agar seluruh data penelitan bagi setiap dosen di Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang terindeks dengan baik oleh pusat, Rektor ISI Padang Panjang Prof. Dr. Novesar Jamarun,MS mendesak.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM