Kementan RI Luncurkan Instore Dryer


Selasa, 14 November 2017 - 04:04:30 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Kementan RI Luncurkan Instore Dryer TINJAU—Bupati Solok Gusmal didampingi kepala Balai Besar Pascapanen Kementerian Pertanian RI Prof. Dr. Risfaheri meninjau mesin pemanas Instore dryer sebagai sarana untuk membantu petani bawang

Arosuka, Haluan— Bawang merah merupakan salah satu komoditas prioritas pembangunan pertanian.  Produksi dan harganya yang fluktuatif sering menimbulkan gejolak di masyarakat.  Tersebab itu, Pemerintah mencanangkan swasembada bawang merah pada 2016 dan menjadi negara pengekspor pada tahun 2019, bahkan pada kenyataannya Indonesia sudah bisa melakukan ekspor bawang merah ke negara tetangga yaitu Thailand, Vietnam dan Timor Timur   pada tahun 2017.  Suatu prestasi yang perlu diacungi jempol.

Untuk bisa mendukung target swasembada dan ekspor tersebut tentunya harus ada sentuhan teknologi, yang tidak saja bisa meningkarkan produksi dan produktivitas bawang merah, namun juga mampu menekan losses, meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk bawang merah. “Balitbangtan dengan semua potensi yang dimilikinya telah menghasilkan berbagai invensi maupun inovasi terkait komoditas bawang merah.  Mulai dari teknologi perbenihan hingga teknologi pascapanen dan pengolahan,” kata kepala Balai besar pascapanen Kementan RI Prof. Dr. Risfaheri di Jorong Koto, Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti, Sabtu (11/11).

Pihaknya menyebutkan, untuk implementasi teknologi tersebut, Balitbangtan menggandeng Pemda Kabupaten Solok untuk menandatangani nota kesepahaman pada bulan Januari 2017.  Sebagai tindak lanjutnya, Balitbangtan  mengembangkan Kawasan Perbenihan dan Bioindustri Bawang Merah di Jorong Koto, Nagari Sei Nanam,Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok dengan bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Solok.

Peresmian Kawasan Perbenihan dan Bioindustri Bawang Merah dilakukan oleh Bupati Solok H. Gusmal, SE, MM dan dihadiri oleh Anggota Komisi 4, DPR Dapil Sumatera Barat, Dr. Hermanto; Kepala Puslitbang Hortikultura Dr. Hardiyanto, dan Kepala Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian, Prof. Dr. Risfaheri; serta undangan lainnya.  Udara dingin yang menyelimuti kawasan Jorong Koto, Nagari Sei. Nanam, Kecamatan Lembah Gumati, Alahan Panjang, Kab. Solok jelang peresmian tidak menyurutkan antusiasme sejumlah undangan yang hadir dalam peresmian tersebut.

Peresmian ini merupakan rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya yaitu pembangunan Instore Dryer Kelompok Tani Bintang Timur, Kecamatan Lembah Gumanti. Pengembangan unit olahan bawang merah, Bimbingan Teknis Penanganan  Pascapanen dan  Pengolahan Bawang Merah di Kab. Solok. Pengembangan kawasan perbenihan dan bioindustri bawang merah di Kab. Solok ini dilaksanakan dalam rangka mendukung program swasembada bawang merah khususnya bagi Kawasan Pulau Sumatera.

Dalam peresmian tersebut diperkenalkan Teknologi Instore Dryer yang merupakan teknologi pengeringan dan penyimpanan yang telah dikembangkan oleh BB-Pascapanen, Teknologi perbenihan  bawang merah melalui TSS (True Shallot Seeds) dan aneka produk olahan bawang merah diantaranya minyak bawang merah, pasta bawang merah, bawang goreng, dan bawang iris kering.  “Kami memfasilitasi kelompok tani bintang timur dengan Instore dryer bawang merah untuk memudahkan petani di daerah ini mengeringkan bawang, dengan waktu pengeringan yang lebih singkat selama empat hingga lima hari,” kata Prof. Risfaheri.

Jika menggunakan pengeringan tradisional membutuhkan waktu 15-20 hari, sementara dengan menggunakan alat instrore dryer mampu menampung hingga 14 ton bawang merah. Dan juga dilengkapi dengan mesin pengupas bawang. Pihaknya bahkan menegaskan akan memantau penggunaan alat instore dryer atau pengeringan agar bermanfaat bagi kelompok tani serta petani bawang lainnya.”Saya berharap dukungan dari masyarakat, Bupati, dan anggota Komisi IV yang hadir agar memberikan alokasi dana yang lebih besar agar bisa membangun lebih banyak instore dryer di Solok. Sebab, Solok merupakan daerah yang ditargetkan menteri pertanian sebagai sentra bawang merah, tentu membutuhkan lebih dari satu instore dryer,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultur Kementan Hardiyanto mengatakan target Menteri Pertanian yang menjadikan Kabupaten Solok sebagai sentra bawang merah Sumatera dengan sasaran 10.000 hektare, tentu harus didukung dengan teknologi pertanian yang memadai. Pihaknya menjelaskan bahwa bawang merah yang dihasilkan harus memenuhi standar jika akan dipasarkan eluar daerah atau diekspor. “Indonesia sudah mengekspor bawang ke Singapura, Malaka, Thailand dan lainnya,” ujarnya.

Selain sebagai kawasan bioindustri, daerah tersebut akan dikembangkan lokasi pembibitan bawang merah dari biji, sebagai usaha untuk meningkatkan produksi. Apalagi target menteri untuk menghasilkan 40 ton/hektare, yang biasanya hanya 10 ton/hektare. Lantaran itu, dibutuhkan adanya efisiensi hasil bawang pascapanen, sehingga mengurangi kerugian menyusutnya bawang ketika panen. “Saya berharap bawang merah ini juga bisa menjadi ikon selain sebagai kawasan pertanian, tapi bisa dikembangkan dengan alternatif lain seperti wisata, dan industri, sehingga produk yang dijual bisa beragam,” ungkapnya.

Terhadap itu, Bupati Solok Gusmal meminta petani terus belajar dan bekerja keras agar menjadi petani yang cerdas dan memiliki kemampuan yang cukup untuk mengembangkan bawang merah. “Jangan terlampau banyak menggunakan pestisida yang dapat membahayakan kesehatan, tapi usahakan bawang merah tumbuh dengan pupuk yang alami sehingga hasilnya berkualitas,” kata Bupati.

Bupati juga mengingatkan agar alat instore dryer tidak hanya digunakan oleh satu kelompok tani saja, tetapi diperluas untuk petani bawang lainnya, sehingga semua dapat merasakan manfaat alat tersebut. “Alat juga hendaknya dipelihara dengan baik sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama,” pungkas Bupati.(h/ndi)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 25 Mei 2016 - 04:36:25 WIB

    Kota Pariaman Terima Bantuan 50 Ekor Sapi dari Kementan RI

    Pariaman, Haluan — Pemerintah Kota Pariaman, dapat bantuan 50 ekor sapi dari Kementerian Pertanian untuk sapi pem­bibitan. “Bantuan tersebut terkait swa­sembada pangan dan daging,” kata Sek­retaris Dinas Pertanian Ko.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM