Setelah Hawai, Pejabat Sumbar ke Belanda


Jumat, 17 November 2017 - 09:54:45 WIB
Setelah Hawai, Pejabat Sumbar ke Belanda Sceenshot

Dipaparkan Rismunandi, keberangkatan dewan ini adalah dalam rangka diajak oleh dinas terkait di Pemprov, di sini dewan sifatnya hanya mendampingi. "Kita belum bisa pastikan kelima-limanya akan berangkat, soalnya izin masih dalam pengajuan ke Kemendagri. Tapi, rencananya memang begitu dan sifatnya mendampingi pejabat dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Provinsi Sumbar," ujar Rismunandi.

Rismunandi mengaku tak tahu pasti apa agenda ke Belanda itu. Namun secara umum dia menyebut anggota dewan ikut mendampingi dinas tersebut dalam  menggali sejarah dan budaya Minangkabau di Belanda. Persisnya di Universitas Leiden Belanda. “Kalau tak salah juga berkaitan dengan naskah kuno. Semuanya berkaitan tentang kebudayaan Minangkabau. Termasuk sejarah Imam Bonjol dan sejumlah tokoh lainnya,” katanya yang mengaku sedang berada di Jakarta.

Ketika ditanya soal anggaran Rismunandi belum bisa menyebutkan secara rinci. Katanya masih dalam kajian. Namun dia menyebutkan angaran yang digunakan, jumlahnya berbeda ketika kunjungan  dewan ke Jerman pada Oktober lalu. Bisa saja berlebih atau berkurang. Misalnya untuk tiket, tergantung kurs dolar dan rupiah. Begitu juga untuk lainnya. Hal ini karena negara yang dikunjungi berbeda.

Untuk diketahui, anggaran yang digunakan tiga anggota dewan ke Jerman pada Oktober lalu itu berjumlah Rp58 juta. Artinya setiap anggota dewan menghabiskan dana Rp19,3 juta. Tiga anggota dewan yang ke Jerman saat itu adalah, Afrizal Ketua Komisi III dari Fraksi Golkar, Nofrizon Sekretaris Komisi II dari Fraksi Partai Demokrat dan Ismunandi Sofyan Sekretaris Komisi III DPRD Sumbar dari Fraksi Partai Gerindra. Anggota dewan ini mendampingi dua organisasi pemerintah daerah (OPD) Pemprov yaitu Dinas kebudayaan dan Pariwisata mengikuti pameran ANUGA food Fair 2017 di Cologne Jerman 7-11 Oktober 2017. Sedangkan anggota dewan yang berangkat ke Hawai sebanyak tiga orang. Yakni Erman Mawardi dari Fraksi PAN yang merupakan anggota Komisi IV, Yulfitni Djasiran dari Golkar, Sekretaris Komisi IV dan  Ahmad Khaidir dari Gerindra, anggota Komisi IV. Keberangkatan ketiga-tiganya diajak Balitbang Sumbar.

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Arkadius Datuak Intan Bano mengiyakan jika dirinya adalah salah satu yang akan berangkat. Namun demikian ia berharap hendaknya jangan ada yang alergi dengan keberangkatan DPRD ke luar negeri. Sebab sesuai aturan, yang disebut dengan pemerintahan daerah itu adalah DPRD bersama pemerintah provinsi. Karena itu sesuai undang-undang DPRD memang dibolehkan untuk melakukan kunjungan ke luar negeri.

“Anggaran untuk  keberangkatan juga telah melalui perencanaan. Telah dibahas di APBD dan disetujui oleh Kemendagri. Selanjutnya setiap keberangkatan dewan terlebih dahulu juga harus mengantongi izin Kemendagri. Soal anggaran, satu kali keberangkatan dewan paling banyak menghabiskan anggaran Rp60 juta. Itupun kalau setiap lima orang yang diusulkan berangkat jadi pergi. Jika ada yang batal, anggaran yang dihabiskan juga tak sebanyak tadi. Hendaknya jangan ada yang alergi dengan keberangkatan dewan ke luar negeri. DPRD memang diperbolehkan untuk pergi kunjungan ke luar negeri. Kepergian itu juga atas izin Kemendagri. Bukan pergi begitu saja,” paparnya.

Tak hanya itu, ada hal-hal subtansial yang ingin didapat pada setiap kunjungan tersebut. Misal untuk kunjungan ke Jerman beberapa waktu lalu agendanya adalah pameran. Sumbar juga ikut sebagai peserta dalam pameran tersebut. Sementara di Leiden Belanda kunjungan akan dilakukan ke perpustakaan dan arsip. Salah satunya menelusuri arsip silsilah Raja Pagaruyung yang kerap diperselisihkan, di Leiden ini arsip terkait itu terbilang lengkap. (h/isq/len)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM