Nasib BUMD yang Dievaluasi Segera Ditentukan


Jumat, 17 November 2017 - 10:09:23 WIB
Nasib BUMD yang Dievaluasi Segera Ditentukan Ilustasi.NET

PADANG, HARIANHALUAN.COM-Ketua Komisi III DPRD Sumbar Afrizal menegaskan komisi terkait telah melakukan rapat membahas rekomendasi panitia khusus (pansus) DPRD terkait BUMD-BUMD yang dimiliki Provinsi Sumbar. Diantaranya membahas kelanjutan nasib PT Balairung.

"Untuk Balairung kita telah rapat di Jakarta. Selanjutnya Jumat (17/11) mendatang kita akan melanjutkan dengan rapat internal sebelum memutuskan apakah langkah yang diambil, apakah akan diserahkan ke pihak ketiga atau bagaimana," ujar Afrizal saat berbincang dengan Haluan, Selasa (14/11).

Baca Juga : Sudah Pulang ke Rumah, Korban Serangan Beruang di Sijunjung Berangsur Membaik

Untuk PT ATS dan Dinamika yang sebelumnya diusulkan oleh Pansus BUMD untuk diliquidasi, surat dari gubernur untuk mengusulkan pencabutan Perda pendirian dua BUMD menurut dia telah diterima pimpinan DPRD. Saat ini Komisi III menunggu surat tersebut sampai ke komisi bidang keuangan ini agar bisa dilakukan pembahasan selanjutnya.

"Sementara, untuk BUMD seperti Bank Nagari, Jamkrida, kita berharap kinerja mereka terus ditingkatkan. Sehingga keuntungan dari BUMD ini juga bisa memberi pemasukan untuk PAD," tukas Afrizal.

Baca Juga : Pastikan Listrik Aman Saat Lebaran, PLN Sumbar Gelar Vicon dengan Jajaran

Sebelumnya kalangan DPRD meminta rekomendasi-rekomendasi yang diberikan untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) segera dijalankan oleh pemerintah provinsi (pemprov)

Hal tadi diantaranya berkaitan dengan audit PT Balairung.Anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Demokrat M Nurnas menyayangkan belum semua rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) BUMD DPRD Sumbar yang sudah dikeluarkan sejak 2015 dieksekusi pemprov. Dalam hal ini DPRD meminta PT. ATS dan Dinamika dilikuidasi. Sedangkan untuk PT. Grafika dan Balairung pengelolaaanya diserahkan ke pihak ketiga.

"Sesuai dengan putusan Pansus, desakan evaluasi BUMD lebih ditekankan terhadap kinerja atau SDM. Belum semuanya yang diproses. Padahal kita sudah rekomendasikan," sebut Nurnas

Dia meminta harusnya ada audit kinerja terhadap Grafika dan Balairung dengan segera, sehingga nantinya bisa ditetapkan nasib-nasib masing BUMD tersebut. Pembenahan BUMD sebagai tonggak pendukung ekonomi Sumbar dinilai adalah harga mati. Penguatan BUMD diharapkan bisa menjaga keseimbangan APBD Provinsi tiap tahunnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, dari BUMD yang ada, yang menyumbang PAD baru Bank Nagari. Sementera Jamkrida, Balairung belum. Grafika sedikit. Secara keseluruhan PAD pada 2016 dari BUMD adalah sekitar Rp87,92 miliar dan ditarget 2017 ini didapat Rp95,8 miliar.

Anggota DPRD Sumbar, Iswandi Latief juga pernah menyebut, ada tiga tujuan utama pendirian BUMD. Pertama membangun dan menjadi tonggak untuk ekonomi Sumbar. Memberikan sumbangan deviden atau Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi daerah. Lalu mengurangi angka penganguran dengan menciptakan banyak lapangan kerja untuk masyarakat Sumbar.

"Hingga kini ketiga komponen tersebut masih belum terpenuhi, dan masih jauh dari harapan. Dari tiga baru soal PAD yang bisa diharapkan. Namun itupun tidak merata di seluruh BUMD atau masih banyak BUMD yang hanya jadi beban pembiayaan daerah," katanya.

Disampaikannya, DPRD akan terus mendorong BUMD agar benar-benar bisa memberi masukan terhadap PAD. Untuk yang modalnya ditambah, akan ada catatan dimana komponen utama terkait tujuan pendirian BUMD harus bisa terpenuhi. (h/len)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]