Sidang Pembunuhan Kakak oleh Adik, Ibu tak Kuasa Memberikan Kesaksian di Pengadilan


Jumat, 17 November 2017 - 10:11:14 WIB
Sidang Pembunuhan Kakak oleh Adik, Ibu tak Kuasa Memberikan Kesaksian di Pengadilan Ilustasi/Haluan

PADANG, HARIANHALUAN.COM  Sidang kasus pembunuhan Rusmen oleh adiknya, Rentonius (31), Kamis (16/11) di PN Padang, berlanjut dengan agenda mendengarkan keterangan lima orang saksi.

Salah satu saksi yang dihadirkan, Sartina Saogo yang ibu dari dua saudara ini menolak untuk menjadi saksi. Lalu hakim tidak memeriksanya, karena, saat hakim betanya ia hanya menangis seakan belum terima anak kandung telah meninggalkannya untuk selamanya.

Baca Juga : Presiden Jokowi Minta Agresi Israel ke Palestina Dihentikan

Berbeda dengan si ibu, ayah terdakwa Martinus yang juga dihadirkan empat saksi lainnya yang dihadirkan JPU dari Kejari Tua Peijat, Kabupaten Mentawai, Kenan berkenan memberikan keterangan.  Martinus mengungkapkan, berawal ketika melihat tubuh anaknya (korban) tergeletak tak bernyawa.

"Sekitar pukul 07.00 WIB saya menemukan jasad anak saya. Kemudian saya bersama warga membawa pulang ke rumah untuk disemayamkan," kata Martinus.

Baca Juga : Ini Aturan dan Larangan yang Harus Dipatuhi Selama Lockdown Parsial di Singapura

Saksi lain yakni Rianti adalah istri korban mengatakan, kejadian pembunuhan dipicu karena terjadi keributan anatara terdakwa dengan istrinya sendiri. Namun karena melihat hal tersebut, korban mendatangi keduanya untuk melerai.

"Semenjak suami saya melerai mereka berdua, suami saya diancam dan kelihatannya terdakwa telah menaruh dendam. Tak hanya itu, saya pun juga diancam oleh terdakwa pak hakim," kata saksi Rianti.

Lebih lanjut Rianti mengatakan, ketika suaminya diancam, saat itulah ia sudah memiliki firasat tidak enak dan mengkhawatirkan keselamatan suaminya itu. Firasatnya pun benar, bahwa terdakwa memang telah berniat untuk menghabisi nyawa sumainya yakni kakak terdakwa sendiri.

"Pada saat itu, suami saya pergi memancing ke laut. Dari kepergiannya memancing, suami tak kunjung pulang. Setelah ditelusuri, warga sekitar menemukan jasad suami saya sudah tak bernyawa bersama dengan sampan yang digunakannya melaut," kata saksi lagi

Kemudian saksi Rahmat Setiawan mengungkapkan bahwa, korban ditemukan pada tanggal 1 Juli 2017 yang tidak jauh dari muara sungai. Saat korban ditemukan, terlihat ada luka dikening korban, dan ia beranggapan bahwa kematian korban tidaklah wajar. Hal tersebut juga dibenarkan oleh saksi Pinggai yang ikut mencari korban.

Terdakwa yang didampingi Penasihat Hukum (PH) Jonifer bersama tim tidak keberatan dengan keterangan saksi. Sidang yang dipimpim oleh Agus Komarudin beranggotakan Suratni dan Sukri, menunda sidang pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi yang meringankan terdakwa.

Sebelumnya, Dalam dakwaan JPU disebutkan kejadian ini berawal pada tanggal 1 Juli 2017, di kawasan Sipora Selatan, Kepulauan Mentawai. Terdakwa ditangkap polisi karena membunuh kakak kandungnya dengan cara dipukul menggunakana kayu, tepat di bagian kepala belakang. Hingga akhirnya korban ditemukan warga di muara sungai. Akibatnya terdakwa dijerat dengan pasal 338,340 KUHP. (h/mg-hen)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]