Irfendi Arbi: Honor Guru Mengaji Harus Diperhatikan


Jumat, 17 November 2017 - 11:34:56 WIB
Irfendi Arbi: Honor Guru Mengaji Harus Diperhatikan BUPATI Limapuluh Kota Irfendi Arbi, berdialog dengan para guru mengaji dan unsur pemerintahan nagari setempat ketika berkunjung ke Nagari Batu Payung. ZUL

LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM - Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi menegaskan, guru mengaji merupakan pekerjaan yang mulia dan bernilai ibadah. Namun tak jarang mereka melaksanakan pengajaran tulis baca Alquran dengan honor yang kurang memadai. Bahkan lebih cendrung secara sukarela. Tapi para guru mengaji tetap bersemangat untuk mengabdi.

“Kami salut dan mengapresiasi para guru mengaji di daerah ini. Mereka senantiasa mengajar dengan semangat, meskipun kadang mereka tidak mendapatkan gaji yang memadai, namun mereka tetap tekun dan tidak mengeluh dalam pengabdiannya,” ungkap Bupati Limapuluh Kota, Irfendi ketika bersilaturahmi dengan masyarakat Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, di Kantor Walinagari setempat beberapa hari yang lalu.

Baca Juga : Kabupaten Dharmasraya Kembail Raih Predikat WTP Keenam Kali

Dikatakan, para guru mengaji ini mempunyai peran yang sangat penting dalam melahirkan generasi yang qurani. Karenanya, pengajar Alquran tersebut harus mendapatkan sokongan dan perhatian serius dari semua kalangan, tidak saja dari pemerintah daerah, namun juga dari masyarakat.

Jangan sampai kita merasa enggan membayar honor guru mengaji yang hanya sebesar puluhan ribu rupiah, sementara untuk membayar uang les matematika, les Bahasa Inggris, bahkan untuk beli pulsa HP dan lain yang mencapai ratusan ribu rupiah, ternyata kita tidak merasa keberatan,” sebut Irfendi.

Baca Juga : Diskominfo Solok Selatan Jalin Kebersamaan dengan Awak Media

Lebih lanjut dipaparkannya, pendidikan Alquran harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah dan masyarakat. Terutama terkait dengan kelengkapan sarana prasarana, peningkatan kualitas dan kelayakan hidup para guru mengajinya. Selama ini para guru mengaji itu sudah mendapatkan bantuan honor dari kegiatan baliak basurau, namun untuk kelanjutannya Pemkab masih mencari peluang terbaik.

“Kita ingin para guru mengaji di Kabupaten Limapuluh Kota, mendapatkan honor yang sepantasnya, setidaknya mencukupi dalam kehidupan mereka sehari hari. Saat ini kita masih mencari peluang agar tetap bisa memberikan insentif bagi guru mengaji tersebut,” papar Irfendi lagi.

Ia juga berharap, masalah penanggulangan pendidikan Alquran itu, ikut menjadi pemikiran pemerintahan nagari. Bila aturan yang berlaku membenarkan, hendaknya nagari bisa mengalokasikan dana nagari buat mendukung kegiatan keagamaan ini, serta memberikan perhatian serius terhadap profesi pengajar Alquran.

“Guru mengaji mempunyai peran besar dalam mencerdaskan anak bangsa. Karenanya kita harus memberikan perhatian serius terhadap mereka. Karena Alquran merupakan pedoman hidup yang mengatur semua sendi kehidupan umat Islam. Karena itu, setiap umat harus bisa membaca dan memahami serta mengamalkan isi kitab suci tersebut, sejalan dengan visi revolusi mental dari pemerintahan Presiden Jokowi,” tuturnya. (h/zkf)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]