Tangis Haru Saat Vonis Lepas Basko


Rabu, 22 November 2017 - 17:17:53 WIB
Tangis Haru Saat Vonis Lepas Basko Basrizal Koto pengusaha asal Sumatera Barat saat disambut oleh keluarga setelah divonis lepas dari segala tuntutan di Pengadilan Negeri Padang, Rabu (22/11). Basko sebelumnya mengikuti sidang dalam dugaan pemalsuan surat. BHENZ MAHARAJO

PADANG, HALUAN - Suasana tegang di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Padang, Kamis (22/11) berubah haru. Zico Mardian Utama tak kuasa menahan tangis di kursi pengunjung saat ayahnya, Basrizal Koto divonis lepas oleh hakim.

Isak tertahan saat sidang berlangsung, pecah usai hakim ketua, Sutedjo mengetuk palu bertanda sidang usai. Zico bergegas dari kursinya. Langkah cepatnya terhenti dipelukan sang ayah. Tak ada kata yang terucap, bapak dan anak itu hanya saling mempererat dekap. 

Baca Juga : Diduga Bakar Kantor Bupati, Seorang Oknum PNS Ditangkap

Tak hanya Zico, sejumlah pengunjung lainnya juga menahan tangis bahagia. Mereka berdoa. Usai didekap Zico, satu persatu keluarga dan karyawan Basko Group yang sejak pagi memenuhi ruang sidang menyalami Basko. Kehadiran keluarga dan para karyawan bagi Basko adalah penguat dalam menghadapi tuntutan. Basko tak sendirian menghadapi segala masalah, banyak tangan yang menguatkannya. "Terimakasih, terimakasih," ujar Basko lirih.

Hakim Pengadilan Negeri (PN) Padang, melepaskan Pemilik Basko Grup H. Basrizal Koto dari segala tuntutan hukum (onslag van recht vervolging), atas kasus dugaan pemalsuan surat. Hakim menilai, bukan pada tempatnya menyidangkan perkara itu pada ranah pidana, tapi lebih tepat di ranah perdata.

Baca Juga : Cabuli Siswi Kelas VI SD, Pria BN Ditangkap Polisi

 

Vonis tersebut dibacakan Majelis Hakim yang diketuai Sutedjo dengan hakim anggota Agnes Sinaga dan R Ari Muladi di PN Padang, Rabu (22/11). Segenap keluarga, karyawan Basko Grup, dan para kerabat menyambut putusan tersebut dengan rasa syukur.

Baca Juga : Innalillahi, Bocah Fauzan Tewas Terbakar Bersama Rumahnya

Dalam pertimbangannya, hakim menilai perbuatan Basko memenuhi unsur-unsur yang terdakpat dalam dakwaan jaksa alternatif pertama, yaitu Pasal 263 ayat-1. Namun, karena bukan ranah pidana, hakim memutuskan Basko terlepas dari segala tuntutan hukum yang diajukan Mulyadi Sajaen.dkk selaku jaksa penuntut umum (JPU).

Atas putusan tersebut, Penasihat Hukum Basko, Dr. Fachmi, SH, MH, menyatakan menggunakan waktu untuk berpikir selama sepekan, sebagaimana diberikan kepada PH dan JPU.

"Tidak ada perbuatan hukum pidananya, berdasarkan Pasal 191 KUHAP, lepas dari tuntutan hukum. Walaupun unsurnya terbukti, itu berarti salah ranahnya," kata Fachmi didampingi anggota tim PH Irawan.

Sementara itu, Mulyadi Sajaen selaku JPU mengaku juga akan berpikir-pikir sembari mempelajari putusan sesuai waktu yang diberikan hakim. "Kami pelajari putusannya dulu," ucapnya. (h/ben)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]