Samsat Sawahlunto Jemput Bola Tagih Penunggak Pajak


Kamis, 23 November 2017 - 09:45:18 WIB
Samsat Sawahlunto Jemput Bola Tagih Penunggak Pajak SUASANA pelayaan di Kantor Samsat Sawahlunto. Terlihat petugas tengah melayani wajib pajak. RIKI YUHERMAN

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM - Sebagai upaya menggali potensi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dari kendaraan yang menunggak, UPT Samsat Kota Sawahlunto melakukan penagihan aktif langsung ke alamat wajib pajak. Sasarannya tunggakkan diatas Rp4 juta.

Hal tersebut sesuai dengan kebijakan pembina Samsat Provinsi Sumatera Barat mengeluarkan kebijakan agar setiap Samsat yang ada untuk melakukan penagihan aktif langsung ke alamat wajib pajak, sasarannya tunggakkan diatas Rp4 juta.

"Tahap awal ada 30 unit kendaraan yang tertunggak yang akan dilakukan penagihan aktif. Saat ini pihak kita telah melayangkan surat kepada wajib pajak yang menunggak tersebut, dan jika tidak diindahkan sampai akhir November, maka di awal Desember akan dilakukan penagihan bersama mitra Samsat, Polri dan Jasa Raharja," kata Kepala Samsat Sawahlunto Hendi Yulfian kepada Haluan, Rabu (22/11).

Adapun jumlah tunggakan dari 30 unit kendaraan itu, terang Hendi, mencapai Rp342.219.505. Hasil sementara di lapangan, didapati fakta ada sudah pindah, sudah dijual, sudah mutasi, sudah ada yang mau membayar dan yang tidak mau membayar.

"Sudah membayar ada 15 unit kendaraan dengan nilai Rp163.659.2809, 15 unit lainnya masih berstatus SP1, yakni 9 unit belum bayar, 4 unit sudah dijual, mutasi 1 unit dan pindah 1 unit," jelas alumni Pasca Sarjana UGM itu.

Hendi menambahkan, tunggakan PKB dari pemilik kendaraan bermotor di kota ini cukup tinggi. Tahun 2016 terdapat 10.106 unit kendaraan yang menunggak pajak. Dari jumlah tersebut terdapat sekitar 300 unit kendaraan yang menunggak dengan tunggakan mencapai Rp4 juta lebih. Namun untuk tahap awal 30 unit kendaraan yang akan ditagih langsung ke alamat wajib pajak.

"Pada 2017 ini target realisasi PKB sebesar Rp8,8 miliar dan bea balik nama kendaraan bermotor sebesar Rp120 juta. Sedangkan perkiraan bagi hasil pajak provinsi sebesar Rp21,16 miliar lebih. Tercapai atau tidaknya target PKB di Sawahlunto akan sangat berpengaruh terhadap pendapatan daerah, salah satunya yang bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) pajak daerah provinsi Sumatera Barat," katanya.

Meski belum ada upaya paksa bagi penunggak pajak itu, pihaknya berharap dengan langkah yang dilakukan akan memberikan sanksi malu kepada wajib pajak yang menunggak. (h/mg-rki)

 

 

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]