Terkait Kelangsungan Koalisi Poros Tengah

Mahesa: Andre Rosiade Harusnya Bersikap Kesatria


Senin, 04 Desember 2017 - 00:24:39 WIB
Mahesa: Andre Rosiade Harusnya Bersikap Kesatria Maidestal Hari Mahesa

PADANG, HALUAN – Koalisi Poros Tengah yang Agustus lalu mendeklarasikan Andre Rosiade – Maidestal Hari Mahesa sebagai Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Padang, kini hilang begitu saja. Sikap Andre Rosiade yang dianggap tidak konsisten menjadi pemicu kenapa akhirnya Koalisi Poros Tengah dianggap gurauan politik semata di tengah memanasnya suhu politik di Kota Padang.

Padahal, duet Andre – Mahesa dianggap bisa mengimbangi Mahyeldi dalam Pilkada mendatang. Keduanya politisi muda yang sudah punya nama. Andre, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Gerindra, namanya menasional. Sedangkan Maidestal Hari Mahesa, telah tiga periode di DPRD Padang. Namun, meski sarat pengalaman, dan jadi pengharapan banyak orang, duet keduanya hanya berumur pendek. Tidak sampai tiga bulan, boleh dikatakan, koalisi yang dibangun bubar.

Ketika ditanya soal kelangsungan koalisi, Maidestal Hari Mahesa tidak mau kalau Koalisi Poros Tengah dianggap bubar. Maidestal masih tetap bergerilya politik dan membawa nama koalisi. Dia juga terus intens berkomunikasi dengan Febby Datuak Banso sebagai penggagas koalisi sekaligus Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumbar. “Koalisi Poros Tengah tidak pernah bubar. Saya masih konsisten menjalankan amanah ini dan terus berkomunikasi dengan penggagas koalisi. Sekali lagi tidak bubar. Atribut bahkan sudah dibuat,” papar Esa, Minggu (3/12) malam.

Meski demikian, Esa mengaku kecewa dengan sikap tidak kesatria Andre Rosiade yang tiba-tiba meninggalkan koalisi tanpa alasan yang jelas, dan seakan tidak punya tanggung jawab. Padahal, koalisi digagas juga atas kesepakatan Andre yang berharap jadi Walikota Padang. Tapi, kekecewaan tersebut tidak membuatnya surut. Bagi Esa, ketidakjelasan sikap Andre Rosiade sedikit jua tidak berpengaruh pada koalisi. Artinya, koalisi tidak bergantung pada Andre semata.

“Sebenarnya, soal ditinggalkan atau meninggalkan dalam politik itu hal yang biasa. Tapi kalau secara pribadi, itu tidak ada dalam kamus politik saya. Soal Andre Rosiade, seharusnya dia bersikap kesatria. Sebagai lelaki, semestinya tidak lari begitu saja. Tuntaskan apa yang telah dimulai. Kalau memang tidak dilanjutkan lagi koalisi, tidak ada masalah tapi mestinya harus dijelaskan kepada publik dan pendukung apa alasannya. Saya tidak tahu, bagaimana perasaan pendukung Andre Rosiade. Kalau pendukung saya jelas kecewa dengan sikap Andre. Penjelasan itu sebagai bentuk pertanggungjawaban, karena kebesaran seorang pemimpin itu dilihat dari caranya bertanggung jawab dalam setiap gerakan yang sudah dimulai. Jika untuk bertanggung jawab saja tidak bisa, bagaimana pula hendak jadi pemimpin?” tutur Esa.

Politisi muda, menurut Esa mestinya memberi contoh





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM