Kasus Mie Kedaluwarsa di Padang Masuk Ranah Pidana


Rabu, 06 Desember 2017 - 12:00:25 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Kasus Mie Kedaluwarsa di Padang Masuk Ranah Pidana Ilustasi.NET

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Aktivis perlindungan konsumen, Erison AW meminta petugas kepolisian dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang serius mendalami kasus kasus penyitaan 3,9 ton mie kadaluwarsa di Gudang PT PDR, Jalan Bypass Ampalu, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang. Perkaranya sudah masuk ranah pidana, dan pelaku mesti mempertanggungjawabkannya.

Dijelaskan Erison, walau tidak ada yang konsumen berani melaporkan indikasi kecurangan yang dilakukan distributor, namun penyidik seharusnya segera mengusut unsur pidana jika sudah jelas sebuah produk makanan dipasarkan ke konsumen. “Barang kedaluwarsa jika sudah terbukti dipasarkan, jelas sebuah pelanggaran pidana sesuai UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen," terang aktivis dari Padang Consumen Crisis .

Ditambahkan Erison, sesuai pasal 62 ayat (1) UU Perlindungan Konsumen, pelaku yang melakukan pelanggaran bisa dikenakan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak Rp2 miliar. “Kalau petugas serius, pelakunya bias dijerat dengan UU Perlindungan Konsumen,” papar Erison.

Saat dikonfirmasi, Kepala BBPOM Padang, M Suhendri menyebut, pihaknya belum menemukan unsur pelanggaran pidana dalam kasus 3,9 ton mie kadaluwarsa tersebut.  “Sementara proses penyidikan terus dikembangkan, kita belum bisa mengatakan kasus ini sebagai tindak pidana. Tujuan utama kita yaitu memberikan edukasi kepada masyarakat supaya lebih ekstra hati-hati dalam mengkonsumsi segala jenis makanan. Disisi kita mencoba mengungkap kasus yang sama di tempat lain,” terangnya, Selasa (5/12) di kantor BBPOM Padang.

Disampaikannya, jika dalam pemeriksaan ada unsur pidana, maka akan dilakukan projusticia. Untuk sanksinya banyak diantaranya ada teguran, sanksi administrasi, atau sanksi pidana. “Sementara barang bukti sudah kita amankan di sini, kita terus melakukan investigasi lapangan dengan pihak kepolisian untuk mengumpulkan keterangan saksi. Tujuannya untuk membuktikan apakah mie kedaluwarsa itu ada diedarkan atau tidak, karena dari temuan di lapangan, juga didapati ada yang dibawa ke konsumen, namun kita belum bisa memastikannya," tambah Suhendri.

Sementara itu, Wadirresnarkoba Polda Sumbar AKBP Yulmar Try Himawan menuturkan, bahwa pihaknya akan mendalami kasus mie kedaluwarsa tersebut. Jika ditemukan tindak pidana, maka akan langsung melakukan upaya penindakan secara hukum. Pada kasus tersebut, Yulmar menyampaikan ada dugaan pelanggaran pasal pidana UU Pangan. Namun tentu harus melalui proses. “Kita ikuti prosesnya, tidak mungkin kami harus naik kepenyidikan tanpa tahap penyelidikan. Terkait barang bukti yang ditemukan hanya melalui distributor. Untuk itu, kami akan terus mencari tahu siapa yang harus bertanggungjawab dalam kasus mie kedaluwarsa tersebut,” ungkapnya.



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 24 Juli 2018 - 20:55:35 WIB

    Sidang Kasus Bakar Mobil di Solok, Edi Cotok Cs Dituntut 7 Tahun Penjara

    Sidang Kasus Bakar Mobil di Solok, Edi Cotok Cs Dituntut 7 Tahun Penjara AROSUKA, HARIANHALUAN.COM--Tiga orang terdakwa yang terlibat dalam kasus pembakaran mobil operasional PT. Hitay Daya Energi, dituntut 7 tahun penjara oleh Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negri Solok. Sidang pembacaan .
  • Rabu, 18 Juli 2018 - 10:47:39 WIB

    Dalam Tiga Bulan Ada 52 Kasus Narkoba di Padang

    Dalam Tiga Bulan Ada 52 Kasus Narkoba di Padang PADANG, HARIANHALUAN.COM—Kota Padang menjadi tempat peredaran narkotika jenis sabu dan ganja yang diduga berasal dari luar provinsi. Dari pengungkapan kasus oleh jajaran Polresta Padang, selama tiga bulan terakhir telah ter.
  • Senin, 09 Juli 2018 - 12:58:33 WIB
    FOKUS BARESKRIM TERBAGI

    Kasus SPj Fiktif II Mangkrak

    Kasus SPj Fiktif II Mangkrak PADANG, HARIANHALUAN.COM –  Keinginan masyarakat Sumbar agar kasus Surat Pertanggungjawaban (SPj) fiktif yang merugikan negara puluhan miliar segera tuntas, tampaknya belum bisa terpenuhi dalam waktu dekat..
  • Kamis, 28 Juni 2018 - 21:21:34 WIB

    Kasus Atlet Mentawai Tewas di Sijunjung, Pengelola Wisma Jadi Tersangka

    Kasus Atlet Mentawai Tewas di Sijunjung,  Pengelola Wisma Jadi Tersangka SIJUNJUNG, HARIANHALUAN.COM—Setelah melakukan penyelidikan serta didukung dengan keterangan dan hasil laboratorium, serta ditemukan adanya unsur kelalaian, Kepolisian Resor (Polres) Sijunjung akhirnya menetapkan pengelola W.
  • Selasa, 26 Juni 2018 - 19:57:20 WIB

    Polres Pessel Tingkatkan Pengungkapan Kasus Narkoba

    Polres Pessel Tingkatkan Pengungkapan Kasus Narkoba PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Polisi Resort (Polres) Pesisir Selatan bakal menuntaskan sebanyak 50 kasus narkoba sepanjang 2018 di daerah itu. Hal itu sebagai bentuk keseriusan pihaknya dalam memerangi peredaran gelap narkoba di.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM