Panwaslu Pasaman Gelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu 2019


Rabu,06 Desember 2017 - 16:11:59 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Panwaslu Pasaman Gelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu 2019 Ketua Panwaslu Pasaman, Rini Juita, M.A saat memberi sosialisasi pengawasan Pemilu kepada sejumlah tomas dan pengurus Ormas. IST

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM--Wujudkan penyelenggaraan Pemilu yang bersih dan berintegritas, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pasaman gelar lagi sosialisasi pengawasan pemilihan umum (Pemilu) 2019 untuk kali kedua, Rabu (6/12).

Hadir dalam sosialisasi kali ini, sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pimpinan perguruan tinggi, ketua Ormas, Bem STAI dan STIH Yappas serta ketua wirid yasin dan para ulama. 

Ketua Panwaslu Kabupaten Pasaman, Rini Juita mengatakan, sosialisasi ini dilaksanakan dalam rangka memaksimalkan pengawasan Pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD provinsi serta kabupaten/kota. 

"Ini sesuai dengan yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 dan Perbawaslu Nomor 2 tahun 2015 tentang perubahan atas peraturan Bawaslu nomor 11 tahun 2014 tentang pengawasan pemilu," kata Rini, didamping Kordinator Divisi Penindakan dan Pelanggaran, Kristian serta Kepala Sekretariat, Refki Mukhliza.

Dikatakan, untuk mewujudkan pemilu yang berintegritas, masyarakat perlu dilibatkan. Dengan tujuan, masyarakat lebih faham dan mengerti apa saja yang menjadi pelanggaran dalam penyelenggaraan Pemilu.

"Masyarakat harus aktif dalam melakukan pengawasan, agar Pemilu berjalan sukses nantinya. Pengawasan aktif oleh masyarakat harus lebih ditingkatkan," katanya. 

Melibatkan masyarakat dalam fungsi pengawasan, kata Rini, juga dilatarbelakangi keterbatasan personel dan anggaran yang dimiliki oleh Panwaslu setempat. Padahal, kata dia, pengawasan sangat dibutuhkan agar terwujud pemilihan umum yang bersih dan berintegritas.

"Dalam melakukan pengawasan pelaksanaan Pemilu, mengharuskan Panwaslu mengikutsertakan masyarakat di dalamnya, karena keterbatasan personel. Ini bentuk pengawasan partisipatif oleh masyarakat," ujar Rini. 
Ia menambahkan, bahwa biaya penyelenggaraan pemilu itu lumayan mahal. Jika pengawasan tidak dilakukan dengan baik, mustahil dapat menghasilkan pemimpin berkualitas. 

"Upaya pengawasan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat tujuannya untuk itu. Partisipasi masyarakat untuk ikut mengawasi pemilu sangat penting. Hadirnya pengawasan oleh masyarakat dalam pelaksanaan pemilu disebut pengawasan partisipatif," ujarnya.

Panwaslu kabupaten, kata Rini memiliki seabrek tugas berat. Diantaranya, melakukan pencegahan dan penindakan terhadap pelanggaran pemilu dan sengketa proses pemilu serta mengawasi pelaksanaan penyelenggaraan tahapan pemilu.

"Setidaknya ada sebelas tahapan yang perlu untuk kita (Panwaslu) awasi. Mulai dari pemutakhiran data pemilih, penetapan DPS hingga DPT. Proses pencalonan, penetapan calon, pelaksanaan kampanye, penetapan calon anggota DPRD hingga proses rekap suara dan penetapan hasil pemilu," katanya. (h/yud)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM