Kurir Ganja di Padang Divonis 15 Tahun Penjara


Rabu, 06 Desember 2017 - 17:47:57 WIB
Kurir Ganja di Padang Divonis 15 Tahun Penjara Ilustasi/Haluan

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Abdul Halim (23), terdakwa kasus perantara atau menjadi kurir jual beli 4 kilogram ganja, divonis Majelis Hakim dengan hukuman pidana penjara selama lima belas tahun.

Hakim berpendapat perbuatan terdakwa sebagaimana diataur dan diancam pidana pada pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa selama 15 tahun kurungan penjara, denda Rp1 miliar dan subsider 6 bulan kurungan penjara," kata hakim ketua sidang Suratni didampingi hakim anggota Lifiana Tanjung dan Sukri saat membacakan amar putusannya di Pengadilan Negeri (PN) kelas 1A Padang, Rabu (6/12).

Tidak hanya itu, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika.

Atas putusan tersebut, terdakwa yang menjalani sidang tanpa didampingi oleh penasehat hukum (PH) menerima langsung putusan tersebut. 

Sebelumnya terdakwa dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Herry Suroto, dengan hukuman pidana selama 16 tahun kurungan penjara, denda Rp 1 miliar dan subsider enam bulan lebih tinggi dari putusan hakim.

Dalam dakwaan JPU disebutkan, tedakwa ditangkap pada 6 Agustus 2017 di Komplek Aru Indah, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang. Terdakwa Abdul Halim ditangkap polisi berdasarkan informasi masyarakat.Dua hari sebelum penangkapan, polisi sudah mendapatkan informasi bahwa ada ganja yang masuk ke Padang dengan disertai ciri-ciri pelakunya.

Selanjutnya pada 6 Agustus 2017 tersebut polisi, melakukan pemantauan di tempat yang telah menjadi target. Polisi kemudian menemukan ciri-ciri pelaku di Komplek Aru Indah tersebut, sesuai dengan informasi yang diterima polisi.

Setelah berhasil, polisi mengamankan terdakwa beserta tas ranselnya. Di dalam tas ransel terdapat ada ganja sebanyak empat bungkus.Dari keterangan terdakwa ganja itu diperoleh dari Anto (DPO) yang berada di Ujung Gading, Pasaman. Rencananya, barang haram itu mau diantar terdakwa kepada Kiki (DPO) yang berada di Padang.

Tak hanya itu  terdakwa juga mendapatkan upah dari mengantarkan ganja itu ke Padang. Namun saat ditangkap, terdakwa belum menerima upah tersebut. Terdakwa juga mengaku baru sekali mengantarkan barang haram terbut. (h/mg-hen).

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]