Kasus Penipuan Sertifikat Redis di Silaut Pessel, Masyarakat Desak Kepolisian Menuntaskan


Rabu,06 Desember 2017 - 19:11:22 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Kasus Penipuan Sertifikat Redis di Silaut Pessel, Masyarakat Desak Kepolisian Menuntaskan Sulaiman (46), salah satu korban penipuan pembuatan sertifikat Redis di Kecamatan Silaut, Kabupaten Pessel. (Okis Mardiansyah

PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Sejumlah masyarakat di Nagari Sungai Sirah, Kecamatan Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), mengaku kecewa terkait lambatnya proses hukum oleh pihak kepolisian terhadap terlapor Syafrinal (50) dan Tamsir (30) sebagai penerima uang pendaftaran pengurusan sertifikat Redis (perkebunan) program tahun 2015.

Berdasarakan keterangan Sulaiman (46), kepada Haluan, ia selaku saksi korban bersama Pelapor Syahrial beserta dua orang saksi korban lainnya, yakni Romi dan Maradis, jauh hari sebelumnya sudah melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Lunang, kemudian atas desakan dari masyarakat selaku korban yang dirugikan, akhirnya berkas tersebut dilimpahkan ke Mapolres Pessel untuk segera ditindak lanjuti. Namun, hingga saat ini kata dia, masih belum menemui titik terang. 

"Ada sekitar 300 orang yang menjadi korban penipuan pembuatan sertifikat  Redis program tahun 2015 di daerah kami. Biayanya sampai 2 juta. Dengan rincian, untuk biaya pendaftaran sebesar Rp 500.000, pengukuran lahan ke lokasi Rp 800.000, kemudian untuk biaya pengeluaran sertifikat Redis sebesar Rp 700.000," terangnya. Rabu (6/12)

Dijelaskannya, terkait pengurusan sertifikat Redis tersebut, sebelumnya Wali Nagari Sungai Sirah Silaut, Kamarul, mengumumkan secara tertulis dikantor setempat, hal itu juga melalui kebijakan dari ketua KAN Dt. Muman Panduko Rajo. Namun, setelah sekian lama menunggu janji untuk mengeluarkan sertifikat Redis tak kunjung diterima masyarakat hingga saat ini. 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa,08 Mei 2018 - 12:05:50 WIB

    Kasus Kosmetik Ilegal di Padang Dilimpahkan ke Jaksa

    Kasus Kosmetik Ilegal di Padang Dilimpahkan ke Jaksa PADANG, HARIANHALUAN.COM – Pihak Kejaksaan Tinggi Sumbar menyebutkan proses pelimpahan berkas kasus dugaan distribusi kosmetik ilegal yang diungkap beberapa waktu lalu akan memasuki proses tahap II. Kasus ini terungkap sete.
  • Rabu,18 April 2018 - 20:06:00 WIB

    Polda Sumbar Ungkap 7 Kasus Narkoba, Tersangkanya dari Sopir Angkot Hingga Tukang Ojek

    Polda Sumbar Ungkap 7 Kasus Narkoba, Tersangkanya dari Sopir Angkot Hingga Tukang Ojek PADANG, HARIANHALUAN.COM -  Dalam dua pekan terakhir, jajaran kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat ungkap 7 kasus narkoba dengan 11 orang tersangka dengan barang bukti 12 kg ganja dan 30,67 gram sabu..
  • Kamis,29 Maret 2018 - 10:36:00 WIB

    Berkas Kasus Besi Banci Lengkap

    Berkas Kasus Besi Banci Lengkap PADANG, HARIANHALUAN.COM – Kasus dugaan perdangangan besi beton yang tidak memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) dinyatakan lengkap oleh jaksa. Kasus ini mulanya ditangani jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit.
  • Rabu,07 Maret 2018 - 16:58:08 WIB

    Kasus Bentrok Berdarah, Oknum Anggota DPRD 50 Kota Dituntut 14 Tahun Penjara

    Kasus Bentrok Berdarah, Oknum Anggota DPRD 50 Kota Dituntut 14 Tahun Penjara LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM—Oknum anggota DPRD 50 Kota, Tedi Sutendi, yang menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan di wilayah Taram 12 September 2017, dituntut 14 tahun penjara di Pengadilan Negeri Tanjung Pati, Rabu (.
  • Selasa,20 Februari 2018 - 09:54:38 WIB

    Kasus SPj Fiktif Diduga Punya Sutradara

    Kasus SPj Fiktif Diduga Punya Sutradara PADANG, HARIANHALUAN.COM – Kuasa hukum Yusafni Ajo, terdakwa korupsi  Rp62 miliar meyakini ada pihak lain yang terlibat dalam kasus yang menjerat kliennya. Dugaan itu disampaikan dalam persidangan lanjutan yang digelar, Se.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM