Gagal Urus Visa, Pejabat Sumbar Batal ke Belanda


Kamis,07 Desember 2017 - 10:50:09 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Gagal Urus Visa, Pejabat Sumbar Batal ke Belanda Bendera Belanda

PADANG, HARIANHALUAN.COM--Tim Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan DPRD Sumatera Barat (Sumbar)  batal pergi ke Belanda pada tahun ini. Sedianya, mereka berangkat ke Belanda pada 3--9 Desember untuk menjemput kopian atau memfoto naskah kuno Minangkabau.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar, Alwis, mengatakan, rombongan pemerintahan Sumbar tidak jadi pergi ke Belanda karena masalah visa. Untuk mengurus visa, pihaknya menyerahkan pengurusannya kepada agen perjalanan. Namun, agen perjalanan tersebut gagal mengurus visa rombongan pemerintahan Sumbar yang hendak ke Belanda.  "Mungkin agen perjalanannya kurang profesional," ujarnya, Rabu (6/12).

Karena batal berangkat pada tahun ini, Alwis akan mengupayakan rombongannya berangkat pada tahun depan dengan mengusulkan anggarannya kepada DPRD Sumbar.  Alwis menjelaskan, pihaknya ingin pergi ke Belanda untuk menjemput kopian atau memfoto naskah kuno Minangkabau, yakni naskah Tuanku Imam Bonjol; dan menjemput dokumen pendukung naskah tersebut. 

"Selain itu, untuk studi banding. Kami ingin mempelajari cara merawat naskah kuno dan apa saja yang dibutuhkan untuk merawatnya karena sangat terbuka peluang untuk membawa naskah asli Tuanku Imam Bonjol ke Sumatra Barat. Kami juga akan melihat cara perpustakaan menata dan mengarsipkan buku dan naskah karena ini sesuai dengan tugas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan," tuturnya.

Untuk maksud itu, Alwis akan berangkat ke Belanda dengan membawa seorang kepala bidang pada dinasnya dan seorang ahli filologi. Untuk mendukung kegiatan itu, pihaknya meminta dukungan DPRD Sumbar, khususnya Komisi V, mitra Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Selain itu, pihaknya mengajak perwakilan dari Pemkab Pasaman karena Tuanku Imam Bonjol merupakan tokoh dari Pasaman.

Sebelum dinyatakan batal, rencana keberangkatan ke Belanda ditentang banyak pihak. Selain dianggap hanya membuang-buang biaya, pejabat yang ke sana hanya untuk menjepret naskah kuno, bukan membawanya. Menurut filolog (ahli filologi), rombongan pemerintahan dari Sumbar tidak perlu pergi ke Belanda jika hanya untuk mengambil kopian naskah tersebut dari Belanda.

Filolog asal Indonesia yang mengajar di Universitas Leiden, Suryadi, menilai, kepergian rombongan pemerintahan Sumbar ke Belanda tidak efektif karena kopian naskah itu bisa dikirim dari Belanda ke Sumbar. Kalau pun pergi ke Belanda, Pemprov Sumbar cukup mengirimkan dua orang perwakilan untuk mengambil kopian itu ke Belanda. Di antara perwakilan yang pergi itu pun harus ada yang memahami filologi atau naskah kuno.

“Yang jelas, naskah Tuanku Imam Bonjol ini tidak bisa dibawa ke Indonesia karena naskah ini milik Pemerintah Belanda. Kalaupun bisa, harus ada persetujuan kedua negara. Yang bisa dilakukan adalah membawa bentuk reproduksinya, bisa berbentuk kopian atau foto. Sebagai filolog, saya bisa memfotokopi atau memfoto naskah itu apabila Pemprov Sumbar meminta bantuan saya untuk mengirim naskah itu dari Belanda ke Sumbar,” ujar pria asal Pariaman di Belanda itu.

Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik asal Universitas Negeri Padang, Mohammad Isa Gautama, menilai, keberangkatan rombongan Pemerintahan Sumbar ke Belanda untuk menjemput kopian naskah Tuanku Imam Bonjol bukan hanya tidak efektif, tetapi merupakan perbuatan konyol dan sia-sia. Menurutnya, keberadaan urang awak di Leiden, yakni Ajo Suryadi, yang memahami naskah kuno, bisa dimanfaatkan untuk mengirimkan naskah tersebut ke Sumatra Barat, baik melalui jasa pengiriman maupun melalui teknologi digital.

“Keberangkatan mereka ke Belanda sepertinya lebih bisa dikatakan sebagai pelesiran dan menghabiskan anggaran akhir tahun. Lebih baik dana itu digunakan untuk program strategis untuk kepentingan masyarakat,” tuturnya. (h/dib)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu,23 November 2016 - 18:41:27 WIB

    Waduh! Pembangunan Shelter dan Jalur Evakuasi Tsunami Terancam Gagal

    Waduh! Pembangunan Shelter dan Jalur Evakuasi Tsunami Terancam Gagal PADANG, HALUAN – Pembangunan shelter dan jalur evakuasi tsunami tahun 2017 di Sumbar terancam gagal. Hal ini disebabkan karena anggaran untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dikurangi. .
  • Jumat,14 Oktober 2016 - 01:26:20 WIB
    KEMARAU PANJANG PUKUL PETANI

    1.530 Ha Sawah Terancam Gagal Panen

    1.530 Ha Sawah Terancam Gagal Panen LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Ribuan hektare lahan sawah di hampir 79 nagari di kabupaten Limapuluh Kota, terancam gagal panen..
  • Sabtu,03 September 2016 - 16:21:32 WIB

    Tahun ini, Ratusan PNS di Sumbar Gagal Naik Pangkat

    Tahun ini, Ratusan PNS di Sumbar Gagal Naik Pangkat PADANG, HALUAN—Ratusan PNS di Sumbar gagal naik pangkat tahun ini. Dari catatan yang ada, pihak terkait mengusulkan 1.344 PNS untuk naik pangkat. Sayangnya, dari jumlah sebanyak itu, ada 255 PNS yang gagal naik pangkat. Mer.
  • Rabu,03 Agustus 2016 - 11:05:30 WIB

    Kota Pariaman Gagal Lagi Raih Adipura

    PARIAMAN, HALUAN — Kota pariaman, gagal lagi meraih Adipura tahun 2016, dengan kegagalan tersebut sudah tiga kali kota ini tak bisa meraih supremasi lambang kota terbersih tersebut sejak tahun 2014..
  • Selasa,14 Juni 2016 - 16:30:14 WIB
    Diserang Hama Tikus

    Ratusan Hektare Sawah di Pasaman Terancam Gagal Panen

    Ratusan Hektare Sawah di Pasaman Terancam Gagal Panen PASAMAN, HALUAN -- Diserang hama tikus, ratusan hektar sawah di dua kecamatan, yakni Padanggelugur dan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman, terancam gagal panen..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM