JURU SITA ANGGAP TITIK DAN BATAS TIDAK JELAS

Eksekusi Lahan Basko Ditangguhkan


Kamis, 07 Desember 2017 - 12:36:41 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Eksekusi Lahan Basko Ditangguhkan Suasana saat eksekusi lahan di kompleks basko grand mall ditangguhkan, Rabu (7/12). Ilham

“Setahu kami yg bersengketa adalah PT BMP. Tapi, objek yang diukur ini telah bersertifikat atas nama H Basrizal Koto. Bukan atas nama PT BMP. Setelah saya koordinasikan dengan Ketua PN, eksekusi kami tangguhkan,” Hendri, Juru Sita PN Padang.

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Pagi Rabu (6/12), suasana di Kompleks Basko Grand Mall berbeda dari biasanya. Ratusan polisi lengkap dengan tameng dan pentungan berjejer. Satu unit alat berat juga tampak siaga. Seratusan karyawan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre II Sumbar juga beramai-ramai datang. Personil sebanyak itu didatangkan hanya untuk mengamankan rencana eksekusi lahan yang akan dilakukan Pengadilan Negeri (PN) Padang. Namun, eksekusi tak jadi dilaksanakan. Ditangguhkan, karena tidak jelasnya titik dan batas lahan yang akan dieksekusi.

Jalan Hamka yang kesehariannya memang ramai, macet seiring berbondong-bondongnya aparat ke Kompleks Basko Grand Mall. Suasana kian ramai dengan karyawan PT KAI, yang datang dengan menggunakan kereta api. Secara detail, ada 600 personel pengamanan yang dikerahkan. Pengamanan yang diterapkan seolah akan ada kerusuhan yang akan terjadi dalam kegiatan tersebut. Padahal, dari pihak Basko Grup, hanya lima orang yang hadir tanpa ada keinginan untuk melawan, atau melakukan tindakan yang dapat membuat kisruh.

Kasat Sabhara Polresta Padang, Kompol Sigit tampak paling sibuk. Lewat pengeras suara, dia berteriak-teriak member intruksi. Sejumlah personil kepolisian yang datang tanpa menggunakan helm dan tameng dihardiknya.

“Pulang saja kalian. Bagi yang tidak memakai atribut, pulang saja. Jangan di sini,” teriak Sigit. Sejumlah polisi yang ada dalam barisan langsung berbalik dan berpisah dari barisan.

Kompol Sigit juga menyuruh sejumlah karyawan PT KAI untuk keluar dari areal Basko Grand Mall. “Pihak-pihak yang tidak berkepentingan segera keluar dari lokasi. Kalau tidak mau keluar, saya yang akan mengeluarkan,” gertak Sigit, yang membuat ciut.

Persiapan eksekusi dimulai sejak pagi sekira pukul 08.30 WIB, Rabu (6/12). Ratusan personil pengamanan yang merupakan tim gabungan dari Polresta Padang, Polda Sumbar, TNI, dan pihak pengamanan PT KAI, sudah tiba di lokasi, dan mulai mengatur barisan untuk mengamankan jalannya eksekusi. Sementara, dari pihak Basko Grup, hanya lima orang perwakilan yang datang.

Tampak hadir tim eksekusi PN Padang dipimpin Hendri selaku juru sita, lima perwakilan dari pihak H Basrizal Koto didampingi kuasa hukum Feri A Siregar, dan ratusan pejabat dan karyawan PT KAI Divre Sumbar didampingi Lusda Astri & tim selaku kuasa hukum. Sedangkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) selaku pihak yang berwenang melakukan pengukuran di atas tanah dan menunjukkan batas jelang eksekusi, hingga eksekusi ditangguhkan tidak muncul ke lapangan dengan alasan yang belum terkonfirmasi.

Pantauan Haluan, sembari menunggu kehadiran pihak BPN, juru sita PN Padang mempersilakan PT KAI yang ingin menunjukkan titik dan batas mana yang hendak dieksekusi, berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) RI Nomor 604 L/Pdt/2014 tanggal 12 November 2014. PT KAI mengawali dengan mengeluarkan Groonkaart 1888, yang dianggap mereka sebagai bukti kepemilikan atas objek yang akan dieksekusi.

 “Kalau bisa mengukur yang 2.116 meter persegi itu dengan dasar Groonkaart, ya kami silakan. Tapi kewenangan pengukuran itu ada di BPN. Pengadilan harus detil terkait objek sebelum dieksekusi. Kami minta pengukuran dari arah selatan, untuk mencocokkannya dengan putusan MA,” kata Hendri kepada pihak PT KAI yang tengah mempersiapkan pengukuran.

Pengukuran dimulai dari titik paling Selatan, dari tepi sungai hingga ke lokasi parkiran kendaraan roda dua, dilanjutkan ke lokasi bassement parkir kendaraan roda empat, dan diakhiri ke utara hingga besi portal yang telah lama dipancang PT KAI persis di bekas pintu masuk parkiran Basko Hotel dan Basko Grand Mall.

Setelah pengukuran dilakukan dan ditetapkan objek yang dimaksud PT KAI, juru sita kemudian meminta informasi kepada pihak Basko mengenai status tanah yang telah diukur tersebut. Pihak Basko pun menunjukkan beberapa copy sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB), termasuk SHGB Nomor 200, 201, dan 205 yang berada di atas tanah yang diklaim PT KAI sebagai aset perkeretaapian dengan dasar Groonkaart 1888 tersebut.



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 04 Mei 2018 - 10:34:45 WIB

    Tolak Eksekusi, Warga Ini Hadang Polisi

    Tolak Eksekusi, Warga Ini Hadang Polisi PADANG, HARIANHALUAN.COM —Puluhan warga dari kaum Suku Balai Mansiang menutup akses jalan dari Simpang Gia menuju Komplek Parupuak Tabiang dan Asrama Haji, Kecamatan Koto Tangah, Kamis (3/5). Penutupan jalan ini terkait ak.
  • Kamis, 01 Maret 2018 - 10:04:13 WIB

    Dipicu Eksekusi Lahan, Polisi dan Petani Bentrok di Pessel

    Dipicu Eksekusi Lahan, Polisi dan Petani Bentrok di Pessel PADANG, HARIANHALUAN.COM – Data yang dikumpulkan Haluan, dari belasan yang terluka, lima orang petani sempat dilarikan ke rumah sakit karena terluka saat terlibat kericuhan dengan aparat kepolisian dari Polres Pessel. Polis.
  • Kamis, 01 Februari 2018 - 23:41:01 WIB

    Kunjungi Basko Mall dan Hotel, Fadli Zon: Eksekusi Jangan Matikan Usaha Masyarakat

    Kunjungi Basko Mall dan Hotel, Fadli Zon: Eksekusi Jangan Matikan Usaha Masyarakat PADANG, HARIANHALUAN.COM – Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Politik dan Keamanan (Korpolkam) Fadli Zon menilai, langkah Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Fakhrizal bersama Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim, yang memint.
  • Kamis, 25 Januari 2018 - 09:20:33 WIB

    Eksekusi Patut Pertimbangkan Pihak Ketiga

    Eksekusi Patut Pertimbangkan Pihak Ketiga PADANG, HARIANHALUAN.COM – Sudah menjadi karakter perkara perdata untuk tunduk pada kehendak para pihak. Sehingga memungkinkan sebuah putusan berujung musyawarah antara pihak yang bersengketa, atau berujung pada eksekusi a.
  • Rabu, 24 Januari 2018 - 09:35:55 WIB

    Eksekusi di Lahan Basko Tanpa Alat Berat

    Eksekusi di Lahan Basko Tanpa Alat Berat PADANG, HARIANHALUAN.COM – Selasa (23/1), merupakan hari terakhir pelaksanaan eksekusi. Semuanya berjalan dengan tenang. Tak ada kisruh. Petugas melakukan pemagaran dengan pengawalan pihak kepolisian. Pihak Basko tidak bany.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM