Masa Rawan Hingga Januari, Sumbar Dihantui Bencana


Rabu, 13 Desember 2017 - 09:18:16 WIB
Masa Rawan Hingga Januari, Sumbar Dihantui Bencana Sceenshot

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Masyarakat Sumatra Barat diminta terus mewaspadai potensi bencana yang disebabkan curah hujan disertai angin kencang. Ancaman bencana merata di seluruh kabupaten/kota di provinsi ini.

Meskipun beberapa hari belakangan intensitas hujan tinggi cenderung “istirahat”, tapi potensi intensitas tinggi diperkirakan tetap berlangsung hingga akhir Januari tahun depan. Terutama di daerah-daerah yang berada di kawasan Pesisir Pantai. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) BPBD Sumbar Rumainur kepada Haluan mengatakan, pihaknya terus meningkatkan kesiagaan atas potensi bencana yang bisa terjadi disebabkan tingginya curah hujan.

Baca Juga : Diduga Jadi Korban Pengeroyokan, Seorang Polisi Meninggal di Trotoar

Ia meminta agar seluruh pihak terus menjalankan intruksi sesuai surat edaran gubernur Sumbar terkait kewaspadaan.

“Potensi bencana longsor dan banjir bandang bisa dibilang merata terjadi di seluruh Sumbar karena kontur tanah di Sumbar terbilang ekstrim. Bahkan di daerah yang sebelumnya tidak punya riwayat longsor yang serius, seperti Sawahlunto, malah kejadian longsor di perbatasannya dengan Solok,” kata Rumainur.

Baca Juga : Edarkan Narkoba, Oknum ASN Lapas Bukittinggi dan Tiga Rekannya Diciduk

Ia menambahkan, potensi bencana longsor karena curah hujan masih tetap tinggi di daerah seperti Kabupaten Agam, Solok Selatan, Solok, Limapuluh Kota, dan Pasaman Barat. Sedangkan untuk kawasan perkotaan, memang potensi longsor lebih kecil. Hanya saja, masyarakat perkotaan tetap diminta untuk tidak lengah.

“Untuk pencegahannya bukan ke cuacanya, tapi ke pencegahan banjir bandangnya itu. Sudah ada kesepahaman antara provinsi dengan seluruh kabupaten/kota. Surat edaran gubernur juga secara jelas mengintruksikan bagaimana seluruh pihak terkait di kabupaten/kota mengantisipasi kejadian banjir bandang,” katanya lagi.

Baca Juga : Lagi! TKI Disiksa di Malaysia, Gaji 5 Tahun tak Dibayar

Di antara intruksi tersebut, paparnya, seluruh pihak mulai dari pemerintah, masyarakat, dan pengusaha, diminta untuk kritis melihat kemungkinan genangan air di hulu sungai dan di bendungan alam. Sebab, bisa saja air tergenang karena adanya kayu roboh alami, dan bisa juga karena adanya bekas penebangan.

“Kalau ada kayu di hulu sungai, itu harus segera dibersihkan, karena kalau curah hujan tinggi dan kayu itu menyebabkan air tergenang, maka saat ia tak mampu menampung air, itu akan sangat membahayakan,” tukuknya.

Baca Juga : Minggu Dini Hari, Ratusan Pemuda Bersenjata Terlibat Tawuran di Medan

Di sisi lain, Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi BMKG Minangkabau Budiman Samiaji mengatakan, saat ini intensitas hujan tinggi cenderung “istirahat” di hampir seluruh Sumbar. Namun, ia memprediksi curah hujan akan kembali tinggi menjelang malam natal.

“Setelah natal itu berpotensi menurun lagi intensitasnya sampai tahun baru. Setelah tahun baru sampai akhir Januari diprediksi intensitas hujan meningkat lagi. Dan itu merata di seluruh Sumbar, tapi lebih ekstrim di kawasan Pesisir Pantai dan Kepulauan Mentawai,” kata Budiman.

Sedangkan untuk daerah lain, seperti di Padang Panjang, Solok, Bukittinggi, dan sekitarnya, diperkirakan hanya akan mendapatkan hujan luasan dari kawasan pesisir pantai. Artinya, awan-awan hujan dari kawasan pesisir tertiup angin ke daerah-daerah tersebut, sehingga juga terjadi hujan dengan intensitas yang cukup tinggi di kawasan tersebut.

Faktor hujan luasan ke daerah selain kawasan pesisir pantai, lanjut Budiman, juga dipengaruhi prediksi angin kencang yang kembali menyertai hujan. Namun, kecepatan angin diprediksi tidak seekstrim angin kencang pada periode Oktober-November lalu. Artinnya, angin tidak bertiup terus-menerus dan tidak begitu agresif. “Oleh karena itu kami tetap imbau masyarakat tetap menjaga kewaspadaan, terutama masyarakat di kawasan pesisir pantai, dan kawasan selain pesisir pantai yang berpotensi terkena bencana akibat curah hujan tinggi,” pungkasnya.

Terakhir, banjir bandang yang menyapu Nagari Guguk Sarai, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok, Sabtu (9/12) malam. Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin menyebutkan, kerugian akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada sabtu malam itu ditaksir mencapai Rp14 miliar. Angka itu, kata Wabup dipicu oleh dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh terjangan banjir bandang. Selain menyapu puluhan hektare lahan pertanian warga yang siap panen, terjangan banjir dan longsor juga merusak infrastruktur seperti jaringan irigasi, jalan dan jembatan serta pulihan rumah warga. Disamping lahan pertanian, air yang datang begitu cepat juga mengakibatkan banyaknya barang elektronik,  kendaraan  dan peralatan rumah tangga lainnya milik warga yang tidak bisa diselamatkan dan terendam banjir.

Di Kecamatan X Koto Diatas, bencana tanah longsor juga merusak puluhan rumah warga, dua unit jembatan putus dan satu rusak parah. Tak hanya itu, musibah tersebut juga menyeret dua ekor ternak sapi dan sepeda motor milik warga. Untuk penanganan tanggap darurat pascabencana, kata wabup pihaknya akan segera mengkoordinasikan persoalan ini dengan pihak pemerintah provinsi Sumbar. (h/isq)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]