Pencuri Motor Rusak Jalani Persidangan


Rabu, 13 Desember 2017 - 09:57:26 WIB
Pencuri Motor Rusak Jalani Persidangan Ilustasi/Haluan

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Asrinal Azrul (32) terdakwa dalam kasus dugaan pencurian satu unit motor Satria Fu, dalam sidang dengan agenda pemeriksaan saksi. Jaksa Penuntut Umum (JPU) hadirkan saksi di Pangadilan Negeri (PN) kelas IA Padang , Selasa (12/12).

Saksi Bangkit Satria (19) yang merupakan pemilik motor Satria FU dengan nomor polisi BH 4045 UH mengatakan, motor milikinya tersebut dalam kondisi rusak dan terparkir di teras kosnya di kawasan Marapalam Padang.

Baca Juga : Waduh! Putin Murka, 10 Diplomat AS 'Diusir' dari Rusia

“Pukul 7.30 WIB saya pergi kuliah, dan pada pukul 11.00 WIB sampi di kos motor saya sudah tidak ada lagi. Saya lakukan pencarian, namun tidak ditemukan. Setelah itu saya langsung lapor ke Polsek Lubeg terkait kehilangan motor tersebut,” kata Bangkit dipersidangan.

Dijelaskannya, satu bulan setelah itu ia diberitahu oleh polisi dari Polresta untuk melihat motor barang bukti yang sudah diamankan oleh polisi.

Baca Juga : Brutal! Aksi Penembakan Membabibuta Tewaskan Delapan Orang di Indianapolis AS

“orang poresta yang memberitahu kalau motor saya sudah ditemukan dan sekarang berada disana, setalah dicek ternyata motor tersebut benar milik saya,” ujar saksi Bangkit.

Selanjutnya, Saksi Nadia (18) yang merupakan pembeli dari motor tersebut mengatakan, ia memperoleh motor itu dengan cara membeli. Terdakwa mengatakan lagi butuh uang dan menjual motor tersebut seharga Rp1,5 juta.

Baca Juga : Pentagon Konfirmasi Kemunculan UFO, dari Bulat hingga Lonjong

“Saya tidak tahu kalau itu motor hasil curian, terdakwa bilang lagi butuh uang dan jual motor tersebut. untuk surat-suratnya terdakwa janji akan kasihkan kepada saya, namun tidak ada diberikannya,” kata Nadia yang dihadirkan sebagai saksi juga.

Terdakwa Asrinal Azrul membenarkan keterangan dari kedua saksi tersebut, ia mengaku melakukan perbuatan tersebut karena sedang membutuhkan uang untuk menafkahi keluarganya.

Baca Juga : Gawat! RS India Kewalahan Hadapi Ledakan COVID-19, Seranjang Ditempati 2 Pasien

“ya, motor itu saya jual ke Nadia, uangnya saya bagi dua dengan Momok (DPO). Uangnya saya gunakan untuk biaya dirumah,” kata terdakwa yang juga telah divonis 2,5 tahun dalam kasus ranmor pada Oktober lalu.

Sidang yang dipimpin oleh hakim ketua Syukri yang didampingi oleh hakim anggota Inna Herlina dan R Ari Muladi menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda tuntutan dari JPU.

Sebelumnya, dalam dakwan JPU Yuli Sildra pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang dikatakan berawal pada hari Selasa tanggal 23 Mei 2017, terdakwa bersama-sama dengan Momon Pgl Momok (DPO) selesai menurunkan barang dari atas kapal di Pelabuhan Muaro Padang, Momon Pgl Momok (DPO) mengatakan kepada terdakwa untuk pergi jalan.

Kemudian terdakwa dengan Momon pergi menggunakan sepeda motor milik Momon pergi Jalan Marapalam lndah IX No.16 RT 08 Rw 02 Keiurahan Kubu Marapalam Kecamatan Padang Timur Kota Padang.

melihat sepeda motor merk Suzuki Satria FU warna hitam dengan nomor polisi BH 4045 UH parkir di teras kos, kemudian Momon menghentikan sepeda motornya dan masuk kedalam perkarangan kos tersebut, sedangkan terdakwa tetap duduk di atas sepeda motor dengan mesin sepeda motor dalam keadaan hidup.

Tak lama kemudian Momon mendorong sepeda motor tersebut, lalu membawanya ke pelabuhan Muara Padang. Kemudian  motor tersebut dijual kepada Saksi Nadia seharga Rp1,5 Juta.

Akibat perbuatan terdakwa, korban dirugikan Rp20 juta, Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam pasal 362 KUHPidana.(h/mg-hen)

 

 

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]