8 Hektare Hutan TNKS Dirambah Oknum Masyarakat


Rabu, 13 Desember 2017 - 11:29:15 WIB
8 Hektare Hutan TNKS Dirambah Oknum Masyarakat Ilustasi/Haluan

PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Setidaknya sekitar 8 hektare hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Pessel dirambah oleh oknum masyarakat. Meski sudah mendapat pelarangan oleh wali nagari dan KAN setempat, aksi perusakan hutan tersebut masih berjalan, bahkan sudah satu bulan belakangan terjadi.

Salah seorang tokoh masyarakat Koto Panjang, Zulkifli di Painan, Selasa (12/12) membenarkan adanya aktifitas perusak hutan TNKS tersebut. Padahal pada areal daerah yang dirusak itu merupakan sumber air bersih bagi masyarakat Nagari Tigo Sakoto yang berasal dari air terjun Putri Bungsu. Teguran secara lisan juga sudah dilakukan oleh KAN, namun tidak digubris oleh oknum warga yang berencana akan membuka lahan perkebunan di kawasan hutan larangan tersebut.

Baca Juga : Hilang Kontak di Laut Bali, Kapal Selam KRI Nanggala 402 Belum Ditemukan

Ketua KAN Nagari Taluk Tigo Sakato, Kecamatan Batang Kapas, Jafri Dt Rajo Gamuyang ketika dikonfirmasikan mengatakan, pada daerah yang dirusak tersebut memiliki historis yang dilestarikan oleh masyarakat yaitu, Putri Bungsu. Daerah tersebut seharusnya tidak boleh ditebang atau bahkan dirusak oleh siapapun.

Menurutnya, upaya untuk mengantisipasinya, KAN bersama wali nagari, Polri dan pihak TNKS Pessel tidak membenarkan adanya aksi penebangan kayu di kawasan hutan TNKS di daerah tersebut. Para pelaku sudah dipanggil dan membuat surat teguran, kemudian aksi perambahan tersebut sempat terhenti beberapa bulan, namun kini kembali beraktifitas lagi.

Baca Juga : Kasus Pembangunan Ruko, Pihak Pengembang Diduga Langgar Garis Sempadan

Jafri Dt Rajo Gamuyang memberikan peringatan keras kepada oknum masyarakat yang berani melakukan perusakan hutan TKNS agar aktifitas tersebut segera dihentikan. Bila masih ada yang melakukan akan berhadapan dengan hukum yang berlaku.

Kepala TNKS Pessel, Syahyudin mengatakan, sebelumnya sudah dilakukan survey ke lapangan bersama Polsek Batang Kapas, wali nagari dan KAN. Ternyata hutan yang rusak dan dirambah oleh oknum masyarakat tersebut masuk dalam koordinat kawasan hutan TNKS Pessel.

Baca Juga : Penerapan WBK dan WBB Dicanangkan Lanud Hang Nadim Batam

“Kita berharap agar tidak ada lagi aktifitas perusakan hutan TNKS Pessel agar keselamatan kehidupan masyarakat bisa terjaga. Perambahan hutan larangan tersebut jelas bertentangan dengan hukum yang belaku,” tegasnya. (h/mjn)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]