DAKWAAN BELUM SIAP, PENAHANAN DIPERPANJANG

Yusafni “Dikeroyok” Sebelas Jaksa


Jumat, 15 Desember 2017 - 09:56:28 WIB
Yusafni “Dikeroyok” Sebelas Jaksa Dokumentasi Haluan

“Ada sebelas orang jaksanya. Ada jaksa dari Kejagung RI, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar, dan Kejari Padang. Kasusnya ditangani oleh Bareskrim, makanya Kejagung juga terlibat” Munandar, Kasipidsus Kejari Padang.

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Penahanan tersangka dugaan korupsi puluhan miliar dengan modus pembuatan Surat Pertanggungjawaban (SPj) fiktif, Yusafni Ajo diperpanjang oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Perpanjangan dilakukan karena berkas dakwaan yang akan menjadi langkah awal penuntutan Yusafni di pengadilan, belum tuntas digarap oleh JPU, yang berjumlah sebelas orang.

Baca Juga : Sri Mulyani: Joe Biden Bawa Harapan Pemulihan Ekonomi Dunia

Perpanjangan penahanan Yusafni dibenarkan Kepala Seksi Pidana khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang, Munandar. “Memang masa penahanannya diperpanjang selama 21 hari, karena penyusunan dakwaan belum siap. Nanti jika tuntas, langsung diregistrasi ke Pengadilan Tipikor Padang, agar yang bersangkutan segera menjalani persidangan untuk mendapatkan kepastian hukum, atas perbuatan yang dilakukannya,” terang Munandar, Kamis (14/12) siang.

Secara detail disebutkan Munandar, perpanjangan penahanan diberlakukan sejak Rabu kemarin. “Penahanan awal selama 21 hari, ternyata dakwaan belum siap. Diperpanjang lagi. Hal ini biasa, dan diatur dalam undang-undang. Berkemungkinan, dalam periode perpanjangan penahanan sekarang, dakwaan tuntas,” sebut Munandar.

Baca Juga : Pelantikan Presiden AS, Jokowi Ucapkan Selamat pada Joe Biden

Dalam kasus ini, ada sebelas orang jaksa yang terlibat dalam pembuatan dakwaan. Merekalah nantinya yang akan “mengeroyok” Yusafni di persidangan. “Ada sebelas orang jaksanya. Ada jaksa dari Kejagung RI, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar, dan Kejari Padang. Keterlibatam Kejagung RI karena kasusnya kan  ditangani oleh Bareskrim, makanya Kejagung juga terlibat,” beber Kasipidsus.

Yusafni sendiri terancam hukuman berat. Selain dijerat dengan Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi, dia juga dikenai Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). “Pasalnya berlapis, termasuk Pasal 3 UU TPPU. Ancaman hukumannya juga di atas lima tahun penjara," kata Munandar yang juga salah satu tim jaksa dalam kasus ini.

Baca Juga : Joe Biden Wajibkan Pemakaian Masker di Semua Gedung Federal

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]