Sumbar Kekurangan Pakar Mikrolinguistik Bahasa Minang


Jumat, 29 Desember 2017 - 09:17:48 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Sumbar Kekurangan Pakar Mikrolinguistik Bahasa Minang Ilustasi.NET

PADANG, HALUAN—Pakar bahasa dari Universitas Negeri Padang (UNP), Profesor Jufrizal, menyatakan, Sumatra Barat (Sumbar) kekurangan pakar mikrolinguistik (fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik) bahasa Minangkabau. Menurutnya, hal itu berpengaruh terhadap tidak tergalinya bahasa Minang secara linguistik (ilmu bahasa).

Sepengetahuan Jufrizal, saat ini, pakar mikrolinguistik bahasa Minang di Sumbar tidak sampai berjumlah sepuluh orang, yakni ia dan Prof. Ermanto Tolantang (UNP); Dr. Yusdi, Prof. Nadra, Dr. Lindawati, dan Dr. Rina Marlita (Universitas Andalas); dan Dr. Yetti Morelen (Universitas Bung Hatta).

“Sumatra Barat butuh peneliti mikrolinguistik. Kebutuhan peneliti mikrolingustik paling mendasar adalah untuk kajian fonologi. Saat ini, tidak peneliti mikrolinguistik yang sampai doktor di Sumbar. Dulu ada, tetapi sudah meninggal dunia. Kajian morfologi juga butuh. Saat ini, doktor morfologi hanya Dr. Ermanto dan Dr. Linda. Sementara itu, doktor sintaksis ada saya dan Dr. Yusdi. Adapun untuk kajian semantik, belum ada doktornya di Sumbar. Peneliti kajian semantik yang ada saat ini di Sumbar hanya sekadar bisa,” ujar Jufrizal di Gedung Fakultas Bahasa dan Sastra UNP, Kamis (28/12).

Penyebab kurangnya pakar mikrolinguistik bahasa Minang di Sumbar, menurut Jufrizal, tidak tertariknya dosen linguistik mempelajari mikrolinguistik. Ia berpendapat, peneliti linguistik di Sumbar tidak tertarik menyelidiki fitur-fitur kecil dari bahasa seperti yang terdapat pada kajian mikrolinguistik.

“Sumbar punya banyak peneliti makrolingustik bahasa Minang. Para peneliti linguistik di Sumbar lebih suka meneliti yang besar-besar, seperti analisis wacana, pragmatik, etnolinguistik, antropolinguistik, dan kajian makrolinguistik lainnya. Mereka menganggap bahasa hanya alat komunikasi, padahal bahasa adalah salah satu alat komunikasi, yang kebetulan paling canggih. Padahal, bahasa memiliki empat lapisan, yakni bentuk, makna, fungsi, dan nilai. Apabila salah satu unsur tersebut kurang, kuranglah unsur bahasa tersebut,” tutur guru besar linguistik di UNP itu.

Peneliti linguistik di Sumbar, kata Jufrizal, cenderung menyukai penelitian fungsi bahasa, seperti sosiolinguistik (fungsi bahasa di tengah masyarakat), antropolinguistik (fungsi bahasa di tengah budaya), dan etnolinguisik (fungsi bahasa di tengah suku bangsa).

Jufrizal menilai, kurangnya peneliti mikrolinguistik bahasa Minang berpengaruh terhadap tidak tergalinya bahasa Minang secara linguistik, dengan kata lain, tidak tergalinya sifat perilaku ketatabahasaan bahasa Minang. Sebagai akibatnya, penelitian bahasa Minang secara ilmiah jauh tertinggal daripada penelitian bahasa daerah lainnya.

“Contohnya, masalah negasi dalam bahasa Minang. Masalah negasi belum ada doktornya di Sumbar. Penelitinya baru pada tararan S-2. Misalnya, indak ado do. Kenapa ada do sebagai negasi di sana? Belum ada yang meneliti itu dengan tuntas hingga kini,” ucapnya.

Sebagai solusinya, agar lahir pakar mikrolinguistik bahasa Minang, Jufrizal menyarankan program studi bahasa di perguruan-perguruan tinggi di Sumbar mengajak mahasiswa untuk mempelajari teori linguistik yang berkembang. Selain itu, menurutnya, agar lahir peneliti mikrolinguistik, dosen dan mahasiswa jurusan bahasa harus memiliki pandangan yang sama bahwa yang sulit itu merupakan sesuatu yang relatif.

“Selama ini, banyak orang menganggap mikrolinguistik itu sulit. Karena itu, mereka mengambil kajian makrolinguistik, yang menurut mereka lebih mudah daripada kajian mikrolinguistik,” katanya.

Jufrizal merupakan peneliti linguistik yang tesis dan disertasinya tentang bahasa Minang. Ia mengambil gelar magister dan doktor di Universitas Udayana, Bali. Tesisnya berjudul Morfofonemik Bahasa Minangkabau Dialek Padang Area, sedangkan disertasinya berjudul Struktur Argumen dan Aliansi Gramatikal Bahasa Minangkabau. Ia juga telah menerbitkan dua buku tentang bahasa Minang, yakni Tatabahasa Bahasa Minangkabau: Deskripsi dan Telaah Tipologi Linguistik (UNP Press, 2012), dan Tipologi Gramatikal Bahasa Minangkabau: Tataran Morfosintaksis (UNP Press, 2007). (h/dib)

 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 11 November 2018 - 18:19:43 WIB

    Disdik Sumbar Targetkan 90 Persen SLTA Laksanakan UNBK

    Disdik Sumbar Targetkan  90 Persen SLTA  Laksanakan UNBK PADANG, HARIANHALUAN.COM-Berbagai upaya terus dilakukan menjelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang untuk Sumbar ditargetkan minimal 90 persen..
  • Sabtu, 29 September 2018 - 16:14:52 WIB

    Stand  SMK  Kesehatan Genus  Terbaik Tingkat  Sumbar

    Stand  SMK  Kesehatan Genus  Terbaik Tingkat  Sumbar PADANG, HARIANHALUAN.COM-Stand  SMK Kesehatan Gema Nusantara (SMK Genus) Bukittinggi keluar sebagai stand  terbaik pada Gebyar Pendidikan SMK,SMA dan  SLB  Se Sumatera  Barat tahun 2018..
  • Senin, 17 September 2018 - 14:31:34 WIB

    ICBS Juara Umum MTQ Tingkat SMP se-Sumbar

    ICBS Juara Umum MTQ Tingkat SMP se-Sumbar PAYAKUMBUH,HARIANHALUAN.COM- Siswa Insan Cendekia Boarding School (ICBS) Payakumbuh kembali menorehkan prestasi. Pada ajang MTQ tingkat Sumbar yang digelar oleh SMAN 1 Sumatera Barat di Kota Padang Panjang, Sabtu (15/9), SMP .
  • Selasa, 14 Agustus 2018 - 10:17:48 WIB

     Putri Maya Desti, Guru Berprestasi Wakili Sumbar ke Tingkat Nasional 

     Putri Maya Desti, Guru Berprestasi Wakili Sumbar ke Tingkat Nasional   BUKITTINGGI, HARIANHALUAN— SDN 01 Benteng Pasar Atas terus menorehkan prestasi, baik tingkat kota, provinsi, maupun nasional. Selama 2017, murid dan guru sekolah itu meraih 13 prestasi. Pada level nasional, seorang guru d.
  • Selasa, 07 Agustus 2018 - 21:16:33 WIB

    Sumbar Rawan Gempa, ITP Siap Ciptakan Alat Cetak Batu Bata SNI

    Sumbar Rawan Gempa, ITP Siap Ciptakan Alat Cetak Batu Bata SNI PADANG, HARIANHALUAN.COM - Sumatera Barat (Sumbar) masuk kawasan rawan bencana, terutama bencana gempa. Dari segi bangunan diperlukan bahan baku yang mempunyai standar untuk antisipasi goncangan gempa..

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM