Ratusan Ribu Warga Padang Miskin


Jumat, 05 Januari 2018 - 00:27:17 WIB
Ratusan Ribu Warga Padang Miskin PEMUKIMAN KUMUH--Seorang anak melintas di jembatan kayu, di kawasan Purus 3, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Kamis (4/12). Basis Data Terpadu (BDT) Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) 2017, dari 914.908 jumlah penduduk Padang, sebanyak 237.328 tergolong miskin. Irham

 

Basis Data Terpadu (BDT) Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) 2017, dari 914.908  jumlah penduduk Padang, sebanyak 237.328 tergolong miskin. Jumlah tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2016 yang hanya 234.486 jiwa. Berbagai pembangunan yang dilakukan rupanya belum menyentuh ke sisi kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga : Hadiri Wirid di Perumda AM Padang, Hendri Septa Ajak Tingkatkan Kepedulian

PADANG, HARIANHALUAN.COM— Data itu untuk tahun 2017. Jika dibandingkan dengan data 2016, kenaikannya mencapai 2.842 jiwa. Kepala Dinas Sosial Kota Padang Amasrul melalui Staf data kemiskinan Frinda Lusia saat ditemui Haluan, Rabu (3/1) menyebut, data itu diperoleh dari kementerian langsung.

Dirincikan Frinda, data tersebut diperoleh berdasarkan Keputusan Menteri Sosial  (Kepmensos) nomor 146 tahun 2013 tentang Penetapan Kriteria dan Pendataan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu. Ada 11 indikator, orang yang dikatakan fakir miskin dan tidak mampu. “Salah satunya, tidak mempunyai sumber mata pencarian  atau mempunyai sumber mata pencaharian tetapi tidak mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan dasar,” rinci Frida.

Baca Juga : Pemko Padang Gelar Bimtek PPRG Tahun 2021

Berdasarkan data itu, dari 237.328 jiwa penduduk miskin, Kecamatan Koto Tangah yang paling banyak mencapai 47.831 jiwa. Kemudian, Kecamatan Kuranji 37.103 jiwa, disusul dengan Kecamatan Lubuk Begalung 28.204 jiwa.

Disebutkan Frinda, masyarakat miskin tersebut diberikan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) senilai Rp110 ribu setiap bulan. Selain itu juga diberikan program perlindungan sosial (PKH), dan penerima bantuan iuaran jaminan kesehatan nasional (PBI-JKN). “Rp110 ribu tersebut diberikan dalam bentuk beras, minyak dan sembako lain. Bukan dalam bentuk uang,” jelas Frinda.

Baca Juga : Pandemi Belum Reda, Warga Padang Takut Berobat ke Puskesmas

Untuk tahun 2018 ini, menurut Frinda, bantuan yang akan diberikan oleh Dinsos untuk masyarakat miskin masih akan sama seperti tahun 2017. Diberikan BPNT, Kelompok Usaha Bersama (KUBE), PKH, dan bantuan dari kementrian. “Sebenarnya banyak bantuan yang diberikan untuk membantu masyarakat miskin. Tinggal bagaimana mereka bisa memanfaatkan bantuan tersebut untuk modal usaha,” katanya.

Sementara itu, Guru Besar Sosiologi Universitas Andalas Afrizal menyebut, ada beberapa hal yang mesti dilakukan Pemko Padang untuk pengentasan kemiskinan. Pertama, perlu diteliti karakteristik sosial ekonomi rumah tangga yang masih tergolong miskin. Kemudian, perlu ditelaah kondisi sosial ekonomi spesifik mereka untuk menemukan penyebab kemiskinannya. Ketiga, perlu pula diketahui dampak program pengentasan kemiskinan yang dilakukan langsung kepadanya. “Setelah diketahui baru dapat dirumuskan upaya pengentasan kemiskinan di Kota Padang,” kata Afrizal.

Baca Juga : Jumlah Penerima BST di Padang Berkurang 2 Ribu KPM

Seorang penduduk miskin Nursyamsi (67), berharap agar kembali diberikan beras miskin (Raskin) atau beras sejahtera (Rastra). Karena ini sangat membantu, setidaknya untuk makan bisa dipenuhi dengan adanya raskin. “Sejak tidak ada raskin, beras harus beli jika tidak ada diberi oleh tetangga. Sebab tak masalah hanya ada beras, cukup diberi cabai dan garam akan membuat perut menjadi kenyang,” ucap wanita renta yang tinggal di RT03 RW XI Kelurahan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan. Ia sangat berharap adanya bantuan pemerintah. Setidaknya untuk kebutuhan makan sehari-hari. Karena ia sudah tidak bisa bekerja dan juga memiliki seorang putri yang mengalami keterbelakangan mental.

Di Sumbar Malah Turun

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]