Pakar Politik Unand: Politikus Tidak Paham Berpolitik Elegan


Jumat, 05 Januari 2018 - 11:09:07 WIB
Pakar Politik Unand: Politikus Tidak Paham Berpolitik Elegan Wakil Ketua DPRD Kota Padang Wahyu Iramana Putra saat di Polresta Padang, Kamis (4/1). Zulfikar

PADANG, HARIANHALUAN.COM--Pakar Ilmu Politik Universitas Andalas (Unand) Asrinaldi menilai, sejak para anggota dewan mengemban amanah dari rakyat, DPRD Kota Padang secara lembaga sibuk mempertontokan rivalitas antara satu kelompok dengan kelompok yang lain.

Belum lagi banyaknya individu-individu yang sengaja mengotak-atik masalah, yang sebenarnya tidak penting bagi masyarakat.

Baca Juga : Kasus Korupsi, Mantan Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang Mulai Diadili

“Tidak ada prestasi yang patut dibanggakan sejauh ini. Secara kelembagaan ini tidak bagus. Dan ini bisa menjadi catatan kita bersama sebagai masyarakat, untuk bersikap pada pemilu legislatif yang akan datang. Karena yang bermasalah itu memang hanya memikirkan kelompok dan kepentingan kelompok mereka,” kata pengajar Fisip Unand tersebut.

Namun sayangnya, lanjut Asrinaldi, tidak seluruh elemen masyarakat memahami bahwa apa yang dipertontokan tersebut dapat menjadi sandaran dalam menentukan pilihan di masa yang akan datang. Hal ini disebabkan rendahnya pendidikan politik masyarakat, yang sebenarnya merupakan tanggung jawab partai politik untuk mendidik.

Baca Juga : Amanda Divonis Ringan, Jaksa Langsung Nyatakan Banding

“Yang paham baru masyarakat menengah. Mereka bisa melihat track record seorang politikus, dan mengambil kesimpulan untuk memilih atau tidak memilih orang yang sama. Tapi saya tidak terlalu yakin masyarakat bawah paham soal ini. Sebab partai tidak menjalankan fungsi memberikan pendidikan politik. Apalagi jika ada politik uang, sebobrok apa pun anggota dewan, tetap bisa terpilih lagi. Jadi, sekarang tanggung jawab bersama untuk memberi pemahaman ini pada masyarakat,” imbuhnya.

Politikus Tidak Elegan

Baca Juga : Lagi, Kota Pekanbaru Diterjang Banjir Ketika Diguyur Hujan Lebat

Terkait perseteruan hingga hampir adu jotos yang terjadi antara Ketua BK DPRD Kota Padang Amril Amin dengan Wakil Ketua DPRD Wahyu Iramana, Asrinaldi mengaku sangat menyayangkannya. Terlebih, itu terjadi dalam konteks persoalan kepentingan remeh temeh, bukan kepentingan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Kalau demi kepentingan masyarakat, kita apresiasi. Faktanya ‘kan tidak begitu. Tapi, sebenarnya kalau pun memang kejadiannya seperti yang beredar di media, sebenarnya tidak perlu ada yang emosi. Kalau sudah emosi dan tidak terkontrol, tandanya politikus kita tidak paham bagaimana berpolitik secara elegan di ruang demokrasi,” tukuknya.

Baca Juga : Diguyur Hujan Deras, Jalanan di Kota Batam Direndam Banjir

Asrinaldi pun menilai, dalam konteks sebagai kader partai yang berseberangan dalam mengusung bakal calon walikota Padang, wajar saja jika ada kubu yang menebar psywar sehingga terjadi perang psikologis. Namun, cara elegan untuk menangkisnya tentu dengan melawannya dengan wacana baru, bukan dengan kepalan tinju.

“Tidak perlu ada emosi sebenarnya. Jika diserang secara psikologis, ya serang balik secara psikologis. Statemen balas dengan statemen. Begitu seharusnya. Statemen yang diplomatis itu menentuan level seorang politikus. Kelemahan kita dalam berpolitik itu memang soal retorika, retorika politikus kita tidak baik karena tidak belajar,” pungkasnya.(h/ade/isq/hkl/mal)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]