Tahun 2017, ISPA dan Gastritis Dominan di Solok


Jumat, 05 Januari 2018 - 12:15:52 WIB
Tahun 2017, ISPA dan Gastritis Dominan di Solok Ilustasi/Haluan

AROSUKA, HARIANHALUAN.COM -- Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) masih mendominasi dalam sebagai penyakit yang paling banyak diderita warga Kabupaten Solok sepanjang 2017 silam. Hal ini dipicu oleh faktor cuaca ekstrim dan cenderung berubah-ubah yang melanda daerah penghasil beras itu sepanjang tahun lalu.

“ISPA tetap menjadi penyakit yang dominann dialami masyarakat Kabupaten Solok pada tahun 2017 kemaren. Penyebabnya lebih banyak karena factor cuaca ekstrim,” kata kepala dinas kesehatan Kabupaten Solok dr.Sri Erfianti menjawab Haluan di Arosuka, Kamis (4/1) kemaren.

Baca Juga : Mayat Membusuk, NTT Butuh Penanggulang Penyakit

Dari data yang dihimpun Dinas Kesehatan setempat dari seluruh puskesmas yang ada di nagari dan kecamatan di daerah itu, selain gangguan pernafasan akut (ISPA) penyakit lainnya yang dominan diderita warga adalah penyakit gastritis atau infeksi pada lambung.

Penyakit ini lebih disebabkan oleh faktor sanitasi yang kurang baik. Banyak orang menyamakan penyakit ini dengan penyakit asam lambung atau magh. Karena gejala yang dialami penderitanya sama seperti perih dan nyeri pada lambung, sesak nafas bahkan hingga muntah-muntah.

Baca Juga : Paket Sembako Dibagikan Lanal Ranai untuk Warga Teluk Buton

Terkecuali faktor sanitasi yang kurang baik sehingga membuat bakteri berkembang biak, penyakit gastritis ini juga disebabkan oleh kondisi penderita yang mengalami perut kosong dan konsumsi makanan bercitarasa pedas, alkohol dan obat-obatan tertentu.

Penyakit lain yang dominan di Kabupaten Solok berikutnya disusul oleh Rheumatik, Hipertensi, Diare tanpa Dehidrasi Penyakit Kulit Alergi, Penyakit Pulpa dan Jaringan Perapikal, Penyakit Kulit Infeksi, Kecelakaan dan Rudapaksa serta Bronkitis.

Baca Juga : Asap Hitam Pabrik Milik BIM Diduga Cemari Udara

Sri Erfianti mengungkapkan, seluruh penyakit yang dialami warga tersebut, telah ditangani oleh dinas kesehatan melalui Puskesmas yang ada di masing-masing nagari dan kecamatan. Untuk menekan resiko penyakit-penyakit tersebut di masyarakat, pihaknya juga menggandeng forum kabupaten sehat untuk mensosialisasikan pola hidup sehat kepada masyarakat.

“ Sementara untuk DBD dan rabies memang masih ada. Pada Juli lalu ada 1 kasus Rabies yang menyebabkan korbannya meninggal dunia yaitu warga nagari Kinari kec. Bukit Sundi,” bebernya.

Baca Juga : Tayang Perdana dan Bedah Film Mimpi Anak Sakai Digelar di Kampus UMRI

Untuk rabies, kata dia pihak dinkes juga mengajak pemerintah nagari untuk berperan aktif memberantas peredaran penyakit ini di tengah masyarakat. Salah satu melalui pembuatan peraturan nagari (perna) yang sudah di buat di nagari Sulit Air tentang pengendalian wabah rabies di nagari tersebut.

“Memberantas penyakit rabies tak hanya tugas dinas kesehatan saja. Nagari juga harus berperan, seperti membuat regulasi tentang pengendalian anjing peliharaan agar tidak terjangkit rabies,” pungkasnya. (h/ndi)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]