Diteriaki Maling, Kanit Reskrim Pauh Dikeyorok Puluhan Pria


Senin, 08 Januari 2018 - 17:42:10 WIB
Diteriaki Maling, Kanit Reskrim Pauh Dikeyorok Puluhan Pria Ilustasi/Haluan

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsektata Pauh, Padang, Ipda Syafwal dikeroyok puluhan orang di lokasi pesta pernikahan, Kelurahan Pisang, Kecamatan Pauh, Minggu (7/1) dinihari. Peristiwa itu terjadi saat Ipda Syafwal beserta jajarannya hendak menangkap seorang terduga pelaku kejahatan yang berada di lokasi pesta.

Akibat pengeroyokan, Ipda Syafwal mengalami luka parah di kepalanya. Beberapa gigi perwira tersebut juga patah. Sekujur tubuhnya lebam. Ketika dibawa ke Semen Padang Hospital, dia nyaris tidak sadarkan diri dan langsung dirawat di IGD.

Baca Juga : Diduga Jadi Korban Pengeroyokan, Seorang Polisi Meninggal di Trotoar

"Benar, ada anggota Polsektata Pauh dianiaya ketika akan menangkap tersangka penganiayaan di lokasi pestan,” terang Wakapolresta Padang, AKBP Tomy Bambang Irawan, Minggu siang.

Peristiwa bermula ketika Ipda Syafwal bersama dua anggotanya, Bripka Jumadi dan Brigadir Yongki Syahputra mendapatkan informasi dari masyarakat kalau ada tersangka kasus penganiayaan bernama Danil di lokasi pesta baralek, Jalan Wan Ketok Pisang, Kecamatan Pauh. Setelah memastikan info itu, bersama dua anggotanya, Ipda Syafwal menuju lokasi.

Baca Juga : Edarkan Narkoba, Oknum ASN Lapas Bukittinggi dan Tiga Rekannya Diciduk

Sampai di tempat baralek, rupanya informasi yang diterima benar adanya. Danil berada di tengah-tengah orang yang sedang merayakan pesta. Tak menunggu lama, anggota langsung menangkapnya.

Namun, saat proses penangkapan, seorang warga meneriaki ketiganya sebagai maling. Mendengar teriakan, massa yang jumlahnya sekitar 20 orang langsung terpancing emosi dan mengeroyok anggota Polsektata Pauh. Ketika dikeroyok, Ipda Syafwal terkepung.

Baca Juga : Lagi! TKI Disiksa di Malaysia, Gaji 5 Tahun tak Dibayar

Melihat komandannya terkepung, Bripka Jumadi dan Yongki melepaskan tembakan peringatan dan menyebut dirinya polisi, sembari memperlihatkan identitas. Namun, massa tidak takut akan tembakan peringatan tersebut. Malahan semakin lepas kendali dan mengejar keduanya.

Dua polisi itu memilih untuk menytelamatkan diri. Sementara, Ipda Syafwal sudah dikeroyok. Dia dipukuli tidak hanya dengan tangan, tapi juga kayu. Sekian lama dikeroyok, Ipda Syafwal akhirnya bisa kabur ke arah sawah dan meminta bantuan.

Baca Juga : Minggu Dini Hari, Ratusan Pemuda Bersenjata Terlibat Tawuran di Medan

Pukul 02.30 WIB, Bripka Jumadi Rais mendatangi Mapolsekta Pauh untuk melaporkan kejadian. Personil Polsekta Pauh lalu mendatangi lokasi dan berhasil menemukan Kanit Reskrim dalam keadaan luka. Merasa khawatir dengan keadaan Ipda Syafwal, dia lalu dibawa ke Semen Padang Hospital untuk mendapatkan pertolongan. “Dia luka-luka dan mengalami memar,” papar Wakapolresta. (h/mg-hkl)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]