Rp7,5 Miliar Untuk Normalisasi Batang Maransi di APBD 2018


Selasa, 09 Januari 2018 - 09:29:42 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Rp7,5 Miliar Untuk Normalisasi Batang Maransi di APBD 2018 Ilustasi/Haluan

PADANG, HARIANHALUAN.COM-Sebanyak Rp7,5 miliar anggaran disediakan di APBD Provinsi Sumbar tahun 2018 untuk mendukung program normalisasi Batang Maransi- Banda Luruih, Kota Padang.

Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, M Nurnas berharap, selain dari sokongan APBD, pemerintah provinsi hendaknya juga bisa melakukan lobi ke pusat dan meminta normalisasi Batang Maransi-Banda Luruih dibantu melalui dana APBN.

Sebab jika hanya mengandalkan dana APBD akan butuh waktu bertahun-tahun menyelesaikan proyek normalisasi Batang Maransi-Banda Luruih ini. Dipaparkan Nurnas, butuh anggaran sekitar Rp300 miliar untuk membawa proyek tersebut selesai dan bisa bermanfaat untuk masyarakat. Karena memiliki keterbatasan, APBD provinsi dinilai tak sanggup sendirian menopang ini. Sumbar, jelas dia, butuh bantuan dana APBN dan kerja sama dengan Balai Sungai Wilayah V.

"Jika hanya mengandalkan dana APBD pengerjaannya akan lama. Paling cepat selesai 10 tahun lagi. Itu pun jika rutin tiap tahun dianggarkan,"ujar Nurnas saat berbincang dengan Haluan di ruangannya, Senin (8/1).

Ia menambahkan, akan ada dampak besar ketika normalisasi Batang Maransi-Banda Luruih bisa diselesaikan. Yakninya beberapa daerah di Kota Padang mulai dari By Pass, Sungai Sapiah, Koto Tangah, Kelumpang, Kayu Kalek sampai ke Lubuk Buaya akan terbebas dari bencana banjir tahunan.

Kemudian normalisasi Batang Maransi juga penting disegerakan karena beberapa kawasan tadi memang telah berubah menjadi pemukiman, daerah resapan air berkurang, sehingga tak lagi bisa menjadi penahan kandungan air dalam tanah seefektif dulu.

Anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Partai Demokrat ini menjelasakan, sebenarnya pengerjaan normalisasi ini merupakan wewenang Balai Sungai Wilayah V. Namun karena beberapa tahun terakhir belum juga dianggarkan pada dana Balai Sungai V sementara ini penting, maka dianggarkanlah melalui APBD provinsi.

Dari APBD, lanjut dia, normalisasi Batang Maransi-Banda Luruih sudah dikerjakan sejak Tahun 2012 tapi belum juga selesai seutuhnya disebabkan keterbatasan anggaran daerah.

Menurut Nurnas, akan sangat baik juga jika Balai Sungai V bisa berkoordinasi dengan Pemprov Sumbar dalam menentukan proyek pembangunan yang akan dikerjakan tiap tahunnya. Sehingga program yang dikerjakan Balai Sungai V bisa disesuaikan dengan kebutuhan di Sumbar. Salah satunya Balai Sungai Wilayah V bisa membantu memasukkan proyek Normalisasi Batang Maransi-Banda Luruih ini di penganggaran APBN.

"Balai Sungai V memang organisasi vertikal. Namun bukan berarti tak berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk menentukan proyek mana yang perlu dikerjakan lebih dulu. Kami harap kordinasi ini bisa jalan," imbuhnya.

Terkait persoalan ini, Nurnas juga berharap tahun sekarang tak ada lagi masalah lahan yang menghambat kegiatan normalisasi. Sebab dari informasi yang disampaikan Walikota Padang, Mahyeldi Ansarullah masalah pembebasan lahan sudah tuntas. (h/len)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 11 Agustus 2015 - 19:43:23 WIB

    Pembangunan Pasar Inpres IV Telan Biaya Rp7,5 Miliar

    PADANG, HALUAN -- Pasar Inpres IV Pasar Raya tengah dimulai pemagaran dan pe­nger­jaan, dengan anggaran sebesar Rp7,5 miliar dan ditargetkan akan selesai selama 140 hari. Pengerjaan tersebut dikerjakan P.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]rianhaluan.com
APP HARIANHALUAN.COM