Cagar Alam Maninjau diusulkan Jadi Pusat Penelitian


Selasa, 09 Januari 2018 - 23:36:27 WIB
Cagar Alam Maninjau diusulkan Jadi Pusat Penelitian Bupati Agam Indra Catri

AGAM, HARIANHALUAN.COM- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Barat, bakal mengusulkan kawasan Cagar Alam Maninjau menjadi pusat penelitian kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Hal itu terkait penemuan Bunga Raflesia jenis baru, yang sebelumnya belum pernah ditemukan di negara lain.

"Di Indonesia yang mempunyai bunga raflesia, bisa menginventarisasi bunga raflesia di Cagar Alam Maninjau, yang nantinya dijadikan sebagai labor, itu yang bakal kita rencanakan kedepan," ujar Kasi Wilayah I BKSDA Sumbar Khairi Ramadhan, di Lubuk Basung, Senin (8/1).

Dikatakannya, Cagar Alam Maninjau diusulkan menjadi tempat penelitian, karena jenis bunga raflesia yang ada di lokasi itu belum pdernah ditemukan, baik di Indonesia, Malaysia maupun Filipina.

"Menurut informasi ahli bunga raflesia dari Universitas Bengkulu Dr. Agus Susatya, jenis raflesia di kawasan Cagar Alam Maninjau tidak ada ditemukan sebelumnya, baik di Indonesia, Malaysia maupun Filipina, tetapi yang hampir menyerupai pernah ditemukan di Malaysia yaitu Raflesia Tuan Mudae," ujarnya.

Setelah diuji di laboratorium, tetapi hasilnya tidak sama dengan Tuan Mudae, besar kemungkinan Raflesia di Cagar Alam Maninjau itu jenis baru, dan peneliti masih mencari referensi-referensi lain dari Ahli Raflesia di Malaysia dan Filipina. Bahkan sudah diminta data-data yang ada di negara itu, tapi belum ada Raflesia jenisnya sama dengan yang di Cagar Alam Maninjau tersebut.

"Kalau jenisnya baru, tentu diberi nama baru juga, tapi yang bisa memberikan nama tentu peneliti," ujarnya pula.

Ia menegaskan, lokasi tidak boleh dijadikan objek wisata, kalau kunjungan besar-besaran takutnya nanti habitatnya rusak, bahkan penelitian juga belum siap dilakukan. Namun, Cagar Alam hanya bisa digunakan untuk penelitian dan konservasi pendidikan.

"Kalau Ilmiah, tentu harus ada bukti autentiknya, tetapi secara muri tidak memungkinkan lagi, karena kita terfokos pada ilmiahnya, dan ahli saat ini mengeksposnya di Jurnal Internasional. Setelah diakui jurnal, secara tidak langsung Raflesia itu sudah diakui, tapi kita lihat bagaimana perkembangannya ke depan," kata Khairi. (h/ks)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 16 April 2018 - 18:12:55 WIB

    BPCB Sumbar: Banyak Cagar Budaya yang Belum Ditemukan di Pariaman

    BPCB Sumbar: Banyak Cagar Budaya yang Belum Ditemukan di Pariaman PADANG PARIAMAN,  HARIANHALUAN.COM--Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar mengadakan sinergitas publikasi pelestarian cagar budaya di Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (16/4). .
  • Rabu, 03 Januari 2018 - 18:24:13 WIB

    Mak Itam Sawahlunto Diusulkan Jadi Benda Cagar Budaya

    Mak Itam Sawahlunto Diusulkan Jadi Benda Cagar Budaya SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM- Dinas Kebudayaan Peninggalan Sejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto, mengusulkan sebanyak 45  peninggalan bersejarah di Kota Arang itu menjadi Benda Cagar Budaya (BCB) . .
  • Rabu, 04 Oktober 2017 - 14:20:52 WIB

    Cagar Budaya Pasbar Minim Perhatian

    Cagar Budaya Pasbar Minim Perhatian PASBAR, HARIANHALUAN.COM — Objek wisata sejarah di Kabupaten Pasaman Barat masih minim perhatian, baik dari segi pembangunan maupun dari segi kebersihan, seperti objek wisata situs lobang jepang di Nagari Talu. Kondisi Loba.
  • Selasa, 16 Agustus 2016 - 03:24:09 WIB

    Masjid Tuo Kayu Jao, Situs Cagar Budaya Minim Sentuhan

    Masjid Tuo Kayu Jao, Situs Cagar Budaya Minim Sentuhan Arosuka, Haluan — Masjid Tuo Kayu Jao yang terletak di kenagarian Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia karena berdiri sejak tahun 1599M. Kondisi masjid tuo .
  • Selasa, 08 Maret 2016 - 03:05:26 WIB

    Sawahlunto Miliki Tim Ahli Cagar Budaya

    SAWAHLUNTO, HALUAN — Memiliki label sebagai Kota Warisan Nasional, kini Sawahlunto memiliki tim ahli cagar budaya, bersertifikat nasional. Tim yang diperkuat tujuh personil itu, akan berkerja mengaji potensi cagar budaya ya.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM