Pasangan Suami-Istri Gagal Bertarung di Pilkada Padang


Kamis, 11 Januari 2018 - 12:15:37 WIB
Pasangan Suami-Istri Gagal Bertarung di Pilkada Padang Pasutri saat mendaftar ke KPU Padang

PADANG, HALUAN--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Padang batalkan pencalonan pasangan dari jalur independen Syamsuar Syam-Misliza, karena tidak memenuhi persyaratan. Keduanya merupakan pasangan suami istri.

"Kami (KPU) menilai persyaratan Bapaslon tidak lengkap, karena pasangan ini tidak  membawa surat keterangan Laporan Harta Kekayaan (LHKP)," ungkap Anggota KPU Kota Padang Mahyudin didampingi Anggota KPU Padang Chandra Eka Putra, saat ditemui di RS M Djamil pada pemeriksaan kesehatan Bapaslon, Kamis (11/1).

Ia menceritakan, dari keterangan Bapaslon Syamsuar Syam sudah melakukan proses sesuai aturan namun ternyata terjadi kekeliruan form LHKP dan KPK meminta agar Syamsuar Syam mengisi kembali form yang benarnya.

"Namun hingga pendaftaran kemarin, (Rabu malam pukul 21.30) yang bersangkutan tidak membawa LHKP mereka. Kami tentu bekerja sesuai dengan kewenangan dan aturan yang ada," ulasnya.

Dengan kurangnya salah satu persyaratan Bapaslon Syamsuar Syam-Misliza, maka KPU memutuskan untuk menolak pendaftaran Bapaslon karena tidak memenuhi persyaratan. Namun ternyata, Bapaslon tidak menerima keputusan KPU tersebut.

"Mencak-mencak juga semalam karena tidak bisa menerima keputusan KPU, menurut mereka sudah memenuhi syarat dan melakukan sesuai proses
 Tapi KPU tentu tidak bisa menerima, karena syaratnya kurang. Kecuali ada surat tanda dari KPK bahwa LHKP yang bersangkutan sedang dalam proses, ini tidak ada," jelasnya.

Proses pendaftaran yang berlangsung hingga menjelang subuh tersebut, akhirnya bisa dituntaskan karena KPU mempersilakan Bapaslon jika tidak menerima keputusan KPU maka dipersilakan melaporkan ke Panwaslu Kota Padang.

"Biarkanlah panwaslu yang menilai, apakah yang dilakukan KPU ini benar atau salah. KPU berikan hak untuk melaporkan pada Bapaslon Syamsuar Syam-Misliza," pungkasnya.

Sebelumnya, Syamsuar Syam-Misliza, mendaftar ke KPU Padang, Rabu (10/1). Purnawirawan TNI dengan pangkat letnan kolonel ini, sampai di kantor KPU Padang di masa injury time, sekitar pukul 22.30 WIB yang merupakan 1,5 jam jelang penutupan.

"Kalau yang lain datang siang, kami sengaja memilih datang malam. Ini tanda kami bagak (berani-red)," ungkap Syamsuar Syam saat registrasi kedatangan.

Dikatakan Syamsuar Syam, dirinya datang bersama lima orang pendamping saja, pada hari terakhir masa pendaftaran calon walikota dan wakil walikota Padang di pemilihan serentak 2018 ini. Dua orang di antaranya merupakan istrinya. Istri pertama, Misliza yang jadi bakal wakil walikota dan istri kedua, Yuli Farida, yang jadi pendamping.


Ketua KPU Padang, Muhammad Sawati, dalam sambutannya mengatakan, Bapaslon dari jalur perseorangan ini merupakan Bapaslon yang ketiga mendaftar ke KPU Padang, sejak pendaftaran dibuka pada Senin (8/9).

"Rasa-rasanya, tak ada lagi yang akan mendaftar. Selain waktu pendaftaran yang akan berakhir 1,5 jam lagi, tak juga memungkinkan lagi adanya Bapaslon lain dari jalur partai," ungkap Sawati dalam sambutan pengantarnya.

Setelah Ketua Divisi Teknis KPU Padang, Chandra Eka Putra menyampaikan tata tertib pendaftaran, dilanjutkan dengan serah terima berkas pengusulan. Sampai saat ini, penelitian syarat pencalonan masih dilakukan oleh komisoner KPU Padang. (h/rin)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]