Ada Gerakan Pembersihan Denny J.A. dari Sastra Indonesia


Kamis, 11 Januari 2018 - 21:18:52 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Ada Gerakan Pembersihan Denny J.A. dari Sastra Indonesia Denny JA dan Saut Situmorang

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Sejumlah sastrawan membuat gerakan untuk membersihkan nama seorang sastrawan yang dianggap melakukan manipulasi sejarah sastra Indonesia. Gerakan tersebut dinamai Gerakan Pembersihan Denny J.A. dari Sastra Indonesia.

Penginisiasi gerakan tersebut, Saut Situmorang, mengutarakan, ia dan sekitar 50 sastrawan dan pegiat sastra membuat gerakan tersebut dengan tudingan bahwa Denny, direktur eksekutif Lingkaran Survei Indonesia itu, telah memanipulasi sejarah sastra Indonesia dengan mendanai penerbitan dan penyusunan buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh (Kepustakaan Populer Gramedia, 2013) karena nama Denny masuk sebagai salah satu sastrawan paling berpengaruh dalam buku itu.

Saat diwawancarai Haluan melalui pesan Facebook, Kamis (11/1), Saut, penyair asal Medan yang berdomisili di Yogyakarta itu, menuduh Denny membayar beberapa penyair senior Indonesia untuk memuji puisi esai yang dibukukan Denny ke dalam beberapa buku.

“Dia membayar para penyair senior (yang disebutnya sebagai para Dewa Sastra Indonesia) untuk menulis esei yang memuji-muji tulisan yang tipografinya seperti Puisi yang diberinya nama "puisi-esai". Nama-nama para "dewa sastra" yang berhasil dia beli itu sudah diketahui dengan luas di dunia Sastra Indonesia. Mereka inilah yang meresmikan Denny J.A. jadi "penyair" Indonesia walau kalau kita baca apa yang dinamakan "puisi-esai" itu (yang konon ditulis oleh Denny J.A. itu) tak lebih dari semacam prosa naratif yang diberi tipografi Puisi belaka,” ujarnya.

Tidak hanya menuduh Denny mendanai proyek buku tokoh sastra paling berpengaruh di Indonesia, Saut menuding Denny membuat acara-acara sastra yang dalam acara itu puisi esainya dibacakan dan membagikan uang kepada para pembaca puisi tersebut.

“Yang paling norak itu adalah ekspresi lain dari syahwat megalomania narsisnya, yaitu mengundang orang untuk menulis "puisi-esai" dengan bayaran Rp5 juta rupiah per satu "puisi-esai". Proyek ini direncanakannya menasional ke seluruh Indonesia. Proyek Satu Puisi-Esai 5 Juta Rupiah ini tentu saja sangat merusak bagi Sastra Indonesia. Denny J.A. telah membuat kesan seolah-olah sastra itu gampang ditulis, apalagi kalau seseorang itu punya duit banyak, dan siapa saja bisa menulis karya sastra,” tuturnya.

Apa yang dilakukan Denny itu, kata Saut, merupakan sebuah usaha memanipulasi sejarah sastra Indonesia agar namanya dianggap sebagai penyair dan sekaligus tokoh sastra Indonesia paling berpengaruh.

“Semua ini dilakukannya bukan dengan karya sastra, apalagi yang bermutu, melainkan dengan memakai duitnya yang banyak itu. Alasan inilah yang mengharuskan siapa saja yang mencintai sastra Indonesia untuk melawan dan mengenyahkan Denny JA dari sastra kita,” ucapnya.

Saat tuduhan-tuduhan Saut itu dikonfirmasi kepada Denny J.A., tokoh survei itu menjawab bahwa ia akan menjawab kritik Saut itu dengan karya.

“Kita memerlukan orang seperti Saut dan kawan-kawan yang kritis, tetapi kita memerlukan juga orang yang berkarya. Saya tak akan menjawab dan menerima semua kritik. Saya fokus saja ingin mengajak sebanyak banyaknya orang berkarya. Tahun ini akan terbit 34 buku puisi esai dari 34 provinsi melibatkan 170 lebih penyair/penulis dari Aceh hingga Papua. Membangkitkan teman-teman berkarya dari Aceh sampai Papua, bagi saya, jauh lebih berarti ketimbang menjawab kritik. Program 34 buku itu murni dengan dana saya pribadi karena komitmen saya pada sastra," katanya.



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 20 Agustus 2018 - 11:41:20 WIB
    AL CHAIDAR MINTA MAAF

    Kapolda: Tak Benar Ada Ribuan Teroris di Sumbar

    Kapolda: Tak Benar Ada Ribuan Teroris di Sumbar Kapolda Sumbar, Irjen Fakhrizal memastikan pernyataan pengamat terorisme, Al Chaidar terkait adanya ribuan teroris di Sumbar tidak benar. Dari klarifikasi ke pihak Densus 88 Polri, Sumbar bukan daerah basis yang dihuni oleh .
  • Kamis, 16 Agustus 2018 - 12:04:40 WIB

    Cari Mangsa, Harimau Masuk Permukiman Warga di Batu Busuk Padang

    Cari Mangsa, Harimau Masuk Permukiman Warga di Batu Busuk Padang PADANG, HARIANHALUAN.COM--Warga, Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh, Kota Padang resah. Beberapa ekor harimau memasuki pemukiman dan memangsa ternak warga..
  • Rabu, 15 Agustus 2018 - 18:18:37 WIB

    Padang Butuh 200 Kantong Darah Sehari

    Padang Butuh 200 Kantong Darah Sehari PADANG, HARIANHALUAN.COM—Setiap hari, Kota Padang membutuhkan 200 kantong darah untuk penanganan medis. Warga kota terus didorong menjadi pendonor untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Sebab, selain bermanfaat bagi orang lain,.
  • Rabu, 15 Agustus 2018 - 13:30:21 WIB

    Disbudpar Lapor Polisi, Sarana Wisata di Gunung Padang Dicuri

    Disbudpar Lapor Polisi,  Sarana Wisata di Gunung Padang Dicuri PADANG, HARIANHALUAN.COM—Sejumlah sarana lokasi wisata milik Pemko Padang di Gunung Padang dicuri orang tak dikenal (OTK). Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Padang telah membuat laporan perusakan dan pencuria.
  • Senin, 13 Agustus 2018 - 14:36:01 WIB

    Densus 88 Gerebek Satu Rumah di Kota Padang

    Densus 88 Gerebek Satu Rumah di Kota Padang PADANG, HARIANHALUAN.COM--Detasemen Khusus (Densus) 88 dikabarkan menggerebek satu rumah di Kota Padang, Senin (13/8). Pasukan khusus Polri itu mengamankan satu orang terduga teroris..

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]id
APP HARIANHALUAN.COM