Kasus Pungli, Puluhan Ninik Mamak Datangi Mapolres Pessel


Kamis,11 Januari 2018 - 22:37:04 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Kasus Pungli, Puluhan Ninik Mamak Datangi Mapolres Pessel Puluhan Ninik Mamak beserta korban penipuan pengurusan Alashak tanah atau Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) saat mendatangi kantor Mapolres Pessel dan meminta ketegasan hukum terkait kasus dugaan pungutan liar (Pungli) oleh oknum KAN di Kecamatan Bayang. Kamis (11/1). (Okis Mardiansyah) 

PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Puluhan Ninik Mamak beserta korban penipuan pengurusan Alashak tanah atau Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang tergabung di empat kenagarian, yakni Nagari Koto Berapak, Nagari Kapelgam, Nagari Kubang dan Nagari Koto Baru, mendatangai kantor Polisi Resort Pesisir Selatan, untuk meminta ketegasan aparat hukum terkait kasus dugaan pungutan liar (Pungli) oleh oknum KAN di Kecamatan Bayang. Kamis (11/1).

Salah seorang Ninik Mamak nagari setempat, Dt.Mandaro Kayo mengatakan, pungutan yang dilakukan oleh perangkat KAN Koto Berapak saat itu, tidak pernah melibatkan Ninik Mamak setempat. Menurutnya, dalam mengambil sebuah keputusan tentunya harus ada keputusan secara bersama dan mufakat.

"Sebab, dalam mendudukan sebuah persoalan di nagari, bukanlah sebuah persoalan yang sangat gampang. Apalagi terkait pungutan yang dilakukan terhadap anak kemenakan kami. Uangnya untuk apa," sebutnya di Mapolres Pessel. Kamis (11/1).

Dikatakannya, lembaga KAN di Kenagarian Koto Berapak, Bayang sudah ternodai akibat tangan-tangan jahil oknum KAN yang tidak bertanggung jawab. Dari itu, Ninik Mamak yang tergabung dalam empat nagari di Kecamatan Bayang, meminta aparat kepolisian bersikap tegas dan mengusut tuntas kasus tersebut. Sebab, dinilai telah mencerdai perasaan Ninik Mamak di daerah itu.


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa,22 Mei 2018 - 11:08:40 WIB

    Kasus Besi Non-SNI Mulai Disidang

    Kasus Besi Non-SNI Mulai Disidang PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Terdakwa Widya Kasuma Lawrenzi (68) Alias Awi jalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri Padang, Senin (21/5). Terdakwa diduga mengedarkan besi beton Non Standar Nasional Indonesia (SNI)..
  • Rabu,09 Mei 2018 - 11:18:17 WIB

    BPK Sumbar Pastikan Kerugian Kasus SPj Fiktif Rp62,5 Miliar

    BPK Sumbar Pastikan Kerugian Kasus SPj Fiktif Rp62,5 Miliar PADANG, HARIANHALUAN.COM – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumbar memastikan total kerugian negara dari kasus Surat Pertanggungjawaban (SPj) fiktif dengan terdakwa, Yusafni memang senilai Rp62,5 miliar. Nilai i.
  • Jumat,04 Mei 2018 - 10:37:42 WIB

    Sidang Kasus Korupsi Rumdin Wako Padang Panjang, Audit BPK Penentu Kerugian Negara

    Sidang Kasus Korupsi Rumdin Wako Padang Panjang, Audit BPK Penentu Kerugian Negara PADANG, HARIANHALUAN.COM – Pakar hukum pidana  Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Prof. Muzakir mengatakan audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menentukan pihak-pihak yang dimintai pertanggungja.
  • Rabu,02 Mei 2018 - 10:35:53 WIB
    PERIKSA SELURUH NAMA YANG DISEBUT YUSAFNI

    KPK Harus Take Over Kasus SPj Fiktif

    KPK Harus Take Over Kasus SPj Fiktif PADANG, HARIANHALUAN.COM – Aktivis anti korupsi yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Sumatera Barat (KMS SB) akhirnya bergerak mengawal kasus mega korupsi SPj fiktif. Penegak hukum diminta responsif terkait pengaku.
  • Kamis,26 April 2018 - 15:31:51 WIB

    Kasus Besi Non SNI di Padang Segera Disidang

    Kasus Besi Non SNI di Padang Segera Disidang PADANG, HARIANHALUAN.COM – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar melimpahkan berkas kasus dugaan perdagangan besi beton tidak memiliki Standar Nasional Indonesia (non SNI) pada Kejari Pada.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM