Sumbar Rumuskan Aksi Nyata Tangkal LGBT


Jumat, 12 Januari 2018 - 11:03:36 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Sumbar Rumuskan Aksi Nyata Tangkal LGBT Ilustasi.NET

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Upaya penangkalan berkembangnya perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Sumatera Barat mulai mengerucut. Stakeholder terkait sepakat menolak perilaku LGBT karena bertentangan dengan nilai dan norma yang dianut masyarakat. Selanjutnya, tinggal bagaimana aksi nyata atas penolakan itu terwujud. Bisa dengan menerbitkan Peraturan Daerah (Perda), merevisi Perda Anti Maksiat, atau instrumen hukum lainnya.

Wacana itu menjadi kesimpulan usai digelarnya Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan LGBT di Sumbar  yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) di Auditorium Gubernuran, Kamis (11/1). Seluruh stakeholder terkait mulai dari Pemprov, Pemerintah Kabupaten/Kota, DPRD Sumbar, alim ulama, niniak mamak, bundo kanduang, Dinas Kesehatan, konselor HIV/AIDS, perwakilan LSM, akademikus, insan pendidikan, dan perwakilan organisasi lainnya ikut terlibat dalam pertemuan tersebut.

Mewakili Pemprov Sumbar, Asisten II Setdaprov Sumbar Syafruddin menjelaskan, Pemprov sepakat untuk menentang perluasan perilaku LGBT di Sumbar, karena berdampak buruk terhadap perkembangan kehidupan masyarakat, terutama mengingat salah satu dampak yang disebabkan perilaku ini adalah penularan HIV/AIDS. 

“Sebagaiman disampaikan Ketua MUI Sumbar Ustad Gusrizal tadi, kami sepakat menentang perluasan itu. Sekarang tinggal bagaimana semangat menentang itu ditularkan kepada seluruh masyarakat di Sumbar. Sebab, LGBT boleh dianggap sama dengan narkoba, keduanya sama-sama penyakit perilaku. Upaya penangkalannya, adalah upaya membangun ketahanan keluarga,” kata Syafruddin.

Setidaknya, lanjut Syafruddin, hingga Maret nanti sudah didapatkan kerangka jelas di provinsi dan kabupaten/kota untuk menindaklanjuti kesepakatan penangkalan perluasan LGBT di Sumbar. Oleh karena itu tim yang dibentuk melalui Balitbang untuk melakukan survei LGBT di Sumbar, serta pihak terkait lainnya, dapat memaksimalkan waktu yang ada untuk mengumpulkan data dan membahas langkah selanjutnya yang akan diambil.

 “Ada usulan membuat Perdanya, ada usulan merevisi Perda Anti Maksiat (Perda Nomor 11 Tahun 2010) dan memasukkan penangkalan LGBT di dalamnya, tapi itu perlu pengkajian lagi. Bappeda juga harus mengkaji ini, karena tentu ada penganggarannya. Setidaknya sampai Maret nanti kita sudah dapat informasi data yang akurat, sehingga lekas mengambil langkah meminimalisir keadaan yang terjadi,” katanya lagi.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPRD Sumbar Hidayat dalam paparannya menyampaikan, ada kecenderungan masalah ekonomi ikut melatarbelakangi berkembangnya perilaku LGBT di Sumbar. Sebab itu, LGBT mesti menjadi masalah bersama, dan penangkalannya pun menjadi aksi yang harus dilakukan bersama.

“Sekarang masalahnya di action. Seluruh pihak sudah jelas sikapnya. Untuk itu regulasinya harus ada. Kalau tidak, tidak ada penganggaran. Kita punya Perda Anti Maksiat, apakah opsinya itu yang direvisi atau ada Perda baru. Dalam kondisi mendesak, boleh Program Pembentukan Perda (Propemperda) direvisi, sehingga tidak perlu menunggu tahun depan. Jika naskah akademik revisi Perda Anti Maksiat segera masuk, 2 atau 3 bulan bisa clear. Dan harus melibatkan masyarakat,” kata Hidayat.



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
Baca Juga Topik #LGBT di Sumbar
Ada 5 Ribu Lelaki Suka Lelaki di Sumbar KAMMI Yakin LGBT Bisa Sembuh Wagub: Usir LGBT dari Sumbar LGBT di Pessel Capai 500 Orang Cari Mangsa di Sosmed, Pelaku LGBT Diringkus Satpol PP YG, Sang Pelaku LGBT Mengaku Juga Masih Menyukai Lawan Jenis Pria LGBT Bukittinggi Cari Mangsa di Padang Panjang Grup LGBT Gemparkan Tanah Datar Heboh, Ada Formulir Larangan LGBT bagi Mahasiswa Baru Unand Wasekjen Gerindra, Andre Rosiade: Dukung Unand Tolak LGBT! Jadi Trending Topic, Muncul Tagar #DukungUnandTolakLGBT Wagub : LGBT Tidak Boleh Ada di Ranah Minang Kembalikan Siswa LGBT ke Orangtuanya Pernah Ada Pesta Gay di Payakumbuh, Dinkes: 625 Pria Terdeteksi LGBT Ada Puluhan Ribu Pria Gay di Sumbar LGBT di Sumbar, Forsis: Mereka Berkamuflase Adakan Acara Forsis: Kelompok LGBT Terbesar di Sumbar Ada di Padang LGBT Sumbar Eksis Lewat Medsos Pakar: LGBT Tidak Alamiah, Tapi Ideologi dan Seks Ritualnya DPRD Sumbar: LGBT Keluar dari Sumbar Atau Sangsi Adat Polres Bukittinggi Siap Tindak Pelaku LGBT yang Tertangkap Tangan Edan! Seorang Gay di Sumbar Pernah "Layani" 200 Pria Lelaki Seks Lelaki di Sumbar, Ada Ayah dan Anak Penularan HIV Paling Mudah Lewat LSL LGBT, Rangkul dan Obati DPRD Sumbar Rancang Perda Anti LGBT Mustahil Tangkal LGBT Tanpa Pendidikan Seks Dini Gay Sasar Pelajar Kota Batiah Sumbar Bergerak Tangkal LGBT Gubernur Sumbar Setuju Perda anti-LGBT Ketua DPRD Sumbar: LGBT Tanggung Jawab Gubernur Pemprov Sumbar Bentuk Tim Anti LGBT LGBT Sumbar Terbanyak di Indonesia Cegah HIV/AIDS, Tangkal LGBT Heboh! Perbudakan Seks LGBT Terkuak di Payakumbuh Korban Budak Seks LGBT di Payakumbuh, Pol PP Kordinasi dengan Polisi Wagub: Bangun Rumah Rehabilitasi Khusus LGBT Perilaku Gay Mulai Berubah, Incar Pasangan TOP Pelaku Gay di Sumbar Meningkat Setelah Libur Panjang Tangkal LGBT di Sumbar, 17 Ribu Guru Dikerahkan Pol PP Sumbar Terus Mengawasi LGBT Terkait LGBT, Perda Maksiat di Sumbar Bakal Direvisi KAMMI Tanah datar Gelar Aksi Tolak LGBT LKAAM dan Bundo Kanduang: Revisi Perda Maksiat Untuk LGBT Jangan Hanya Wacana  Padang Parang Basosoh dengan LGBT Perda Penanggulangan HIV/AIDS Payakumbuh Belum Menyentuh LGBT Warga Minta Pemko Payakumbuh Siapkan Perda Anti LGBT Kaum LGBT Dominasi ODHA Pasaman Konsisten Tolak LGBT Pemprov Sumbar Kurang Serius Urus Perda LGBT 4D Dalam Hukum Adat Bisa Cegah LGBT di Sumbar 9.024 Lelaki Sumbar Pelanggan Waria Perilaku Seks Menyimpang Ancam Sistem Pewarisan, Hukum Adat untuk Pelaku LGBT Penolakan LGBT di Sumbar Hanya 'Omdo', Tak Berpengaruh Kepada Kami Wagub Sumbar: Tidak Mudah Menanggulangi Perkembangan LGBT Gay di Padang Mengaku Pesimis Bisa Sembuh, Psikolog: Dia Tidak Ikut Terapi

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 20 Agustus 2018 - 11:41:20 WIB
    AL CHAIDAR MINTA MAAF

    Kapolda: Tak Benar Ada Ribuan Teroris di Sumbar

    Kapolda: Tak Benar Ada Ribuan Teroris di Sumbar Kapolda Sumbar, Irjen Fakhrizal memastikan pernyataan pengamat terorisme, Al Chaidar terkait adanya ribuan teroris di Sumbar tidak benar. Dari klarifikasi ke pihak Densus 88 Polri, Sumbar bukan daerah basis yang dihuni oleh .
  • Sabtu, 18 Agustus 2018 - 17:55:57 WIB

    Pertanggungjawabkan Data, Al Chaidar Siap Datang ke Sumbar

    Pertanggungjawabkan Data, Al Chaidar Siap Datang ke Sumbar PADANG, HARIANHALUAN.COM--Pengamat terorisme Al Chaidar, bersedia mempertanggung jawabkan datanya dan datang ke Sumbar untuk menjelaskan soal 3000 teroris di Sumbar..
  • Sabtu, 18 Agustus 2018 - 17:18:12 WIB
    Terkait 3000 Teroris di Sumbar

    11 Ormas di Sumbar Laporkan Pengamat Terorisme Al Chaidar ke Polda

    11 Ormas di Sumbar Laporkan Pengamat Terorisme Al Chaidar ke Polda PADANG, HARIANHALUAN.COM– Pernyataan pengamat terorisme Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh, Al Chaidar terkait adanya ribuan bibit teroris di Sumbar berbuntut panjang. Jumat (17/8) siang, dia dilaporkan ke Polda Sumbar .
  • Jumat, 17 Agustus 2018 - 15:09:04 WIB

    Terkait 3000 Teroris di Sumbar, Al Chaidar Kumpulkan Data Sejak Tahun 2000

    Terkait 3000 Teroris di Sumbar, Al Chaidar Kumpulkan Data Sejak Tahun 2000 PADANG, HARIANHALUAN.COM--Pengamat terorisme Al Chaidar mengatakan angka 3000 bibit teroris di Sumbar didapat dari hasil penelitiannya dengan tim..
  • Kamis, 16 Agustus 2018 - 12:08:07 WIB

    Polda Pastikan Sumbar Kondusif

    Polda Pastikan Sumbar Kondusif PADANG, HARIANHALUAN.COM – Kepolisian Republik Indonesia Daerah (Polda) Sumbar memastikan kondisi sangat kondusif kendati daerah ini disebut pengamat terorisme Al Chaidar punya potensi besar terkait dengan terorisme. Soal k.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM