Mayoritas Irigasi di Sumbar Rusak, Target 3 Juta Ton Padi Sulit Tercapai


Jumat,12 Januari 2018 - 11:13:03 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Mayoritas Irigasi di Sumbar Rusak, Target 3 Juta Ton Padi Sulit Tercapai Ilustasi.NET

PADANG, HARIANHALUAN.COM-Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, M Nurnas mengatakan 60 persen irigasi di Sumbar berada dalam keadaaan rusak. Sementara sekitar 230 ribu hektar sawah di Sumbar membutuhkan saluran irigasi.

Jika persoalan irigasi tak mendapat perhatian, menurut M Nurnas ini akan membuat target 3 juta ton padi yang dicanangkan pemerintah daerah akan sulit tercapai.

Dipaparkannya, beberapa permasalahan yang terjadi pada irigasi-irigasi di Sumbar adalah, banyaknya pintu air yang sudah rusak, saluran yang sudah bocor dan lain-lain.

"Salah satu contohnya bisa kita lihat pada irigasi Batang Anai I di Padang Pariaman. Umumnya sekunder tersier pada irigasi di sana sudah rusak, di satu sisi sekitar 2.650 hektar sawah di Padang Pariaman bergantung dengan irigasi. Dari 2.650 hektar tersebut, 1.770 hektar diantaranya berada di daerah Katapiang Padang Pariaman yang mengandalkan irigasi Batang Anai I," ujar Nurnas saat berbincang dengan Haluan, Kamis (11/1).

Kondisi seperti pada irigasi di Padang Pariaman ini, lanjut Nurnas, umumnya juga terjadi pada irigasi-irigasi di kabupaten/kota lain di Sumbar.

Disebut Nurnas berangkat dari fakta yang ada di lapangan, gubernur mesti melakukan pendekatan ke pusat agar saluran irigasi yang menjadi kewenangan APBN bisa dibantu diperbaiki.

Sebab sesuai ketentuan peraturan, perbaikan dan penyediaan irigasi hanya bisa dilakukan sesuai kewenangan. Jika irigasi akan mengairi sawah seluas 1.000 hektar ke bawah tanggungjawabnya ada di kabupaten/kota. Sementara untuk 1.000 hektar sampai 3.000 hektar tanggungjawabnya ada di provinsi. Selanjutnya, jika akan mengairi sawah seluas 3.000 hektar ke atas tanggungjawab menyediakan anggarannya adalah dari APBN.

"Khusus dari APBD provinsi, tahun 2018 sekarang kita anggarkan sekitar Rp30 miliar untuk kebutuhan irigasi. Ini untuk seluruh Sumbar, karena APBD terbatas tahun sekarang kita hanya bisa menganggarkan sebanyak itu," imbuh Nurnas.

Menurut dia, selain pendekatan ke pusat pemerintah provinsi juga harus fokus memperbaiki dan membangun irigasi yang menjadi kewenangan provinsi setiap tahunnya.

Nurnas juga berharap, dalam melaksanakan program pembangunan irigasi di daerah Balai Sungai Wilayah V juga berkordinasi dengan pemerintah provinsi. Sehingga program yang dijalankan memang benar-benar sesuai kebutuhan Sumbar.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Sumbar, Arkadius Dt Intan Bano menyampaikan, saat ini Sumbar sudah berada dalam kondisi swasembada pangan, dan pemerintah daerah sedang mendorong Sumbar untuk menuju mandiri pangan. Tujuan akhir yang ingin dicapai adalah Sumbar sampai pada posisi kedaulatan pangan.

"Agar Sumbar bisa sampai pada fase kedaulatan pangan, dibutuhkan sarana irigasi yang memadai. Tinggal lagi bagaimana pemerintah daerah bisa menyediakan hal tersebut, dengan dukungan pusat juga tentunya," tukas Arkadius. (h/len)

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM