Gagal Maju di Pilkada Padang, Pasangan Syamsuar-Misliza Konsultasi ke Bawaslu


Senin, 15 Januari 2018 - 22:15:31 WIB
Gagal Maju di Pilkada Padang, Pasangan Syamsuar-Misliza Konsultasi ke Bawaslu Syamsuar Syam didampingi istri kedua, saat mendaftarkan diri ke KPU Padang sebagai calon walikota yang berpasangan dengan istri pertama Misliza

PADANG, HARIANHALUAN.COM--Tidak terima dengan putusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang. Bakal calon pasangan Syamsuar Syam-Misliza yang juga pasangan suami-istri itu akan membuat laporan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumbar.

Hal tersebut diketahui, saat kuasa hukum pasangan dari jalur independen (perseorangan) ini mendatangi kantor Bawaslu Sumbar untuk melakukan konsultasi terkait persoalan yang mereka hadapi.

"Iya, tadi datang kuasa hukum yang bersangkutan tapi baru sebatas konsultasi," ungkap Anggota Bawaslu Sumbar Fifner Rangkoto, Senin, malam (15/1).

Meskipun tidak mau berkomentar banyak. Namun, Fifner mengatakan kedatangan kuasa hukum tersebut mempertanyakan dan diskusi seputaran upaya hukum yang bisa dilakukannya pasca digagalkan oleh KPU sebagai peserta pilkada Padang 2018.

Diketahui sebelumnya, KPU Padang batalkan pencalonan pasangan dari jalur independen Syamsuar Syam-Misliza, karena tidak memenuhi persyaratan.

"Kami (KPU) menilai persyaratan Bapaslon tidak lengkap, karena pasangan ini tidak  membawa surat keterangan Laporan Harta Kekayaan (LHKP)," ungkap Anggota KPU Kota Padang Mahyudin didampingi Anggota KPU Padang Chandra Eka Putra, saat ditemui di RS M Djamil pada pemeriksaan kesehatan Bapaslon, Kamis (11/1).

Ia menceritakan, dari keterangan Bapaslon Syamsuar Syam sudah melakukan proses sesuai aturan namun ternyata terjadi kekeliruan form LHKP dan KPK meminta agar Syamsuar Syam mengisi kembali form yang benarnya.

"Namun, hingga pendaftaran kemarin, (Rabu malam pukul 21.30) yang bersangkutan tidak membawa LHKP mereka. Kami tentu bekerja sesuai dengan kewenangan dan aturan yang ada," ulasnya.

Dengan kurangnya salah satu persyaratan Bapaslon Syamsuar Syam-Misliza, maka KPU memutuskan untuk menolak pendaftaran Bapaslon karena tidak memenuhi persyaratan. Namun ternyata, Bapaslon tidak menerima keputusan KPU tersebut.

Proses pendaftaran yang berlangsung hingga menjelang subuh tersebut, akhirnya bisa dituntaskan karena KPU mempersilakan Bapaslon jika tidak menerima keputusan KPU maka dipersilakan melaporkan ke Panwaslu Kota Padang.

"Biarkanlah panwaslu yang menilai, apakah yang dilakukan KPU ini benar atau salah. KPU berikan hak untuk melaporkan pada Bapaslon Syamsuar Syam-Misliza," pungkasnya. (h/rin)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]