Fasiltas Mulai Rusak, Taman Kuliner Sisakan 3 Pedagang


Rabu, 17 Januari 2018 - 11:40:05 WIB
Fasiltas Mulai Rusak, Taman Kuliner Sisakan 3 Pedagang Dari 20 pedagang pada mulanya, kini hanya sisa tiga pedagang saja di Taman Kuliner Samping Balaikota Lama Pasar Raya Padang. Pantauan Haluan Selasa (16/11), fasilitas yang ada di Taman Kuliner mulai rusak. Seperti tenda, meja dan kursi. Melati oktawina

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Kondisi Taman Kuliner disamping Balaikota lama di Jalan Sandang Pangan semakin tidak terawat. Hal ini menyebabkan pembeli semakin sepi, dan juga ditinggal pedagang.

Awalnya Taman Kuliner diisi oleh 20 pedagang makanan dan minuman. Namun, saat ini hanya tersisa tiga pedagang yang masih bertahan berjualan.

Pantauan Haluan Selasa (16/11), fasilitas yang ada di Taman Kuliner mulai rusak. Seperti tenda, meja dan kursi. Selain itu, deretan gerobak kaca yang ditinggalkan pedagang membuat kotor. Hampir satu jam Haluan disana, tidak ada pembeli yang datang untuk berbelanja.

Pedagang yang masih bertahan Fitri menyebut, karena fasilitas taman banyak yang sudah rusak membuat sepi pengunjung. Pedagang soto ini mengeluh, terkait penjualannya yang semakin hari semakin menurun.

"Hanya beberapa bulan saja ramainya. Awa-awal dibuka dahulu. Setelah itu pengunjung mulai sepi. Sekarang cuma tujuh orang saja sehari, "ujarnya.

Walau demikian ia masih tetap bertahan dengan kondisi yang ada.

"Saya berharap kedepannya Taman Kuliner ini bisa hidup lagi,"harapnya.

Disamping itu, koordinator lapangan Taman Kuliner Bielma Shandy Putra, menuturkan, kendala dari sepinya pengunjung disebabkan parkir liar dan pedagang kaki lima yang menghambat pembeli. Belum lagi area sekitar taman tersebut yang dijadikan sebagai tempat parkir bendi.

"Semuanya menumpuk didepan Taman Kuliner, sehingga akses kesini menjadi sempit,”katanya.

Dijelaskannya, dahulu Taman Kuliner mempunya air mancur, tetapi mesin air mancur sering hilang dan rusak. Akibatnya, ia tak ingin lagi memperbaiki atau membeli mesin air mancur tersebut.

"Kami mau menghidupkannya kembali, tapi setiap kali air mancur ini aktif, esoknya mesinnya hilang. Padahal harga satu unit mesin Rp700 ribu,”jelasnya.

Menurut Bielma, pihaknya mulai putus asa, lantaran sepinya pengunjung sehingga memilih untuk tidak lagi berjualan. Akibatnya, ia merugi hampir ratusan juta. Untuk membuat Taman Kuliner tersebut. Padahal, sekitar satu tahun yang lalu, ia masih bisa mengumpulkan Rp7 juta perharinya.

"Dahulu masih bisa terkumpul sampai Rp7 juta lebih, tapi sekarang untuk Rp2,5 juta saja susah,"katanya.

Ia berharap, pemerintah terkait segera menertibkan parkir liar dan pedagang kaki lima disekitar taman kuliner.

"Jika sudah tertib,kami akan kembali merenovasinya,"sebutnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal mengatakan, Taman Kuliner akan kembali digalakkan setelah pengerjaan penataan proyek di Jalan Pasar Baru, kemudian Jalan Sandan Pangan.

"Kami sedang fokus pembenahan untuk dua lokasi tersebut, jika memang sudah selesai maka secara tak langsung parkir liar beserta bendi akan disediakan tempat khusus,”katanya.

Ia meminta kepada penggelola Taman Kuliner untuk bersabar, hingga proses pemindahan pedagang di Jalan Sandang Pangan dapat dilakukan. (h/mg-mel).

 





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM