Pahlawan di Tanah Ombak

Obituarium Pak Acin, Orang Biasa yang Luar Biasa


Jumat, 19 Januari 2018 - 01:16:17 WIB
Obituarium Pak Acin, Orang Biasa yang Luar Biasa Pak Acin (duduk) menemani Yusrizal KW dan Henry Pong saat mendesain Ruang Baca dan Kreatifitas (RBK) Tanah Ombak.

ORANG-orang biasa tapi berbuat luar biasa adalah pahlawan. Mereka yang jadi pelecut perubahan, dan menerabas jalan ke arah kebaikan, pantas ditempatkan di puncak kehormatan. Pak Acin satu dari sekian sedikit orang yang demikian. Dia pahlawan bagi anak-anak Puruih, Kota Padang Sumatera Barat. Sayang, dua tahun lalu tuhan menjemputnya. Pun tiada, kisah Pak Acin tak padam. Dua tahun wafat, semangatnya tetap hidup di lorong-lorong sempit Puruih. Almarhum pahlawan sesungguhnya di tengah kekeringan rasa peduli di negeri ini. Yusrizal KW, penggagas Ruang Baca dan Kreatifitas (RBK) Tanah Ombak merawikan kisah hebat Pak Acin di dinding Facebooknya. Berikut tulisan Yusrizal KW yang banyak menghabiskan hari bersama mendiang Pak Acin.

***

Kami mengenalnya sebagai Acin—Pak Acin. Dia tak bisa tulis baca. Pak Acin, warga setempat, orang yang paling semangat, peduli, dan bangga atas kehadiran Ruang Baca dan Kreatifitas (RBK) Tanah Ombak. Jika kelas membaca dan menulis segera dimulai, anak-anak masih lengang, Pak Acin sering mencari anak-anak, sampai ke pantai, ke gang-gang, kemudian mengajaknya ke Tanah Ombak. “Ayo ke tanah Ombak, belajar. Om Yusrizal KW sudah datang, Pak Henry Pong menunggu,” begitu teriaknya. Ketika ada tamu, ia sering ikut nimbrung, menyalami, bahkan diam-diam mengirim kopi, dan ternyata telah dibayarnya. Ia pun ikut menjadi pengasuh Tanah Ombak.

Minggu (17 Januari 2016-red), Pak Acin betul-betul membuat risau hati kami. Selepas salat zuhur tadi, kami, pengasuh dan anak-anak Tanah Ombak, bersama-sama mengantarkannya ke pemakaman umum, Tunggul Hitam, Padang dalam dukacita. Allah SWT menjemput Pak Acin, Sabtu, pukul 15.00 WIB (16 Januari 2016), karena serangan jantung. Ia wafat. Kami kehilangan, orang biasa yang luar biasa, yang tulus dan punya harapan besar terhadap kesuksesan anak-anak Purus masa depan. Kami diam-diam menangis, karena menyadari, betapa besarnya cinta Pak Acin pada Tanah Ombak.

Pak Acin, orang yang bersemangat dengan “Tanah Ombak”. Jika punya uang, ia berniat membelikan kipas angin, agar anak-anak dan tamu-tamu yang datang ke Tanah Ombak tidak kepanasan. Tapi, yang luar biasa dari Pak Acin, ia paling menyemangati anak-anak untuk belajar membaca, menulis dan juara. Mungkin, ia berpikir, cukuplah dirinya saja yang buta huruf, tapi anak-anaknya, anak-anak Purus, harus bisa membaca dan berprestasi. JIka ada yang menjelek-jelekkan Tanah Ombak, berpandangan negatif, terdengar oleh Pak Acin, ia paling dulu menjelaskan, kadang memarahinya.

Mestinya, pagi tadi (Minggu, 17 Januari 2016),





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM