Nelayan Bentrok di Pessel, Aksi Kejar-kejaran Kapal dan Lempar Batu di Tengah Laut


Selasa, 23 Januari 2018 - 22:13:06 WIB
Nelayan Bentrok di Pessel, Aksi Kejar-kejaran Kapal dan Lempar Batu di Tengah Laut  Bupati Pessel Hendrajoni bersama Kapolres Pessel AKBP Fery Herlambang, Plh Pol PP Dailipal, dan sejumlah pihak terkait saat memberikan keterangan kepada masyarakat terkait larangan penggunaan pukat harimau di daerah itu. (Okis Mardiansyah) 

PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Masyarakat nelayan pada dua nagari di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), yakni Kenagarian Air Haji dan Kenagarian Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, kembali bentrok terkait penggunaan alat tangkap ikan diperbatasan laut Muaro Kandis Punggasan. Selasa, (23/1).

Walinagari Muaro Kandis Punggasan Helkamsi, menyebutkan, kejadian itu berawal sekitar pukul 08.00 WIB. Pada saat itu, masyarakat nelayan yang berada di Kenagarian Muaro Kandis Punggasan, tidak melaksanakan aktifitas melaut dikarenakan cuaca saat itu dalam kondisi badai.

Baca Juga : Sepuluh Orang Anggota Sindikat Pengedar Uang Palsu Ditangkap

Namun, pada saat itu masyarakat di Kenagarian Air Haji tetap melakukan aktifitas melaut yang diduga menggunakan alat tangkap pukat harimau hingga ke keperairan laut Nagari Muaro Kandis Punggasan.

"Ada sekitar 15 unit kapal masyarakat nelayan Air Haji yang sedang beroperasi saat itu. Jadi, masyarakat kami (Muaro Kandis Punggasan), sepertinya terpancing untuk mengejar mereka ke tengah laut. Tadi ditengah laut, sempat terjadi aksi kejar-kejaran dan saling lempar batu, bahkan sebagian adapula yang menggunakan senjata tajam. Namun, karena terdesak akhirnya mereka mundur dan masyarakat kami berhasil mengamankan satu unit alat tangkap yang diduga jenis pukat harimau. Akibat kejadian ini, kedua belah menjadi korban," jelasnya dilokasi. 

Baca Juga : Awas, Hari Ini Merapi Tujuh Kali Luncurkan Guguran Lava Pijar

Lebih lanjut kata dia, pihaknya mengaku sudah kewalahan mencari solusi terkait persoalan tersebut. Bahkan, perselihan tersebut sudah terjadi sejak tahun 1992 namun sampai saat ini belum menemui titik terang. Menurutnya, pada tahun 2002 sudah pernah terjadi pembakaran kapal sebanyak enam unit di daerah itu. Bahkan, ada sebagian kapal masyarakat yang sudah ditangkap oleh aparat terkait namun akhirnya dilepas kembali.

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]