Selama Tahun 2017, 61 Anak Alami Gizi Buruk di Padang


Jumat, 26 Januari 2018 - 09:02:13 WIB
Selama Tahun 2017,  61 Anak Alami Gizi Buruk di Padang Ilustasi.NET

PADANG, HARIANHALUAN.COM--Sepanjang tahun 2017 terjadi 61 kasus gizi buruk di Kota Padang. Tersebar hampir di seluruh 11 kecamatan yang ada.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani, mengatakan, semua kasus gizi buruk itu, berdasarkan hasil pemantauan dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) dan Puskesmas yang ada.

Baca Juga : Kasus Dugaan Pencemaran Perusahaan Sawit PT IIS, Warga Tunggu Hasil Labor Diumumkan

Sambung Feri, dari 61 kasus tersebut, sekitar 22 orang diantaranya sudah berubah dari status gizi buruk menjadi gizi normal. Kemudian 28 orang menjadi gizi kurang, sedangkan 11 orang masih dalam status gizi buruk.

" 11 orang tersebut masih tetap dipantau oleh Dinas Kesehatan dan puskesmas, hingga statusnya berupa ke gizi kurang dan menjadi gizi normal,"ucap Feri saat ditemui Haluan, Rabu (24/1).

Baca Juga : Duh, Pemukiman Penduduk Hingga Bandara Masuk Kawasan Hutan Lindung

Dijelaskannya, status gizi tidak dapat dipantau dalam waktu dekat. Karena pertumbuhan berat badan akan dilihat setelah 6 bulan. Dinkes memiliki program pemberian makanan tambahan, program pemantauan tumbuh kembang, deteksi dini tumbuh kembang, serta penyuluhan pada orang tua. Hal ini dilakukan dalam rangka menekan angka kasus gizi buruk khususnya di Kota Padang.

Menurut Feri, kasus gizi buruk yang terjadi bukan semata hanya karena faktor ekonomi. Namun juga disebabkan kurangnya pengetahuan dan kepedulian orangtua terkait pemberian gizi pada anak. Banyak orangtua yang sudah memberikan makan kepada bayi yang belum berusia 6 bulan. Padahal, sebelum mencapai 6 bulan, bayi hanya boleh diberikan air susu ibu.

Baca Juga : Duh, Lima Kecamatan di Kota Tangerang, Provinsi Banten Masih Dilanda Banjir

"Memberikan makanan kepada anak tidak sesuai dengan usianya akan menyebabkan berbagai permasalahan gizi,"katanya.

Sementara itu, terkait kasus gizi buruk yang terjadi di Banuaran disebut Feri, karena anak tersebut sudah mengalami penyakit kelumpuhan. Sehingga, berat badan dan nutrisi berkurang setiap hari dan menjadi gizi buruk.

Baca Juga : Tanah Terus Bergerak di Kampung Ciherang, Puluhan Rumah Terdampak

"Kita sudah bayarkan BPJSnya, dan saat ini dirawat ke RSUD Rasidin, "jelas Feri di Kantor Dinas Kesehatan Kota Padang Jalan By Pass.

Sementara itu, kalangan DPRD Kota Padang meminta Dinas Kesehatan untuk serius dalam menekan kasus gizi buruk. Hal ini disampaikan

Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Maidestal Hari Mahesa. Ia menyayangkan masih terdapatnya kasus gizi buruk di ibukota Provinsi Sumatera Barat ini.

Menurut Esa, padahal gizi buruk, merupakan hal sensitif bagi suatu daerah. Sebab, penderita gizi buruk masih banyak maka hal itu menggambarkan bagaimana perhatian pemerintah kepada penderita gizi buruk.

Untuk melihat bagaimana persoalan tersebut di lapangan, dalam waktu dekat Komisi IV berencana akan memanggil dan meminta penjelasan dari dinas kesehatan.

Selain itu, anggota DPRD Kota Padang lainnya Zulhardi Z Latif mengatakan penanganan kasus gizi buruk tidak terlepas dari perhatian pemerintah.

"Padahal telah banyak bantuan dari pemerintah seperti beras sejahtera dan lainnya, hal itu patut dipertanyakan kenapa masih adanya kasus gizi buruk," ujar dia.

(h/mg-mel)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]