Agam Jadi Destinasi Wisata Raflesia


Jumat, 26 Januari 2018 - 09:14:34 WIB
Agam Jadi Destinasi Wisata Raflesia Ilustasi/Haluan

AGAM, HARIANHALUAN.COM -- Dengan ditemukannya lagi bunga raflesia di jorong Kuok Tigo Koto,nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matur, Kamis(18/1), semakin memperkokoh wilayah kabupaten Agam sebagai destinasi atau daerah tujuan wisata bunga raflesia.

Sejak zaman Belanda bunga raflesia arnoldi telah ditemukan di Batang Palupuah nagari Koto Rantang kecamatan Palupuh, pada Oktober 2017 ditemukan lagi bunga raflesia jenis Tuan Mudae di jorong Marambuang nagari Baringin kecamatan Palembayan, terakhir ditemukan pula bunga raflesia di ngari Matur Mudik, dan diduga masih ada bunga Raflesia lain di kawasan hutan cagar alam Maninjau itu.

Baca Juga : Sutan Riska Tuanku Kerajaan: Dana Nagari Masih Diprioritaskan untuk Penanganan Covid-19

Menurut wali jorong Kuok, Sudirman, bunga raflesia yang ditemukan di jorongnya sebanyak tiga kuntum, satu sedang mekar dua lagi bakal mekar.

Sementara yang ditemukan di jorong Marambuang Oktober 2017 sebanyak 40 lebih bunga sedang mekar dan akan mekar, salah satu diantaranya memiliki garis tengah 110 cm, terbesar di dunia.

Baca Juga : Gas Tabung Melon Mulai Langka di Muara Labuh

Penemuan bunga langka pemakan serangga tersebut turut memicu arus kedatangan wisatawan ke daerah sekitar lokasi bunga, sehingga berimplikasi positif terhadap perekonomian masyarakat.

Menurut wali nagari Baringin kecamatan Palembayan, Y Dt Nan Kodoh, sejak bunga rafelsia ditemukan di nagarinya banyak wisatawan dari luar untuk melihat dari dekat bentuk bunga ini.

Untuk mengatur pengawasan bunga raflesia agar tidak terganggu dan kondisi lingkungan terjaga pemerintah nagari akan menbuat peraturan nagari(Perna).

Raflesia merupakan bunga unik yang sulit ditemukan di sembarang tempat. Bunga ini pertama kali ditemukan Thomas Stanford Rafles dan anli botani Arnold di Bengkulu tahun 1818.

Keunikan raflesia, tanaman ini jenis parasit hanya dapat tumbuh jika ada tanaman inangnya yang banyak tumbuh pada kawasan hutan primer atau hutan yang belum mengalami pengolahan lahan. Bunga raflesia arnoldi tidak memiliki daun dan batang, memiliki lima kelopak, menghasilkan biji dan dapat memakan serangga. Bunga ini muncul pada waktu sekitar penutupan tahun. Lama mekar bunga lima sampai tujuh hari.

Tempat-tempat ditemukanya bunga Raflesia merupakan hutan cagar alam yang untuk memasukinya harus menaati aturan sesuai dengan Undang-Undang dan peraturan yang berlaku. (Kasra Scorpi)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]