Januari, 2 Korban DBD Meninggal Dunia


Jumat, 02 Februari 2018 - 15:42:37 WIB
Januari, 2 Korban DBD Meninggal Dunia Ilustasi/Haluan

PADANG, HARIANHALUAN.COM — Sepanjang Januari 2018, dua orang warga Kota Padang meninggal akibat terserang penyakit DBD (Demam Berdarah Dague). Dari dua orang tersebut, satu orang merupakan wanita dewasa dan seorang lainnya adalah balita.

Balita ini merupakan warga Kelurahan Lubuk Lintah yang meninggal 5 Januari 2018 dan seorang lagi, seorang wanita dewasa, Sabrina (28) yang meninggal 15 Januari 2018 di Tanjung Aur, Balai Gadang Lubuk Minturun.

Baca Juga : Main Layangan Dekat Jaringan Lisrik PLN, Ini Bahayanya

Balita korban DBD warga Lubuk Lintah itu merupakan pasien yang tercatat di Puskesmas Ambacang. Bagian Survailen dan Pemegang Program DBD Puskesmas Ambacang Surya mengatakan pada awal tahun ini cukup banyak terjadi kasus DBD, dimana ada 12 kasus DBD berasal dari Kelurahan Pasar Ambacang ada satu kasus, Anduring satu kasus, dan sembilan kasus ada di kelurahan Lubuk Lintah.

Sambung Surya, dari 12 kasus DBD tersebut, pihak Puskesmas Ambacang segera melakukan pengasapan atau fogging untuk mengantisipasi semakin banyaknya kasus DBD.

Baca Juga : Karhutla Cagar Biosfer Capai 100 Hektare, Tim Kesulitan Lakukan Pemadaman

“Kita sudah lakukan fogging di tiga kelurahan, yakni Lubuk Lintah, termasuk di SD 21 yang kasus DBDnya ada tiga orang. Lalu, kelurahan Ampang, dan Kelurahan Anduring,”jelas Surya.

Menurutnya, pasien DBD ini sebanyak 95 persennya dirawat di Rumah Sakit Ibnu Sina. Saat ini kondisinya, delapan orang yang terkena DBD tersebut sudah dinyatakan sembuh.

Baca Juga : 100 Korporasi Perkebunan Dikumpulkan, Diperingatkan Agar Cegah Dini Karhutla

Sedangkan tiga orang masih dirawat di rumah sakit.

“Yang sudah sembuh saat ini telah kembali ke rumahnya masing-masing,”sebutnya.

Baca Juga : Padamkan Karhutla, Personal Gabungan Bermalam di Hutan

Menurut Surya, jika terjadi kasus DBD di wilayah lingkung kerja Puskesmas Ambacang, pihaknya akan langsung melakukan survei ke lapangan. Kemudian melihat kondisi rumah penderita DBD tersebut. Hasilnya ditemukan jentik-jentik nyamuk diberbagai tempat seperti bak kamar mandi, dan juga di ember yang ada di depan rumah.

“Selain di kamar mandi, jentik nyamuk tersebut banyak ditemukan di kaleng, ban bekas yang ada di depan rumah yang menampung air. Kemudian diantara tanaman bungan yang terawat,”ujarnya.

Kemudian pihaknya, memberikan penyuluhan kepada pemilik rumah agar bak mandi dan ember penampung air segera dibersihkan dan dikuras, agar jentik nyamuk tersebut tidak berkembang biak.

Ia mengingatkan, kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan di sekitar tempat tinggal, guna mencega terjadinya DBD.

“Minimal bak mandi itu dibersihkan sekali tiga hari,”tuturnya.

Kasus DBD pada tahun 2018 dinilai cukup banyak, karena di tahun 2017 hanya terjadi 29 kasus.

Sementara itu, Intan warga Parak Karakah berharap Dinas Kesehatan segera melakukan fogging masal untuk mengantisipasi maraknya kasus DBD terjadi.

“Dinas Kesehatan harus segera turun ke lapangan, mengingat sudah ada korban jiwa akibat kasus DBD ini,”sebutnya. (h/mg-mel)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]