2017, 5 Kasus HIV di Payakumbuh Berasal dari LSL


Kamis, 08 Februari 2018 - 15:06:01 WIB
2017, 5 Kasus HIV di Payakumbuh Berasal dari LSL KEPALA Puskesmas Lampasi Tigo Nagari, dr Harika Putra memberikan materi tentang LGBT dan HIV/AIDS dalam seminar sehari yang digelar Baznas Kota Payakumbuh di Gedung Gambir, Payakumbuh (7/2). ARI

PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM - Lelaki Seks dengan Lelaki atau LSL menjadi media yang lebih berpotensi tertular HIV/AIDS. Dari 15 kasus baru HIV pada tahun 2017 di Payakumbuh, 5 diantaranya adalah LSL. LSL dianggap menjadi faktor yang cukup signifikan terhadap penularan HIV/Aids di Kota Payakumbuh.

“LSL 44 Kali lebih gampang tertular HIV/AIDS. Oleh karena itu, penanganan terhadap LSL ini menjadi salah satu fokus bagi kami sebagai petugas kesehatan dalam menanggulangi penyebaran HIV/AIDS,” ujar Kepala Puskesmas Lampasi dr. Harika Putra ketika menjadi pemateri Seminar Sehari tentang “LGBT dari Perspektif Agama, Budaya, Medis, dan Psikologi” yang digelar oleh Baznas Kota Payakumbuh di Gedung Gambir, Payakumbuh, Rabu (7/2).

Baca Juga : Padamkan Karhutla, Personal Gabungan Bermalam di Hutan

Harika menjelaskan, untuk menanggulangi HIV/AIDS, Payakumbuh saat ini sudah memiliki pelayanan terhadap pengidap HIV/AIDS yakni di RSUD Adnaan WD termasuk di lima Puskemas yang tersebar di Payakumbuh. “Dalam melakukan pelayanan kami tak pernah membeda-bedakan pasien. Semua pasien HIV tetap diperlakukan sama. Tidak ada stigma negatif dan diskriminasi,” ujar Alumnus Universitas Udayana itu.

Dalam seminar yang dihadiri puluhan siswa, perwakilan tokoh masyarakat, dan bundo kanduang tersebut, Harika menyampaikan agar masyarakat berhati-hati dalam mencari informasi tentang LGBT di internet. “Karena saya temukan ketika browsing tentang LGBT, halaman pertama bisa dikatakan 70% malah pro kepada LGBT,” tukuk dokter muda yang terpilih sebagai Dokter Pencerahan Nusantara 2015 lalu.

Baca Juga : Warga Gugat Bobroknya Pengelolaan Sampah di Kota Pekanbaru

Makanya sangat penting bagi masyarakat terutama generasi muda mendapatkan sosialisasi tentang LGBTIQ (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Intersex, dan Queer atau Questioning) dari pakarnya. Ada tiga istilah dalam pembahsan yang disampaikan dr Harika. Pertama Orientasi Seksual, kedua Perilaku Seksual dan ketiga, Identitas Seksual.

“Permasalahan utama ada pada orientasi seksual. Orientasi seksual tidak bisa dikira-kira oleh orang lain, tetapi hanya dapat dirasakan oleh orang yang bersangkutan. Ini yang membuat LSL menjadi sulit untuk diketahui banyak orang dalam sehari-hari,” ucapnya.

Baca Juga : Bobroknya Pengelolaan Sampah di Pekanbaru Jadi Perhatian Nasional

Secara hukum, Harika menuturkan lebih dari 75 negara di dunia telah menganggap Gay ataupun LSL melanggar hukum. “Sayangnya di Indonesia belum terfasilitasi dengan baik dan belum masuk ranah pidana. Ujung-ujungnya masih Perda dengan Satpol PP yang baru bisa menindaknya,” pungkasnya.

Sementara itu Pengurus Baznas Kota Payakumbuh Arman Husni mengatakan sengaja pihaknya mengangkat seminar ini karena akhir-akhir ini fenomena LGBT semakin marak di Payakumbuh.

Baca Juga : Pembangunan IPAL Domestik Upaya Mewujudkan Lingkungan yang Bersih

"Kami tergerak untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman yang benar agar masyarakat kita terutama generasi muda bisa terhindar dari penyakit ini. Semangatnya sesuai dengan tema seminar ini yakni dengan ilmu, iman, dan takwa bentengi diri dari LGBT," ucapnya. (h/mg-ari)

 

 

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]