Warga Minta Pemko Payakumbuh Siapkan Perda Anti LGBT


Jumat, 09 Februari 2018 - 23:01:29 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Warga Minta Pemko Payakumbuh Siapkan Perda Anti LGBT Penandatanganan pernyataan sikap oleh perwakilan ormas dan unsur masyarakat Payakumbuh untuk menolak LGBT, disaksikan Pengurus Baznas Payakumbuh Arman Husni di Gedung Gambir, Payakumbuh, Rabu (07/02).

PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM - Masyarakat Payakumbuh dari berbagai ormas, BEM, OSIS, Karang Taruna, Niniak Mamak, Bundo Kanduang, dan Imam Masjid se-kota Payakumbuh menyatakan sikap menolak LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) dengan segala bentuk aktivitasnya di Kota Payakumbuh.

Pernyataan sikap dilakukan pada acara Seminar Sehari tentang “LGBT dari Perspektif Agama, Budaya, Medis, dan Psikologi” yang digelar oleh Baznas Kota Payakumbuh di Gedung Gambir, Payakumbuh, Rabu (07/02).

Pengurus Baznas Kota Payakumbuh Arman Husni mengatakan enam poin pernyataan sikap yang ditandatangani oleh para peserta seminar dari berbagai unsur masyarakat tersebut. Pertama, menyadari bahwa LGBT adalah sesuatu yang berbahaya baik secara agama, moral, budaya, medis maupun psikologis. Kedua, adanya fenomena seperti gunung es bahwa ada 77 orang pengidap HIV yang berkonsultasi di Payakumbuh apalagi yang tidak berkonsultasi tentu lebih banyak lagi. Dan kebanyakan penularannya melalui LGBT.

"Oleh karena itu, kami menolak LGBT dan meminta seluruh lapisan masyarakat agar mensosialisasikan serta menjaga komponen masyarakat dari perilaku LGBT," ujar Doktor jebolan Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Terakhir, Arman menambahkan, para pemangku kepentingan seperti Pemko Payakumbuh, Kepolisian, TNI, MUI, LKAAM, dan seterusnya, agar melarang perilaku LGBT di Kota Payakumbuh.

"Kami minta Pemko menyiapkan Perda tentang Pencegahan, Penanggulangan, Penindakan, Pelarangan, dan Rehabilitasi Korban LGBT secara komprehensif," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Elzadaswarman mengatakan sebenarnya penindakan terhadap LGBT sudah diakomodir oleh Perda Pekat (Penyakit Masyarakat). Namun di sisi lain, ia menyambut positif pernyataan sikap dari elemen masyarakat Payakumbuh. Ia mengaku Pemko akan mempelajari dan mempertimbangkan perlunya keberadaan perda tersebut.

"Kalau kami di bidang kesehatan secara tupoksi tentu menangani mereka yang sudah berkonsultasi maupun yang berobat untuk penyembuhan. RSUD dan lima Puskesmas di Payakumbuh sudah siap untuk melayani pasien pengidap HIV/AIDS," pungkasnya. (h/mg-ari)

 

 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM