Marak Main Tembak, 816 Senpi Dimusnahkan


Selasa, 13 Februari 2018 - 09:09:49 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Marak Main Tembak, 816 Senpi Dimusnahkan SENPI RAKITAN – Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal melihat-lihat ratusan pucuk senjata rakitan sebelum dimusnahkan, Senin (12/2). Senjata yang dikenal sebagai badia balansa itu dikumpulkan dari masyarakat, untuk kemudian dimusnahkan karena dianggap berbahaya. IST

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Dalam kurung waktu dua bulan, sebanyak 816 sejata api (senpi) rakitan jenis balansa ditarik dari masyarakat oleh jajaran Polda Sumbar. Senpi itu kemudian dimusnahkan di halaman Mapolda Sumbar, Senin (12/2).

Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal menyebutkan, pihaknya terus meningkatkan pengawasan terhadap senjata api (senpi) rakitan yang dimiliki masyarakat, agar tidak disalahgunakan. "Senpi yang kita musnahkan ini diserahkan masyarakat. Untuk wilayah yang paling banyak menyerahkan adalah masyarakat Kabupaten Agam," terang Kapolda Sumbar, Irjen Pol Fakhrizal.

Diungkapkannya, untuk pengawasan, setiap Kepala Kesatuan Wilayah (Kasatwil) di jajaran Polda Sumbar harus terus melakukan imbauan, agar masyarakat yang masih memiliki senpi rakitan segera menyerahkan ke polisi.

"Senjata ini sangat berbahaya dan ancaman hukumannya sama dengan senjata ilegal. Maka itu, setiap Kapolres harus aktif dan masyarakat harus sadar apabila memiliki senpi rakitan ini," cetusnya.

Dibeberkan jenderal bintang dua tersebut, dari catatan di tahun 2017 terdapat empat kasus penembakan dengan senpi rakitan, salah satunya seorang balita menjadi korban yang terjadi di Kabupaten Dharmasraya. Untuk kasus itu, pelaku telah ditangkap dan ditindak tegas sesuai  hukum yang berlaku.

"Jenis senpi balansa ini merupakan rakitan untuk berburu babi, tapi masih banyak disalahgunakan. Buktinya, untuk salah tembak ada empat kasus dan salah satunya tindak pidana," katanya.

Meski sering digunakan untuk berburu babi, Fakhrizal menambahkan, nanti perlu izin resmi kepemilikan senpi rakitan tersebut. "Karena babi hama, kalau memang meresahkan masyarakat harus diburu dengan senpi, ada prosedurnya, minta ke Perbakin," pungkasnya.

Fakhrizal menjelaskan senpi, amunisi, dan bahan peledak organik TNI/Polri maupun non-organik adalah material yang sangat berbahaya apabila peredaran dan penggunaannya tidak diawasi dengan Ketat oleh Polri.  Senpi rakitan ini berbahaya sama bahayanya dengan senjata api yang dipakai aparat kepolisian dan TNI.

“Apalagi saat ini dekat dengan Pilkada ada empat kabupaten kota menyelenggarakan pesta demokrasi ini dengan adanya senjata api ini bisa saja disalah gunakan,” katanya.

Pemusnahaan senjata api ini dilakukan dengan cara memotong-motong dengan alat khusus sehingga tidak bisa lagi digunakan. Pemusnahan senjata api ini disaksikan oleh kapolres se-Sumatera Barat dan Forkopimda Sumatera Barat di halaman Mapolda Sumbar. (h/mg-hkl)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM