TIM BENTUKAN GUBERNUR DISEBUT DALAM SIDANG

Korupsi Rp62 Miliar Sistematis


Selasa, 13 Februari 2018 - 09:19:46 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Korupsi Rp62 Miliar Sistematis YSN saat sidang di Pengadilan Tipikor Padang, Senin (12/2). Yuhendra

 

Proses kasus dugaan korupsi dengan modus Surat Pertanggungjawaban (SPj) fiktif terus bergulir di Pengadilan Tipikor Padang. Beberapa proses yang selama ini tertutupi, perlahan terkuak. Termasuk keterlibatan sejumlah pejabat selain Yusafni yang sudah ditetapkan sebagai terdakwa. Kasus ini dianggap sistematis dan dilakukan secara bersindikat.

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Dugaan tersistemnya proses kasus SPj fiktif diungkapkan Bob Hasan, yang merupakan kuasa hukum Yusafni Ajo. Bob meyakini, kliennya (Yusafni-red) memang bersalah dalam kasus yang merugikan negara Rp6,2 miliar lebih itu, namun, walau salah, bukan berarti kliennya main sendiri. Dia menyebut, ada sindikat yang sengaja menciptakan rencana memamah uang negara secara bersama-sama.

“Setelah mempelajari alur kasus yang terjadi, membaca satu per satu berkas yang ada, akhirnya saya menarik kesimpulan kalau kasus ini tidak berdiri sendiri. Yusafni yang merupakan klien saya bukan pemain tunggal. Ada tangan-tangan lain yang turut serta dalam perkara, serta diarahkan untuk berbuat demikian,” terang Bob Hasan usai sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Tipikor Padang, Senin (12/2).

Dirunut Bob Hasan, pada tahun 2012 – 2013, Yusafni merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Selama itu tidak terjadi kesalahan.

“Setelah itu, Suprapto yang waktu itu Kepala Dinas Prasjaltarkim menunjuk Yusafni sebagai PPTK secara berturut-turut. Ada upaya pengarahan yang dilakukan Suprapto kepada klien saya. Dari hal-hal yang terjadi itu, terlihat adanya perbuatan secara bersama-sama oleh Suprapto, Yusafni dan KPA lainnya. Serupa sindikat,” paparnya.

Adanya dugaan korupsi ini tersistematis dikuatkan Bob Hasan lagi dengan adanya permintaan agar Suprapto melakukan pengalihan rekening proyek dari Bank Nagari ke Bank Mandiri. Sesuai aturan, sebenarnya rekening proyek tersebut tidak bisa dialihkan begitu saja, dan mesti tetap di bank nagari. Tapi, atas permintaan orang yang ada di atasnya, Yusafni akhirnya melakukan pengalihan rekening. Lewat rekening itulah sejumlah transfer dan penarikan dilakukannya.

Bob Hasan juga menyinggung peran Tim 9 yang memiliki tanggung jawab dalam pengadaan lahan serta menentukan harga yang akan diusulkan untuk pembayaran.  Tim tersebut berisi sejumlah pejabat teras dan disebutkan Bob sengaja dibentuk dan di-SK-kan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno.

“Sebagai tim yang dibentuk gubernur, Tim 9 itu tidak ada berhubungan dengan Yusafni, tapi langsung ke atasan. Tim itulah yang melakukan penelitian ke lapangan, sampai akhirnya menentukan harga yang diusulkan untuk dibayarkan,” papar Bob Hasan.

Mustahil Satu Orang

Arief Paderi dari Lembaga Anti-Korupsi Integritas menilai, korupsi SPj fiktif bukan hanya satu kali, tapi sudah berulang-ulang. Itu artinya, persoalan ini tidak dilakukan oleh satu orang saja namun ada sejumlah pihak lainnya.



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM