Gempa Pessel Dipicu Aktivitas Subdusksi


Selasa,13 Februari 2018 - 09:22:10 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Gempa Pessel Dipicu Aktivitas Subdusksi Ilustasi/Haluan

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang menyatakan, gempa berkekuatan 4,6 skala Richter (SR) yang berpusat di Kabupaten Pesisir Selatan diduga akibat adanya aktivitas subdusksi di Pantai Barat Sumatera. Dilihat dari parameter gempa, diketahui gempa termasuk gempa dangkal dengan mekanisme sumber gempanya merupakan sesar naik.

Kepala Stasiun Geofisika Klas I Padang Panjang Rahmat Triyono menjelaskan, jalur subduksi lempeng tektonik India-Australia dan Eurasia di Indonesia memanjang dari pantai barat Sumatera sampai ke selatan Nusa Tenggara. Pada sistim subduksi Sumatera dicirikan dengan menghasilkan rangkaian busur pulau depan (forearch islands) yang non vulkanik (Pulau Simeulue, Nias, Banyak, Batu, Siberut hingga Pulau Enggano).

Rahmat mengatakan, berdasarkan historis gempa merusak pernah terjadi berdekatan pada lokasi tersebut, yakni gempa dengan 6,5 SR pada 02 Juni 2016. Sebanyak 3 orang luka berat, 13 orang luka ringan dan ratusan rumah rusak di Kabupaten Pesisir Selatan. "Masyarakat khususnya di sekitar Painan dan Padang dihimbau agar tetap tenang dan selalu meningkatkan kewaspadaan bahwa gempabumi setiap saat dapat terjadi," ujarnya.

BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang merilis gempa 4,6 SR berada di laut pada koordinat 1.98 Lintang Selatan dan 100.75 Bujur Timur. Sekitar 32 kilometer Barat Daya Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pada kedalaman hiposenter 32 kilometer. Menurutnya, berdasarkan laporan dari masyarakan goncangan tersebut dirasakan di Padang berkisar II Skala Intensitas Gempabumi BMKG (SIG-BMKG) atau antara II MMI, dan II SIG BMKG atau Painan berkisar III MMI. “Pusat terjadinya gempa bumi hari ini berdekatan dengan historis gempa bumi yang pernah merusak merusak, yaitu gempa bumi pada 2 Juni 2016 dengan magnitude 6,5 SR. Sebanyak 3 orang luka berat, 13 orang luka ringan dan ratusan rumah rusak di Kabupaten Pesisir Selatan,” tutupnya.

Sedangkan pakar gempa Universitas Andalas (Unand) Badrul Mustafa mengatakan, gempa 4,6 SR yang mengguncang pesisir pantai Sumbar tidak berpotensi untuk gempa besar atau tsunami. Menurut Badrul Mustafa, gempa dengan kedalaman 32 kilometer di Pesisir Selatan ini adalah bagian dari lempeng Patahan Sipora Pagai dan untuk gempa dengan skala besarnya kemungkinan tidak akan disusul karena sudah terjadi beberapa tahun lalu. Berbeda dengan pola gempa yang terjadi beberapa hari lalu, yang  sama dengan pola gempa pada 30 September. "Kita harus lihat dulu data rincinya dari BMKG, apakah mekanismenya tumbukan lempeng induk Australia terhadap aurasia atau patahan mendatar. Ini yang harus dilihat mekanismenya," ungkapnya, Senin (12/2).

Namun yang jelas, gempa yang terjadi beberapa hari lalu dan pesisir tidak berbahaya karena bagian dari Segmen sipora Pagai , dan tahun 2010 sudah terjadi gempa besar di sana sehingga energinya sudah dilepaskan.  "Yang menjadi masalah yakni Segmen Siberut yang masih menyimpan duapertiga 3 energinya. Energi itu sisa periode tahun 1797 yang menyebabkan gempa besar 8,8 SR diikuti tsunami. Kalau kajian ulangnya 200 tahun, maka kemungkinan bisa saja terjadi. Bisa saja gempa dengan kekuatan 8,5, tapi gempa kecil-kecil bisa ribuan kali," jelasnya.

 

Badrul tetap mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap gempa darat karena gempa darat tidak dapat diprediksi dan datang tiba-tiba saja. "Kemungkinan terjadi gempa darat setelah gempa pesisir ini bisa saja, karena gempa darat ini tidak dapat diprediksi. Untuk itu, kita harus tetap waspada dan jaga-jaga saja," ulasnya.

Masyarakat Sempat Panik

Sejumlah masyarakat sekitaran Pasar Surantih, Kecamatan Sutera, Pessel sempat panic saat diguncang gempa yang terjadi sekitar pukul 16.56 WIB, Senin (12/2). Warga berhamburan ke luar rumah. Pengguna jalan yang sedang melintas sempat terhenti dan berteriak akibat merasakan guncangan gempa yang datang secara tiba-tiba tersebut. "Gempa," sebut Neli (48), seorang pengendara motor yang sedang melintasi di Pasar Surantih. (h/rin/mal)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM