Jerit Pilu Petani Padang, 1.034 Hektare Sawah Kekeringan


Jumat, 23 Februari 2018 - 10:58:13 WIB
Jerit Pilu Petani Padang, 1.034 Hektare Sawah Kekeringan DEMO PETANI—- Puluhan petani melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Balai Kota Padang, di By Pass, Kamis (22/2). Mereka meminta pemerintah mengatasi kekeringan akibat jebolnya tanggul di Kecamatan Koto Tangah. IRHAM

PADANG, HARIANHALUAN.COM— Ratusan petani menggelar unjuk rasa ke Balai Kota Padang, Kamis (22/2). Aksi ini dipicu bencana kekeringan yang melanda Padang sejak beberapa bulan yang lalu. Para petani kini dalam ancaman hidup. 1.034 hektare sawah yang menjadi tempat bergantung biaya hidup dilanda kekeringan.

Kekeringan parah itu dipicu jebolnya Bendungan Koto Tuo sejak tahun 2016 yang lalu. Dua tahun berlalu, bendungan yang menjadi sumber air untuk lahan pertanian tidak kunjung diperbaiki. Selain 1.034 hektare sawah, 465 bidang kolam ikan juga tidak bisa dimanfaatkan. Padahal, sawah dan kolam ikan menjadi sumber utama para petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Batipuah Panjang, Kecamatan Koto Tangan.

Para petani melakukan longmarch dari depan Stasiun TVRI Sumbar, Kilometer 16, Bypass Padang menuju Balai Kota Padang di Bypass Aia Pacah. Dalam aksinya, para petani mengaku sudah bosan hanya dijanjikan pembangunan sejak dulu. Janji tersebut tak pernah terealisasi sampai sekarang.

Ketua LPM Kelurahan Koto Pulai Joni Torang Hasibuan saat berorasi menyebut, kedatangan petani untuk memastikan kapan pelaksanaan perbaikan Bendungan Koto Tuo. Selain itu, meminta kejelasaan terkait tata cara pengerjaan perbaikan bendungan agar bagus, dan sesuai dengan permintaan petani. “Itu harapan kita yang sebenarnya. Kami petani ini jangan hanya dijanji-janjikan lagi,”ucapnya kepada Haluan Kamis (22/2).

Dijelaskan Joni, masyarakat setempat sudah sangat sering dijanjikan oleh pemerintah terkait perbaikan Bendungan Koto Tuo. Mulai dari Agustus 2017 lalu, dikatakan pengerjaan akan dilaksanakan September. Bulan September, petani kembali menanyakan, dan dijanjikan bulan sepuluh. Kemudian, dijanjikan lagi Januari 2018. Sambung Joni, Januari masyarakat kembali menanyakan, kapan sebenarnya akan diperbaiki, lalu dijanjikan Maret 2018.

Menurutnya akibat jebolnya bendungan Koto Tuo ada enam kelurahan yang terdampak yakni Bungo Pasang, Batang Tabung Ganting, KPIK, Koto Pulai, Balai Gadang, dan Batipuah Panjang. “Perihal kebutuhan petani terhadap perbaikan bendungan ini, kami sudah menanyakan dari tingkat bawah, Kelurahan, Kecamatan, Pemko, DRPD Kota Padang, DPRD Sumbar, dan PSDA. Namun tidak ada jawaban pasti kapan akan diperbaiki. Kami merasa dikesampingkan,”jelas Joni.

Hal yang sama juga disampaikan Koordinator Lapangan (Korlap) Fadly. Disebutkannya, selain 1.034 hektare sawah petani terancam kekeringan, sebanyak 465 kolam ikan budidaya masyarakat pun ikut mengalami kekeringan. Selain itu, petani juga mempertanyakan kenapa Bendungan Koto Pulai yang terlebih dahulu dikerjakan.

Padahal, yang dibutuhkan petani adalah perbaikan bendungan Koto Tuo. “Yang kami butuhkan itu perbaikan Koto Tuo secepatnya. Kami butuh air untuk mengaliri sawah kami yang sudah kekeringan. Kondisi sekarang sudah 104 hektare lahan persawahan yang betul-betul tidak bisa digarap,”ucapnya.

Selain itu, salah seorang petani yang ikut unjuk rasa, Emi mengatakan, dua tahun rusaknya bendungan Koto Tuo ia sudah lima kali gagal panen. Padahal, dahulu hasil padi yang ia tanam cukup menjanjikan. Satu hectare sawah menghasilkan padi minimal 80 karung. Satu karungnya dijual Rp350 ribu, sehingga satu kali panen ia bisa menghasilkan minimal sekitar Rp25 juta.

“Selama dua tahun terakhir kami tak lagi menanam padi. Kami sudah coba beralih ke jagung tetapi hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Apalagi, tiga bulan belakangan cuaca di Padang cukup panas sehingga jagung yang ditanam mati,”ucap wanita 60 tahun itu.

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]