Mantan Sekda Padang Panjang Bersaksi untuk Maria


Jumat, 23 Februari 2018 - 11:09:47 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Mantan Sekda Padang Panjang Bersaksi untuk Maria Dokumentasi Haluan

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Mantan Sekdako Padang Panjang Budi Harianto menjadi saksi dalam sidang korupsi anggaran perawatan Rumah Dinas Walikota Padangpanjang yang menjerat Maria Feronika, istri dari Hendri Arnis, Wako Padang Panjang non aktif, Kamis (22/2). Dalam sidang terungkap sejumlah kejanggalan dalam pengelolaan rumah dinas, termasuk para pekerjanya.

Budi mengaku pernah menandatangani SK 12 orang pekerja.“Kalau ada penggantian, atau pekerja yang diberhentikan, seharusnya ada pengajuan SK pada saya. Namun, selama saya menjabat tidak pernah ada penggantian ataupun pengurangan perkerja kebersihan,” kata Budi yang saat ini sudah menjalani masa pensiunnya.

Ditegaskannya, sebagai istri Wako, Maria tidak memiliki hak untuk menganti pekerja, karena Maria bukan atasan dari pekerja tersebut.

“Untuk mengintervensi saja tidak boleh dilakukan. Maria bukan atasan para pekerja,” papar Budi.

Kasubag Umum Editiawarman juga mengungkapkan kejanggalan. Jika dalam SK ada 12 pekerja, namun di rumah dinas dia hanya menemukan enam orang. Selama menjabat, Edi tidak pernah mendengar terjadinya masalah pada pekerja kebersihan di rumah dinas. la pun juga tidak pernah menerima laporan dari para pekerja ataupun pengawas.

“Hanya enam pekerja yang sering bertemu. Pekerja yang lain saya tidak tahu, saya juga tidak pernah menanyakan itu pada Maria,” katanya.

Dalam sidang sejumlah pekerja mengaku disuruh menandatangani atas nama orang lain oleh Richi Lima Saza yang juga menjadi terdakwa dalam kasus ini.

 “Saya pernah disuruh oleh Rici untuk tanda tangan absen para pekerja, dengan alasan itu perintah terdakwa. Kalau tidak, bisa diberhentikan sebagai pekerja di Rumdin Wako,”kata Angga salah seorang saksi memberikan keterangan.

Dituturkan Angga, ia juga disuruh tanda tangan absen pekerja yang sama sekali tidak pernah bekerja di sana, serta beberapa orang pekerja yang sudah berhenti. “Setahu saya hanya 9 orang dari 12 daftar pekerja yang benar-benar ada orangnya. Saya disuruh tanda tangan absen atas nama Hendrik, Nofrita dan Febrianti yang tidak bekerja di rumah dinas. Ada juga yang berhenti,” terang Angga.

Angga menyebutkan, untuk amprah gaji, ia disuruh menyamakan tanda tangan pekerja yang ada diabsen. Hal tersebut dilakukan sektir 6 hingga 7 kali, karena diperintahkan. Sehingga sebagian pekerja tidak mengetahui berapa total gaji yang seharunya diterima.

“Ada yang bilang kepada saya kalau gajinya hanya Rp1,5 juta perbulan. Jumlah tersebut berbeda dengan seharusnya Rp75 ribu perhari,” terangnya.

Samua pekerja menerima gaji dengan cara diberikan langsung oleh Maria Feronika menggunakan amplop yang sudah ada tulisan nama masing-masing. Sedangkan pekerja fiktif tersebut, saksi tidak mengetahui siapa yang menerima jagi mereka.

“Satu per satu dipanggil dan menerima uang gaji langsung dari Maria,”kata Angga, yang juga dibenarkan oleh saksi Suhendri yang merupakan petugas kebersihan Pondopo selama 8 bulan, dan akhirnya berhenti karena merasa capek.

Senada dengan itu, saksi lain Hanri Novia Riswanto yang juga pernah bekerja di Rumdin Wako Padang Panjang mengatakan, dalam absen terdapat 12 orang pekerja, namun yang bekerja hanya 8 orang.

“Dari 12 nama tersebut, ada beberapa orang yang saya tidak pernah tahu orangnya, saya hanya tanda tangan absen bagian nama saya, setelah itu absen diserahkan kepada Rici,” katanya.

Dikatanya, ia hanya bekerja sampai bulan Juni 2014 karena diberhentikan oleh Kasubag Umum. Setelah dipanggil keruanganya di Balaikota, saksi dibilang tidak usah lagi bekerja.

“Pak Kasubag Umum memanggil saya dan bilang mulai besok tidak bekerja lagi. Karena, sebelum itu Kasubag dipanggil Maria, dan menyampaikan agar saya dipecat,” ujar Hanri.

Sementara, Zulherman yang merupakan pengawas di rumah dinas sebelum Rici mengatakan, ia hanya bekerja sebagai pengawas selama dua bulan. Setelah itu langsung digantikan oleh Rici, karena terdakwa Maria Feronika tidak suka dengan kinerjanya.

“Saya diberhetikan karena waktu saya menjadi pengawas air panas di rumah dinas sering mati. Makanya terdakwa menyuruh Kabag Umum mengganti saya,” kata Herman. (h/mg-hen)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 09 Januari 2019 - 17:26:23 WIB

    Mantan Polisi Jadi Tersangka Pencuri Mobil di Padang

    Mantan Polisi Jadi Tersangka Pencuri Mobil di Padang PADANG, HARIANHALUAN.COM-Kepolisian Resort Kota (Polresta) Padang mengamankan tiga orang yang tersangka pencurian satu unit mobil Toyota Agya, di Jalan Bungo Pasang No.10 Rt 03 Rw 02, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Ta.
  • Kamis, 15 November 2018 - 09:38:44 WIB

    Kasus Pilubang Berdarah, Mantan Anggota Dewan Divonis MA 5 Tahun Penjara

    Kasus Pilubang Berdarah, Mantan Anggota Dewan Divonis MA 5 Tahun Penjara PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM – Setelah menjalani persidangan yang panjang dan berbelit di tingkat peradilan pertama hingga ke Mahkamah Agung (MA), akhirnya kasus Pilubang berdarah yang menyeret mantan anggota DPRD Limapuluh.
  • Jumat, 28 September 2018 - 10:01:13 WIB
    SEMPAT BURON

    Mantan Bupati Dharmasraya Kembali Dijebloskan ke Penjara

    Mantan Bupati Dharmasraya Kembali Dijebloskan ke Penjara enangkapan Marlon berdasarkan Surat Permohonan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat Nomor R-725/N.3/Dsp.4/08/2018 tanggal 31 Agustus 2018. Marlon merupakan tepidana dalam tindak pidana korupsi pembangunan RSUD Seidareh, Dha.
  • Selasa, 03 April 2018 - 20:42:40 WIB

    Pesta Sabu di Tengah Hutan, Mantan Napi, Mahasiswa dan Pelajar Diciduk Polres Padang Panjang

    Pesta Sabu di Tengah Hutan, Mantan Napi, Mahasiswa dan Pelajar Diciduk Polres Padang Panjang PADANG PANJANG, HARIANHALUAN.COM—Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Padang Panjang, berhasil amankan tersangka pengedar Narkoba jenis sabu-sabu berinisial ZK (31) warga Nagari Tambangan, X Koto, Tanahdatar bersa.
  • Kamis, 01 Maret 2018 - 09:25:17 WIB

    Mantan Bupati Dharmasraya Segera Dieksekusi

    Mantan Bupati Dharmasraya Segera Dieksekusi PADANG, HARIANHALUAN.COM – Jaksa eksekutor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar segera menjadwalkan eksekusi terhadap Marlon Martua. Mantan Bupati Dharmasraya yang tersandung kasus pengadaan lahan pembangunan RSUD Sungai Dareh .

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM