Kaum LGBT Dominasi ODHA


Selasa, 27 Februari 2018 - 21:57:59 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Kaum LGBT Dominasi ODHA Kepala Instalasi Promosi Kesehatan (Promkes) RSUP Dr M Djamil Padang Ns. Ema Julita, S.Kep, MARS, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/2).

Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Sumbar didominasi para pelaku seks menyimpang. Data yang diterima Haluan, RSUP M Djamil Padang, sejak 2003 telah memberi penanganan terhadap 1.574 penderita HIV/AIDS. Dalam tiga tahun terakhir, tren penularan HIV dominan lewat perilaku lelaki seks lelaki (LSL), dengan perkiraan 75-80 persen dari seluruh kasus baru.

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Angka mencengangkan itu disampaikan Kepala Instalasi Promosi Kesehatan (Promkes) RSUP Dr M Djamil Padang Ns. Ema Julita, S.Kep, MARS, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/2). Menurutnya, tren penularan HIV melalui hubungan seks sesama jenis memang mengkhawatirkan, dan terus menyasar para pelaku baru.

"Setiap bulan, paling tidak Klinik Voluntary Counseling Test (VCT) RS Djamil menerima 15 sampai 20 pasien HIV baru. Paling tinggi dalam sebulan itu pernah 40 pasien baru. Artinya lebih satu orang satu hari. Tapi angka itu tetap fluktuatif. Yang patut dicatat, merujuk pada 1:100 penularan HIV, sehingga di belakang 1 orang penderita ada 100 orang yang berpotensi, maka kalau 1.547 dikali seratus, jumlahnya akan sangat fantastis, dan itu baru di klinik M. Djamil," kata Ema.

Dijelaskannya, sejak dibuka pada 2003 lalu dengan konsentrasi pelayanan konseling, dan memperoleh izin penanganan pengobatan pada 2005 hingga saat ini, dari 1.574 pasien selama 15 tahun, Klinik VCT RSUP Dr M Djamil telah melakukan pelayanan pengobatan terhadap 966 pasien yang terdiri dari 673 pasien laki-laki dan 293 perempuan.  "Jadi total yang memeriksakan diri itu 1.574. Yang sampai pada tahap pengobatan 966. Sisanya ada yang menjalani pengobatan di rumah sakit lain, dan ada pula yang memang penanganannya belum layak diberi obat (stadium 1), tapi tidak pernah kembali," katanya lagi.

Sejak 2003, Klinik VCT RSUP Dr M Djamil mencatat sudah 311 pasien penderita HIV/AIDS yang meninggal dunia. Tingginya angka kematian disebabkan kebanyakan pasien memeriksakan diri ke rumah sakit tersebut setelah status HIV/AIDS-nya berada di stadium 3 dan 4. Kebanyakan dari penderita yang meninggal dunia, imbuh Ema, sebelumnya tidak mengetahui telah mengidap HIV yang telah berkembang menjadi stadium lanjutan di atas stadium 1.

Namun, mereka mengetahui ada penyakit penyerta yang diderita, dan melakukan pengobatan di rumah sakit yang tidak memiliki layanan khusus HIV/AIDS. "Mereka bolak-balik puskesmas dan rumah sakit di daerah memeriksakan penyakit seperti tuberculosis (TB) dan lain-lain. Mereka tidak sadar tengah mengidap HIV yang tidak bisa terdeteksi di puskesmas dan rumah sakit tempat mereka berobat itu. Setelah kuat indikasi dan berobat ke M Djamil, baru ketahuan mereka mengidap HIV, dan itu sudah stadium lanjut," katanya lagi.

Dalam prediksi ilmu medis, jelasnya lagi, memang perkembangan vius HIV menjadi AIDS relatif lama. Paling cepat, HIV bisa menjadi AIDS dalam rentang waktu dua tahun. Itu pun jika di penderita tetap mengonsumsi narkoba setelah mengidap virus di dalam tubuh. Jika tidak mengonsumsi narkoba, rata-rata perkembangan virus bisa mencapai lima tahun untuk menjadi AIDS.

Trend LSL Mengancam

Ema tidak menampik, dalam kurun tiga tahun ke belakang, penularan  HIV didominasi oleh perilaku seks homoseksual. Terutama, prilaku lelaki seks lelaki (LSL), yang jika diperkirakan sejak tiga tahun terakhir menyumbang angka penderita HIV ke RS M Djamil hingga 75 persen. "Temuan di klinik, rata-rata yang makai narkoba itu juga melakukan seks bebas. Cenderung mereka memeriksakan diri di bulan-bulan pertama setelah melakukan hubungan seks berisiko. Hasilnya memang negatif. Itu karena paling cepat HIV itu ketahuan setelah tiga bulan berhubungan seks berisiko," tukuk Ema.

Dari upaya pendampingan yang dilakukan para konselor selama ini, memang berbagai modus menyebabkan seseorang terlibat aktivitas Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT), sehingga berpotensi mengidap HIV melalui hubungan seks berisiko yang mereka lakukan.

Ema mencontohkan, salah seorang pasiennya mengidap HIV karena terlibat LSL dengan pasangan lelaki didasari minimnya perhatian istri dan konflik rumah tangga. Selain itu, lepasnya kontrol orangtua terhadap anak yang merantau di Kota Padang, serta faktor ekonomi, membuat beberapa penderita HIV memutuskan menjadi gay. "Ketika ditanyakan kepada mereka, mereka bilang terjebak di dalam tubuh lelaki. Hakikatnya mereka adalah perempuan. Itu pembelaan mereka. Tapi, tetap saja ada trauma masa lalu dan alasan lain yang menyebabkan mereka berperilaku seks menyimpang," tambah Ema.

Pengobatan untuk Membentengi Imun

Selama 2018 ini, dari beberapa orang yang melakukan pemeriksaan VCT, klinik di RS Djamil baru menemukan dua pasien yang positif mengidap HIV. Saat ini, klinik tersebut juga rutin memberikan pengobatan kepada 396 pasien dari 966 pasien yang berobat sejak 2003 lalu. "Yang berobat rutin sekarang ini 396 pasien. Sisanya, 311 pasien sudah meninggal, dan 258 pasien pindah tempat berobat. Selain di Djamil, layanan khusus HIV juga sudah ada di RS Ahmad Mochtar, RS Yos Sudarso, RSUD Kota Solok, RSUD Kota Pariaman, dan dua unit puskesmas di Padang," terangnya.

Pengobatan yang diberikan kepada pasien terdiri dari pengobatan atas penyakit penyerta yang diderita oleh pasien. Selain itu, juga diberikan obat Antiretroviral (ARV) yang berfungsi sebagai benteng terhadap sistem imun, sehingga kondisi tubuh pasien tetap fit dan tidak semakin lemah.

Perihal berkembangnya perilaku LSL di Sumbar, Kepala Poliklinik HIV RSUP M Jamil Padang, dr Armen Ahmad, SpPD, KPTI dengan terang benderang membeberkan, hampir di seluruh perguruan tinggi di Sumatera Barat terdapat mahasiswa LSL. Ketegasan itu dikemukakan karena perilaku seks menyimpang merupakan penyakit yang bisa diidap siapa saja tanpa membedakan kelas sosial atau tingkat pendidikan. “Ada pasien konseling saya mengaku sudah berhubungan badan dengan 200 laki-laki. Itu dilakukan sejak masih kuliah sampai bekerja. Sekarang dia sudah meninggal,” tuturnya.

Menurut dr Armen, untuk pencegahan dini agar tidak terpapar perilaku LGBT, orang tua harus berperan aktif memberikan penjelasan terhadap anak. “Dari kecil anak-anak harus diberi tahu. Caranya bukan dengan menjelaskan definisi LGBT, tapi memberikan pengertian bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain. Kalau sudah SMP baru dijelaskan apa itu LGBT,” ulasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan, pihaknya tengah mempertimbangkan wacana pendirian Pusat Rehabilitasi LGBT di Sumbar. Namun wacana tersebut masih perlu dibahas secara mendalam dengan pihak-pihak terkait. Berdasarkan data yang dirangkum Haluan dari berbagai sumber kredibel, angka pelaku LGBT di Sumbar, terutama LSL sangat mengkhawatirkan, bahkan mencapai belasan ribu pelaku. Dampaknya, risiko penularan HIV/AIDS juga semakin tinggi, dan sangat mengancam generasi muda.



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 25 Mei 2018 - 11:29:04 WIB

    Proyek Embung Kapalo Koto Terhenti, Kaum Bagindo Simano Hadang Alat Berat

    Proyek Embung Kapalo Koto Terhenti, Kaum Bagindo Simano Hadang Alat Berat PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM – Proyek pembangunan embung di Kapalo Koto, Ampangan, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kota Payakumbuh, yang mulai memasuki tahap pekerjaan pembersihan lahan dihentikan secara paksa oleh kaum oleh .
  • Rabu, 10 Januari 2018 - 16:10:50 WIB

    Polemik Perda Nagari Bergulir, Dinilai Tak Berbasis Kaum dan Suku

    Polemik Perda Nagari Bergulir, Dinilai Tak Berbasis Kaum dan Suku PADANG, HARIANHALUAN.COM—Sejak disahkan pada Jumat (29/12/2017), Perda Nagari terus menuai kritik. Sebelumnya, pengamat nagari mengkritik masuknya bundo kanduang dalam unsur Kerapatan Adat Nagari (KAN). Kali ini, pengamat n.
  • Jumat, 24 November 2017 - 22:40:29 WIB
    RESMI JABAT DIREKTUIR KKI WARSI

    Rudi Syaf: Tetap Perjuangkan Kaum Mustad'afin

    Rudi Syaf: Tetap Perjuangkan Kaum Mustad'afin Rudi Syaf: Tetap Perjuangkan Kaum Mustad'afin PADANG, HALUAN- Direktur KKI Warsi Rudi Syaf, mengatakan ia dan kawan-kawan akan tetap membawa lembaga ini dengan semangat konservasi bersama masyarakat..

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM