Foto Anggota DPRD 50 Kota di Depan Kasino, Sosiolog: Elit Belum Peduli


Rabu, 28 Februari 2018 - 11:27:58 WIB
Foto Anggota DPRD 50 Kota di Depan Kasino, Sosiolog: Elit Belum Peduli Pakar Sosiologi Sistem Politik dan Birokrasi Universitas Andalas (Unand) Bob Alfiandi. Dok

PADANG, HARIANHALUAN.COM--Pakar Sosiologi Sistem Politik dan Birokrasi Universitas Andalas (Unand) Bob Alfiandi menilai, bertandangnya beberapa anggota DPRD Kabupaten 50 Kota ke Singapura di sela-sela tugas kunjungan kerja (kunker) ke Batam membuktikan kebenaran asumsi teori elit, bahwa tingkat kepedulian elit politik terhadap masyarakat hanya meningkat saat tahun politik berlangsung.

Menurut Bob, setelah tahun politik usai dan seseorang menjadi elit dengan menduduki kursi politik tertentu seperti kursi legislatif, maka perhatian lebih banyak tercurah pada pemenuhan kebutuhan-kebutuhan bersifat parsial (sebagian) atau kelompok.

Baca Juga : Diduga Jadi Korban Pengeroyokan, Seorang Polisi Meninggal di Trotoar

“Bukti kekurang pedulian elit itu jelas sekali dan sudah jadi rahasia umum. Pada anggota legislatif misalnya, elit itu peduli pada massa di tahun politik saja. Memang setelah terpilih itu, saat menyusun penganggaran, mereka mendahulukan anggaran Pokir (pokok pikiran) dan kepentingan Dapil (Daerah Pemilihan). Tapi setelah itu, mereka hanya memikirkan bagaimana balik modal saat pencalonan tercapai. Itu rahasia umum,” kata Bob.

Mendahulukan anggaran pokir dan kepentingan dapil itu pun, lanjutnya, juga berorientasi terhadap upaya menjaga basis suara, sehingga dapat disebut sebagai kebutuhan bersifat parsial. “Kalau anggota dewan itu dapat dikatakan elit, ya jelas pedulinya ada, saat lagi butuh saja,” tegasnya lagi.

Baca Juga : Edarkan Narkoba, Oknum ASN Lapas Bukittinggi dan Tiga Rekannya Diciduk

Bob juga menilai, sebagian masyarakat justru merasa heran saat munculnya anggota dewan yang betul-betul peduli terhadap masyarakat selama rentang menjabat sebagai wakil rakyat. Sehingga, jika ada tingkah laku anggota dewan yang di luar kewajaran dan dipertontonkan ke khalayak, dalam sudut pandang sosiologis hal itu adalah kewajaran belaka, karena memang begitu realitas yang terjadi.

Namun demikian, Bob juga mengingatkan, bahwa tingkah laku di luar kewajaran para elit politik akan berdampak besar terhadap berubahnya sikap masyarakat selaku pemilih. Untuk memutuskan kembali memilih atau tidak memilih orang yang sama, yang terlanjur dianggap mengecewakan, dan tidak melaksanakan tugas sesuai dengan harapan masyarakat.

Baca Juga : Lagi! TKI Disiksa di Malaysia, Gaji 5 Tahun tak Dibayar

“Kalau masyarakat tetap memilih dan oknum tertentu yang mengecewakan itu kembali terpilih, yang patut dipertanyakan apakah masyarakat memilih karena memang mereka ingin memilih, atau karena tidak ada pilihan lain selain memilih, sehingga mereka diharuskan memilih. Jawaban atas pertanyaan ini pun sudah jadi jawaban umum,” sambungnya.

Dalam praktik politik yang berlaku di Indonesia saat ini, tambah Bob, memang sengaja dibuka kesempatan selebar-lebarnya bagi siapa saja yang ingin maju menjadi elit di lembaga legislatif. Namun anehnya, justru partai politiklah yang membatasi orang-orang tertentu untuk tidak terpilih. Sehingga, yang terpilih dan “duduk” itu sebagian besar adalah orang yang rasa kepeduliannya kurang kepada masyarakat.

Baca Juga : Minggu Dini Hari, Ratusan Pemuda Bersenjata Terlibat Tawuran di Medan

“Orang-orang yang tiba-tiba muncul dalam pencalonan, diakomodir partai untuk mendukung suara orang-orang tertentu yang memang jadi pilihan partai. Jadi patut dipikirkan lagi, yang duduk sebagai elit di legislatif itu apakah pilihan masyarakat, atau pilihan partai,” ujar Bob lagi.

Andai pun bermunculan satu atau dua orang yang terpilih sebagai anggota dewan, yang notabene adalah orang baru dalam kancah perpolitikan, Bob menilai kuat indikasi orang tersebut terpilih karena kekuatan materi, atau sekadar nasib mujur yang mengantarkan untuk terpilih.

“Stuktur dan perangkat aturan dalam pemilihan itu yang menyebabkan sedikitnya muncul orang-orang yang betul-betul peduli kepada masyarakat,” pungkas Bob.(h/dib/isq)

Baca juga: Beredar-foto-anggota-dprd-50-kota-di-depan-kasino-kemendagri-akan-telusuri

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]