Kecelakaan di Situjuah, Tiga Saudara Dikubur Dalam Satu Lahat


Rabu, 28 Februari 2018 - 11:58:21 WIB
Kecelakaan di Situjuah, Tiga Saudara Dikubur Dalam Satu Lahat Suasana saat korban kecelakaan dikubur di i Kelurahan Tarok, Kecamatan Payakumbuh Utara Kota Payakumbuh. IST

TIGA kakak beradik yang tewas berbarengan dalam kecelakaan tragis di Situjuah Banda Dalam, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, dikuburkan dalam satu lahat, Selasa (27/2) siang. Kepergian ketiganya meninggalkan luka dalam di hati keluarga.

LAPORAN: DADANG & ARI ALFIKRI

Baca Juga : Terduga Gembong 500 Gram Sabu Diciduk Polisi

Tak ada yang menyangka, para korban akan pergi begitu cepat. Isak tangis sudah tak terbendung ketika jasad korban sudah terbujur kaku di tengah rumah duka di Kelurahan Tarok, Kecamatan Payakumbuh Utara Kota Payakumbuh. Ketiganya, Gusnovia Wulandari (17), Rahmadanil Alexa (15) dan si bungsu Zahila Inayah Rahmadani (5). “Ketiganya darah daging saya, mereka kakak beradik. Pemilik mobil dan pengemudi juga masih keluarga kami,”ucap Erifikal (38), ayah dari ketiga korban ketika ditemui usai pemakaman anak-anaknya. 

Erifikal tak menyangka, ketiga buah hatinya itu pergi untuk selamanya. Wulan, Danil, dan Cika mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju rumahnya dari kediaman neneknya di Situjuah Banda Dalam, Kabupaten Limapuluh Kota. Ketiganya boncengan  dengan satu  sepeda motor, Honda Revo BA 6735 EJ dan bertabrakan dengan mobil pikap BM 8842 GA.

Baca Juga : Simpan Sabu Dalam Koper, Sepasang Pasutri Dicokok Polisi

Usai dari pemakaman, Yulen (36), ibu kandung dari korban terlihat murung dan sekali-kali menghapus air mata yang terus mengalir. Dia berusaha menahan sedih tatkala menyambut tangan pelayat yang datang ke rumah yang sebelumnya tempat pesemayaman tiga buah hatinya.

Dikatakan Erifikal, ketiga buah hatinya itu merupakan anak dari dua pernikahannya. Gusnovia Wulandari dan Rahmadanil Alexa  adalah anak dari hasil pernikahan pertama dirinya dengan wanita bernama Dasmaidar (42). Setelah cerai beberapa tahun lalu, pedagang cabai di Pasar Ibuh Payakumbuh itu kembali menikah dengan Yulen. Dari hasil pernikahannya dengan Yulen, mereka dikaruniai Zahila Inayah Rahmadani.

Baca Juga : Rp500 Juta Raib, Nasabah Bank di Kediri Dirampok

“Wulandari kelas VII di MTsN Situjuah Batua, Rahmadanil tidak sekolah sejak 3 bulan ini dan Zahila sekolah di Paud Balai Gadang, Koto Nan Gadang,” kata Erifikal.

Diceritakan Fikal, beberapa hari sebelum kecelakaan terjadi, dirinya sudah merasakan ada yang beda dan janggal pada tiga anaknya itu. Sehari sebelum kecelakaan naas menimpa, Fikal sempat memperhatikan Wulan dan Danil yang terlihat jauh lebih bersih setelah mandi dari hari-hari biasanya.

Baca Juga : Dilaporkan ke Polisi, Ketua Koperasi Sawit Datuk Nan Sembilan Bantah Langgar Aturan

“Kemarin itu bersihnya beda dari hari biasa. Jauh lebih bersih. Karena tidak ada firasat apapun kejadian yang menimpa mereka sehingga saya tidak menanggapinya usai mandi itu,” cerita ayah korban.

Bahkan, sebelum mereka berangkat dari rumah di Kelurahan Tarok ke rumah neneknya di Situjuah yang berjarak sekitar 10 kilometer, dia sudah berniat melarang mereka mengendarai sepeda motor. “Siangnya, saya lagi tidur-tiduran di rumah. Sudah berniat untuk melarang mereka pakai sepeda motor. Saya juga sudah mau berdiri untuk mengambil kunci yang masih tertancap di sepeda motor. Tetapi tidak tahu kenapa niat saya itu jadi batal. Sepeda motor tetap mereka bawa,” katanya.

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]