Lahan Pertanian di Padang Berkurang, 55 Persen Pasokan Pangan dari Luar 


Kamis, 01 Maret 2018 - 11:58:57 WIB
Lahan Pertanian di Padang Berkurang, 55 Persen Pasokan Pangan dari Luar  Ilustasi/Haluan

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Hingga saat ini, Kota Padang baru mampu menyediakan kebutuhan pangan sekitar 45 persen bagi 914.968 jiwa. Sisanya, sekitar 55 persen kebutuhan pangan masih dipasok dari wilayah tetangga.

“Lebih separuhnya kebutuhan pangan dipasok dari Solok, Alahan Panjang, Padang Panjang, dan Pessel,”ujar Kepala Dinas Pangan Kota Padang Zalbadri saat pertemuan rutin organisasi perangkat daerah (OPD) di Media Center, Balai Kota Padang, Air Pacah, Rabu (28/2).

Baca Juga : Lakukan Mutasi Besar-besaran, Hendri Septa: Penyegaran Birokrasi

Dikatakan Zalbadri, melihat dari ketersediaan pangan yang berasal dari kemampuan produksi pangan daerah, Kota Padang belum mampu menyediakan pangan sendiri untuk penduduknya, kecuali komoditi ikan yang surplus.

Salah satu penyebab, menurut Zalbadri karena setiap tahunnya terjadi pengurangan lahan pertanian produktif. Ia pun meminta ke Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang agar selektif dalam mengeluarkan izin pembangunan.

Baca Juga : Hendri Septa Kembali Lantik 194 Pejabat Eselon III dan IV

Karena menurutnya saat ini banyak pengusaha yang memakai lahan irigasi teknis untuk pembangunan perumahan atau juga bangunan untuk usaha.

"Pada 2016 luas lahan pertanian beririgasi teknis sekitar 4.934 hektar. Jumlah ini bisa semakin berkurang, dan kita pun berupaya agar lahan pertanian tetap terjaga serta tidak tergerus pembangunan,"jelasnya.

Baca Juga : Walikota Padang Hendri Septa Terima 500 Paket Sembako bagi Petugas DLH dari BNI Wilayah 02 Sumbar Riau Kepri

Selain itu, menurutnya, kerusakan irigasi Koto Tuo di Kecamatan Koto Tangah pada 2016 yang lalu juga memberikan dampak terhadap ketersedian pangan yang dapat dipenuhi.

Sebelum rusak, Kota Padang bisa memenuhi sekitar 55 persen kebutuhan pangan. Namun, semenjak dua tahun belakangan hanya 45 persen yang bisa dipenuhi.

Baca Juga : Bangun Industri CPO dan Turunannya di Kota Padang, Hendri Septa Tinjau PT Padang Raya Cakrawala

“Ada sekitar seribuan hektare lahan pertanian yang tidak bisa menghasilkan pangan akibat rusaknya irigasi. Hal ini juga ikut mempengaruhi ketersediaan pangan yang bisa kita penuhi,”kata mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan ini kepada Haluan.

Sambung Zalbadri, untuk meningkatkan ketersediaan pangan ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Pangan yakni, pembinaan lumbung pangan masyarakat, telah dilaksanakan kepada 12 kelompok yang tersebar di enam kecamatan.

Selain itu, pembinaan desa mandiri pangan. Pembinaan lima kelompok mandiri pangan yang telah memanfaatkan kegiatan Desa Mandiri Pangan dalam bentuk penguatan modal kelompok yang digunakan untuk usaha ekonomi produktif

“Walaupun ketersediaan pangan dari produksi tidak mencukupi, tetapi dengan dukungan sistem distribusi pangan yang baik maka pangan dapat diakses masyarakat Kota Padang dengan harga yang terjangkau. Sehingga tidak mengakibatkan gejolak harga pangan,”tuturnya. (h/mg-mel)

 

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]