Kanker Membuat Deswanti Hanya Bisa Terbaring


Senin, 05 Maret 2018 - 12:22:48 WIB
Kanker Membuat Deswanti Hanya Bisa Terbaring Deswanti (39) warga Korong Kayu Samuk Jorong Simpang Nagari Kotobaru Kecamatan Kubung Kabupeten Solok terlihat lemas tak berdaya saat dijenguk Anggota DPD RI asal Sumbar Nofi Candra di ruang bedah RS Solok. YUTIS WANDI

Laporan: Yutis Wandi

Miris benar nasib yang dialami Deswanti (39) warga Jorong Kayu Samuk Nagari Kotobaru, Kecamatan Kubung Kabupaten Solok. Kanker payudara yang dideritanya sejak 3 tahun terakhir membuatnya hanya bisa tergolek lemas tak berdaya di atas tempat tidur sejak setahun terakhir.

Baca Juga : SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

Kondisi penderitaannya kian parah, kala dokter juga mengklaim dirinya mengidap kanker rahim yang komplikasi dengan diabetes. Nyaris sekujur badan dari pinggang hingga leher bagian depannya melepuh dan menghitam, karena kanker yang dideritanya makin parah dan akibat pengaruh pengobatan kemotherapy yang dilaluinya tak pernah tuntas karena tersandung biaya.

Deswanti hanya bisa pasrah. Bingung dan tak tau lagi harus berbuat apa untuk mengobati penyakitnya yang kian hari semakin parah dan tak kunjung sembuh. Sudah tak terbilang lagi cara yang sudah ditempuh oleh ibu tiga anak ini untuk terbebas dari penyakit yang menjadi momok menakutkan bagi kaum wanita tersebut. Berobat secara tradisional hingga perawatan medispun ia jalani, tentunya sudah tak sedikit pula biaya yang dihabiskan. Mirisnya, bukan saja mempertaruhkan hidup melawan penyakit, Deswanti bersama keluarga ini juga berusaha keluar dari himpitan beban ekonomi.

Baca Juga : Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

Nyaris tak ada harta berharga yang dimilikinya, bahkan rumah kayu sederhana yang dihuni Deswanti bersama suami dan ketiga anaknya pun itu menumpang di lahan milik warga. Tapi, getirnya hidup tidak membuat keluarga ini putus asa, selagi ada usaha pasti ada jalannya.

Sementara bagi Romi (42) suami Deswanti, kesembuhan istri dan keberlansungan sekolah buah hatinya seakan menjadi elegi dalam lembaran hidupnya. Meski sebagai pekerja upahan memetik kelapa dengan memanfaatkan tenaga beruk yang hasilnya juga tak seberapa. Uang yang terkumpul digunakannya untuk merawat sang istri menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Solok untuk megikuti serangkaian pengobatan.

Baca Juga : Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

Menurutnya, beberapa bulan lalu, Deswanti dibawa suaminya menjalani kemoterapi di Rumah Sakit M. Djamil Padang. Berharap penyakit yang dideritanya bisa sembuh. Tapi karena keterbatasan biaya, dua bulan terakhir terpaksa dirawat di rumah saja.Mau gimana lagi, untuk menjalani pengobatan di rumah sakit tentu butuh biaya, sedangkan pengahasilan saya hanya pas-pasan,” ungkap Romi kepada Haluan, Minggu (4/3).

Romi lantas memaparkan riwayat penyakit yang diidap istirnya. Awalnya merasakan sakit di payudara sekitar tiga tahun yang lalu, pada tahun 2015. Saking sakitnya, ia membawa berobat ke RSU Solok. Namun Desnawati terus menjerit-jerit kesakitan, Romi mengaku cukup panik dan hilang akal. Setelah beberapa hari dirawat di RSU Solok, Deswanti divonis menderita kanker payudara oleh dokter kala itu. “ Vonis dari dokter ini seakan menjadi pukulan bagi kami, apalagi biaya untuk perawatan di rumah sakit sudah habis. Bahkan ketika pihak RSU Solok merujuk agar konsultasi ke RS. M. Djamil Padang guna menjalani pegobatan lanjutan,” ujarnya.

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq

Romi akhirnya bekerja lebih giat sebagai tukang memetik kelapa dengan beruk, mengumpulkan uang untuk biaya pengobatan. “Untuk konsultasi dan perawatan kemoterapi di RS M Djamil Padang sudah dikakukan 18 kali. Sementara untuk berobat rutin ke RSU Solok sebanyak 1 kali seminggu, dijalani hingga tahun 2016,”katanya pilu.

Hidup dibalut kemiskinan, menambah berat penyakit yang bertahun-tahun menggerogoti. Belum lagi untuk memenuhi kebutuhan harian, berikut biaya sekolah tiga anaknya yang masih di SD, membuat derita Romi dan Deswanti terasa semakin lengkan.

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 09 Februari 2021 - 14:07:37 WIB

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam siswa Perlu Ditinjau Ulang

    SKB 3 Menteri Terkait Pemakaian Seragam  siswa Perlu Ditinjau Ulang Ternyata persoalan pemakaian jilbab bagi siswi Non Muslim di SMKN 2 Padang,  belum berakhir. Pemberitaannya hiruk pikuk dan viral  diperbincangkan secara nasional dalam dunia pendidikan. Sampai Mendikbud terpancing angkat b.
  • Kamis, 04 Februari 2021 - 14:45:37 WIB

    Jangan Ikuti! Iblis Penebar Hoaks Pertama

    Jangan Ikuti!  Iblis Penebar Hoaks Pertama Kita barangkali akrab dengan cerita Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah. Melalui anugerah ilmu, Allah memuliakan Nabi Adam di atas malaikat dan iblis..
  • Senin, 01 Februari 2021 - 16:58:52 WIB

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam

    Surau Inyiak Djambek, Warisan Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam Syekh Muhammad Djamil Djambek adalah ulama pelopor pembaruan Islam dari Sumatra Barat awal abad ke-20, dilahirkan pada tahun 1860 di Bukittinggi, terkenal sebagai ahli ilmu falak terkemuka..
  • Senin, 04 Januari 2021 - 09:37:20 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq

    Prabowo dan Habib Rizieq Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Kamis, 31 Desember 2020 - 20:46:02 WIB

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam TAHUN 2020 segera akan berakhir. Tahun 2021 segera akan tiba. "Selamat tinggal tahun 2020. Selamat tinggal tahun kelam. Selamat tinggal tahun yang penuh dengan kepahitan hidup. .
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]